Manyala.co – Peringkat terbaru kekuatan militer laut dunia telah dirilis oleh World Directory of Modern Military Warships (WDMMW), menempatkan Angkatan Laut Indonesia sebagai salah satu kekuatan maritim terkuat dunia pada 2025. Dengan skor TrueValueRating (TvR) sebesar 137,3, TNI AL secara mengejutkan menduduki peringkat keempat, melampaui kekuatan besar seperti Inggris, Jepang, hingga India. Penilaian WDMMW tahun ini bukan hanya berbasis jumlah armada, melainkan mempertimbangkan aspek kualitas, modernisasi, kemampuan galangan kapal lokal, pengalaman operasional, hingga keseimbangan inventaris.
Berikut adalah ulasan lengkap dan mendalam dari sepuluh kekuatan angkatan laut dunia yang mendominasi lautan global:
AS Masih Dominan, Tapi Dihadang Ketat Tiongkok
Amerika Serikat masih mempertahankan dominasinya di puncak sebagai kekuatan laut nomor satu dunia dengan skor TvR mencapai 323,9. US Navy memiliki 232 unit kapal utama, termasuk 11 kapal induk, di antaranya 10 unit kelas Nimitz dan satu unit supercarrier terbaru Ford Class. Armada selam mereka sangat masif, mencapai 68 unit, mencakup kelas Virginia, Los Angeles, Ohio, hingga Seawolf. Mereka juga memiliki 76 kapal perusak mayoritas dari kelas Arleigh Burke dan sejumlah besar kapal amfibi serta kapal anti-ranjau.
China, lewat People’s Liberation Army Navy (PLAN), membayangi ketat di posisi kedua dengan skor 319,8 dan total 405 unit kapal utama. PLAN secara agresif melakukan modernisasi besar-besaran dalam dua dekade terakhir. Saat ini, mereka telah mengoperasikan tiga kapal induk buatan lokal Type 001, Type 002, dan Type 003 serta memiliki kekuatan besar di korvet dan fregat. Armada kapal selam mereka mencapai 73 unit, dan mereka dikenal dengan kekuatan operasi pesisir dan amfibi, termasuk dalam konteks kemungkinan konflik Taiwan.
Rusia Masih Andalkan Armada Laut Dalam
Di posisi ketiga, Angkatan Laut Rusia meraih skor 242,3. Dengan 283 kapal utama, Rusia tetap mengandalkan kekuatan bawah laut dan kapal permukaan kecil seperti korvet dan OPV. Meskipun hanya memiliki satu kapal induk aktif (Admiral Kuznetsov), kekuatan kapal selam mereka sangat besar, dengan 58 unit dari berbagai kelas termasuk Borey dan Kilo II. Korvet mendominasi inventaris mereka dengan 83 unit, ditambah 48 kapal anti-ranjau serta sejumlah besar kapal patroli bersenjata.
Indonesia Kejutkan Dunia: Kekuatan Lautan yang Tak Lagi Dianggap Remeh
Dengan 245 unit kapal utama, Indonesia menjadi sorotan karena berhasil mengungguli negara-negara besar seperti Jepang, India, dan Inggris. Armada TNI AL didominasi oleh 168 OPV (Offshore Patrol Vessel) dari berbagai jenis dan buatan mayoritas hasil produksi dalam negeri. Korvet Indonesia sebanyak 25 unit, termasuk kelas Diponegoro dan Bung Tomo, memperlihatkan keberagaman sumber dan kemampuan adaptasi. Fregat sebanyak 7 unit masih aktif, termasuk dua dari kelas Martadinata buatan dalam negeri.
Indonesia juga memiliki 4 kapal selam operasional, tiga di antaranya adalah kelas Nagapasa buatan Korea Selatan yang baru dioperasikan sejak 2017. Armada amfibi Indonesia termasuk yang terbesar di kawasan, dengan 32 kapal yang terdiri dari kelas Teluk Bintuni, Makassar, hingga Teluk Gilimanuk, membentuk kekuatan dukungan darat dan mobilisasi yang signifikan.
Kekuatan Maritim Asia Timur dan Selatan: Korea, Jepang, dan India
Republik Korea (ROKN) berada di posisi kelima dengan 147 unit kapal utama dan skor 122,9. Korea Selatan fokus pada pertahanan kawasan dengan kekuatan 21 kapal selam, 13 kapal perusak, dan 17 fregat. Separuh dari armada mereka adalah kapal patroli dan OPV, mencerminkan strategi bertahan berbasis pengawasan wilayah maritim.
Sementara itu, Jepang menempati posisi keenam dengan 105 unit kapal utama dan skor 121,3. Jepang memiliki dua kapal induk helikopter, Izumo dan Hyuga, yang bisa dimodifikasi untuk membawa pesawat F-35B. Angkatan Laut Jepang juga diperkuat oleh 22 kapal selam dan 42 kapal perusak berbagai kelas, menjadikannya kekuatan penting di Pasifik Barat.
India duduk di posisi ketujuh dengan skor 100,5 dan 100 unit kapal utama. Mereka mengoperasikan dua kapal induk Vikrant dan Vikramaditya serta 19 kapal selam yang sebagian besar buatan dalam negeri. India juga memiliki 13 kapal perusak, 14 fregat, dan 18 korvet, menjadikan mereka kekuatan regional yang tangguh di Samudra Hindia.
Eropa: Kekuatan Tradisional yang Menurun?
Prancis dan Inggris berbagi skor TvR 92,9, namun menempati posisi berbeda karena perbedaan kuantitas unit. Prancis berada di peringkat kedelapan dengan 70 kapal utama, termasuk kapal induk nuklir Charles de Gaulle yang menjadi pusat operasi maritim dan udara. Armada Prancis relatif kecil namun sangat modern, dengan 8 kapal selam, 21 kapal perusak/fregat, dan kapal amfibi dari kelas Mistral.
Di posisi kesembilan, Inggris hanya memiliki 50 kapal utama, namun didukung dua kapal induk supermodern HMS Queen Elizabeth dan HMS Prince of Wales yang dilengkapi dengan pesawat tempur F-35B. Inggris juga memiliki 9 kapal selam, 6 kapal perusak, dan 8 fregat, selain sejumlah OPV dan kapal anti-ranjau.
Turki Tutup Daftar, Tapi Tampil Efisien
Angkatan Laut Turki berada di peringkat kesepuluh dengan 90 unit kapal utama dan skor TvR 80,5. Mereka mengoperasikan satu kapal induk helikopter, Anadolu, serta memiliki 13 kapal selam buatan Jerman dan Turki. Fregat dan korvet mereka masing-masing berjumlah 17 dan 9 unit, sementara OPV mereka mencapai 34 unit, menunjukkan kekuatan patroli pesisir yang cukup besar.
Peringkat WDMMW ini menegaskan bahwa kekuatan laut tidak hanya diukur dari jumlah kapal, tapi juga kapasitas produksi dalam negeri, fleksibilitas operasi, dan kesiapan tempur modern. Dominasi AS dan Tiongkok menunjukkan ketegangan yang makin memanas di kawasan Pasifik, sementara kebangkitan negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, mengindikasikan perubahan lanskap geopolitik maritim.
Dengan keberhasilan Indonesia menempati posisi keempat, strategi modernisasi pertahanan maritim nasional menunjukkan hasil nyata. Fokus pada produksi lokal, peremajaan armada, dan peningkatan kemampuan tempur menjadikan Indonesia pemain baru yang patut diperhitungkan dalam peta kekuatan laut global.
































