Dari Mitra ke Pesaing: Dampak Bantuan Militer Rusia ke China

Militer
Kemitraan yang Belum Sampai pada Tingkat Aliansi: Kerja Sama Militer Antara Rusia dan China

Manyala.co – Rusia telah memainkan peran penting dalam modernisasi militer China sejak akhir Perang Dingin, terutama melalui penjualan pesawat tempur, sistem pertahanan udara, dan alutsista laut. Selama lebih dari dua dekade, kerja sama ini membantu Beijing mempercepat peningkatan kemampuan militernya sekaligus menopang industri pertahanan Rusia yang kekurangan dana.

Pada dekade 1990-an hingga awal 2000-an, Rusia membutuhkan devisa dan pembeli senjata yang stabil, sementara China berupaya menutup kesenjangan militernya dengan Amerika Serikat, Jepang, dan Taiwan. Kedua negara juga memiliki kepentingan bersama dalam menyeimbangkan pengaruh Washington, sehingga kerja sama pertahanan dinilai saling menguntungkan pada masa itu.

Salah satu kontribusi utama Rusia adalah penjualan pesawat tempur Sukhoi Su-27 kepada China, termasuk lisensi perakitan. Kesepakatan ini melahirkan pesawat tempur Shenyang J-11, yang menjadi tulang punggung awal modernisasi angkatan udara China. Rusia juga menjual varian Su-30, yang memperkenalkan konsep pesawat multiperan, integrasi avionik, dan penggunaan berbagai jenis persenjataan modern.

Penjualan Su-35 Flanker yang lebih terbatas kemudian dilakukan, meski dinilai lebih bersifat simbolis. Pada tahap ini, China telah memiliki sejumlah proyek domestik yang relatif matang. Meski demikian, transfer teknologi mesin turbofan Rusia, khususnya mesin AL-31, menjadi faktor penting karena China lama menghadapi kesulitan memproduksi mesin pesawat yang andal.

Di sektor pertahanan udara, Rusia menjual sistem rudal S-300 dan kemudian S-400 kepada China. Sistem ini membantu meningkatkan kemampuan pertahanan udara China dan memperkuat kepercayaan diri militernya, meski penjualan S-400 dinilai tidak membawa lompatan kemampuan yang signifikan secara taktis.

Bahaya AI Kian Nyata, Ribuan Pegawai Google, Microsoft dan OpenAI Surati DPR AS

Kerja sama juga meluas ke angkatan laut, dengan penjualan kapal selam kelas Kilo dan kapal perusak kelas Sovremenny. Kapal selam tersebut dikenal memiliki tingkat kesenyapan tinggi, sementara kapal perusak memberi China kemampuan serangan permukaan yang siap operasional. Akuisisi ini mempercepat pengembangan doktrin dan kemampuan angkatan laut China.

Namun, seiring waktu, China semakin mandiri melalui peniruan dan rekayasa balik teknologi asing. Banyak sistem persenjataan China menunjukkan kemiripan desain dengan platform Rusia maupun Barat. Praktik ini mengurangi ketergantungan Beijing terhadap impor dan memungkinkan China bersaing di pasar ekspor senjata global, termasuk dengan Rusia sendiri.

Menurut analisis Harrison Kass, editor senior bidang pertahanan di 19FortyFive, hubungan tersebut menjadi semakin asimetris. China memperoleh teknologi dan pengalaman, sementara Rusia mendapatkan manfaat ekonomi jangka pendek tetapi kehilangan keunggulan jangka panjang. Meski demikian, Kass menilai peran Rusia dalam membesarkan China kerap dilebih-lebihkan karena Beijing juga memperoleh teknologi dari berbagai sumber lain.

Rusia tetap mengandalkan kekuatan pencegah utamanya, termasuk persenjataan nuklir dan sistem pertahanan domestik, sehingga penjualan senjata ke China tidak dianggap mengancam keamanan nasionalnya secara langsung. Ke depan, Rusia diperkirakan akan lebih selektif dalam menjual teknologi mutakhir, sementara China fokus pada pengembangan sistem dalam negeri.

Dalam jangka panjang, hubungan kedua negara diperkirakan bergeser, dengan Rusia berperan sebagai pemasok sumber daya secara terbatas, sementara China memperkuat posisinya sebagai kekuatan manufaktur dan militer utama di tingkat global.

Blokade Houthi Mengancam Jalur Minyak Dunia, Kapal Arab Saudi Terpaksa Putar Afrika

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Pilah Sampah Jadi Kunci Selamatkan Kota Makassar, Pakar Lingkungan Tegaskan Kewajiban Sesuai Amanat UU

02

Viral Video Syur Ibu Guru Salsa Jember, Berikut Klarifikasinya

03

BPS: Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia 2026 Capai 83,28 Persen, Masuk Kategori Sangat Memuaskan

04

Transformasi Haji Era Prabowo Berbuah Hasil, Kepuasan Jemaah 2026 Tertinggi Sepanjang Sejarah

05

Wali Kota Munafri Ikut Lari 10K dan Apresiasi Konsistensi Gelaran Makassar SMAnSA Run

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Kolom

× Advertisement
× Advertisement