Yusril Siapkan Revisi UU Pemilu, Sistem Baru Dikaitkan Reformasi Politik

Yusril
Menko Kumham Imipas, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc.

Manyala.co – Wacana revisi Undang-Undang Pemilu kembali mencuat setelah pemerintah, melalui Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa langkah itu sudah masuk dalam agenda. Ia menyebut arah perubahan regulasi tak bisa dilepaskan dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menilai sistem pemilu saat ini perlu diperbaiki, termasuk soal ambang batas.

Menurut Yusril, perubahan ini sejalan dengan semangat Presiden Prabowo Subianto yang sejak awal pemerintahannya menekankan pentingnya reformasi politik. Reformasi yang dimaksud adalah membuka ruang lebih luas bagi partisipasi rakyat tanpa terbatas pada kalangan tertentu. Dengan begitu, siapa pun yang memiliki kapasitas bisa berkontribusi di dunia politik, bukan hanya mereka yang populer atau berkantong tebal.

Pernyataan Yusril disampaikan di lingkungan Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/9/2025). Ia menyoroti fenomena bahwa banyak kursi parlemen justru diisi oleh figur selebritas atau tokoh yang populer di layar kaca. Kritik terkait rendahnya kualitas legislator menurutnya tidak bisa diabaikan, sebab banyak politisi berbakat justru gagal masuk Senayan karena sistem yang berlaku sekarang.

Yusril menegaskan bahwa pembahasan tidak hanya soal Pemilu, tetapi juga menyentuh regulasi tentang kepartaian. Revisi diharapkan bisa melahirkan format politik yang lebih sehat dan representatif. Ia menekankan bahwa perubahan ini bukan sekadar penyesuaian teknis, melainkan juga sebuah pembenahan menyeluruh terhadap sistem demokrasi agar berjalan lebih inklusif.

Di sisi lain, DPR juga sudah menempatkan isu revisi UU Pemilu sebagai prioritas. Wakil Ketua Komisi II DPR, Aria Bima, beberapa waktu lalu menegaskan bahwa pembahasan seharusnya ditangani langsung oleh Komisi II, bukan oleh Badan Legislasi (Baleg). Menurutnya, substansi penyelenggaraan pemilu memang merupakan kewenangan utama mitra kerja Komisi II.

La Tinro La Tunrung Dorong Masyarakat Perkuat Persatuan dan Keutuhan NKRI

Aria Bima menambahkan bahwa pihaknya sudah mengundang berbagai pemangku kepentingan, termasuk para pengamat, untuk membicarakan arah revisi tersebut. Dengan demikian, ia berpendapat bahwa diskusi lanjutan harus tetap berfokus di Komisi II agar proses penyusunan regulasi berjalan sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan pemilu ke depan.

Sorotan publik yang mengarah pada dominasi kalangan artis dan figur populer di DPR ikut memperkuat alasan perlunya pembenahan. Sistem saat ini dinilai lebih menguntungkan mereka yang memiliki modal besar dan nama tenar, sehingga potensi politisi berintegritas dan kompeten justru tenggelam. Hal ini, menurut Yusril, menjadi salah satu dasar kuat pemerintah mendorong revisi.

Gelombang kritik terkait kualitas parlemen pada akhirnya membuka ruang refleksi bagi pemerintah maupun legislatif. Revisi UU Pemilu yang digagas diyakini tidak sekadar mengubah aturan, tetapi juga berupaya memperbaiki wajah politik Indonesia agar lebih inklusif, setara, dan benar-benar merepresentasikan rakyat. Dengan dukungan MK, Presiden, hingga DPR, wacana ini diperkirakan akan menjadi salah satu agenda besar dalam waktu dekat.

La Tinro Soroti Konflik Lahan BUMN dan Masyarakat dalam RDPU Baleg DPR RI

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Shell Lepas Bisnis SPBU di Indonesia, Bahlil: Itu Hanya Perpindahan Kepemilikan Biasa

02

Nicholas Saputra Ciptakan Desain Perhiasan dengan Sentuhan Elemen Api

03

Okayama Connection Salurkan 100 Relief Bag untuk Warga Terdampak Gempa Kumamoto, Jepang

04

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

05

Mengintip 10 Bunker Paling Aman di Dunia, dari Swiss hingga Amerika Serikat

06

Sidang Tom Lembong: Saksi Sebut Indonesia Alami Defisit Gula pada 2015–2016

07

10 Negara Paling Dingin di Dunia pada Tahun 2025

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Kolom

× Advertisement
× Advertisement