Arsip Ungkap Kain Kiswa Ka’bah Pernah Dikirim ke Epstein

Epstein
Arsip Ungkap Kain Kiswa Ka’bah Pernah Dikirim ke Epstein

Manyala.co – Arsip hukum yang baru dibuka ke publik mengungkap pengiriman tiga potongan kain Kiswa Ka’bah ke kediaman Jeffrey Epstein di Florida pada 2017, berdasarkan korespondensi email yang kini menjadi bagian dari dokumen perkara terkait jaringan relasinya.

Dokumen tersebut memuat rangkaian email bertanggal Februari hingga Maret 2017 yang merinci pengiriman kain suci dari Arab Saudi ke Amerika Serikat. Korespondensi itu melibatkan pengusaha asal Uni Emirat Arab, Aziza al-Ahmadi, dan seorang pria bernama Abdullah al-Maari, yang mengatur logistik dan administrasi pengiriman ke rumah Epstein.

Menurut arsip yang dilaporkan Middle East Monitor pada Senin (2/2/2026), kain yang dikirim berkaitan dengan Kiswa, kain hitam berhias sulaman emas yang menyelimuti Ka’bah di Mekkah. Kiswa diganti setiap tahun, sementara bagian dari kain lama diperlakukan sebagai artefak religius bernilai tinggi oleh umat Islam.

Email-email tersebut menunjukkan pengiriman dilakukan melalui kargo udara menggunakan maskapai British Airways. Prosesnya mencakup penyusunan faktur, dokumen kepabeanan, serta pengiriman lanjutan di dalam wilayah Amerika Serikat. Arsip mencatat kiriman tiba di kediaman Epstein di Florida pada Maret 2017.

Dalam korespondensi itu disebutkan bahwa tiga potongan kain dikirim. Potongan pertama berasal dari bagian dalam Ka’bah, potongan kedua dari kain luar Ka’bah yang pernah digunakan, dan potongan ketiga dibuat dari bahan yang sama namun tidak pernah dipakai. Untuk kepentingan administrasi, kain yang tidak digunakan tersebut diklasifikasikan sebagai “karya seni”, sebagaimana tertulis secara eksplisit dalam email pengurusan pengiriman.

Pra Muktamar V Wahdah Islamiyah, Ustadz Zaitun Rasmin: Momentum Perkuat Konsolidasi dan Evaluasi Perjalanan Dakwah

Dokumen tidak menjelaskan bagaimana kain-kain tersebut diperoleh maupun alasan pengirimannya kepada Epstein. Pengiriman tersebut terjadi bertahun-tahun setelah Epstein menjalani hukuman penjara dan terdaftar sebagai pelaku kejahatan seksual. Hingga Minggu malam, tidak terdapat konfirmasi resmi mengenai dasar hukum atau izin pengalihan artefak religius tersebut.

Dalam salah satu email, Ahmadi menjelaskan makna religius kain tersebut kepada Epstein. Ia menulis, “Potongan kain hitam itu telah disentuh oleh sedikitnya 10 juta Muslim dari berbagai mazhab, Sunni, Syiah, dan lainnya.” Ia menambahkan bahwa jutaan jamaah mengelilingi Ka’bah dan menyentuh kain tersebut sambil memanjatkan doa, harapan, dan permohonan.

Email itu menggambarkan kesakralan Kiswa bagi umat Islam, namun tidak memberikan konteks mengenai tujuan pengiriman maupun pemahaman pengirim terhadap latar belakang Epstein. Arsip juga tidak menunjukkan apakah Ahmadi mengetahui aktivitas yang berlangsung di properti Epstein.

Dokumen tambahan memperlihatkan komunikasi lanjutan antara Ahmadi dan staf Epstein setelah Badai Irma melanda kawasan Karibia pada September 2017. Dalam balasan email, sekretaris Epstein menyampaikan, “Semua orang selamat dan itu yang paling penting… kondisinya berantakan tapi semuanya bisa dibangun kembali.” Ahmadi kemudian membalas, “Janji akan kirim tenda baru ;)”.

Arsip tersebut juga mencatat bahwa asisten lama Epstein, Lesley Groff, pernah mengirimkan alat uji DNA kepada Ahmadi, tanpa penjelasan mengenai tujuan pengiriman itu. Epstein sendiri jarang berkomunikasi langsung, dan lebih sering melalui para asistennya.

Bapenda Makassar Catat Surplus Rp130 Miliar, Realisasi Pendapatan Tembus 49 Persen

Secara terpisah, sebuah memo FBI yang dirilis Jumat malam menyebutkan Epstein memiliki hubungan dekat dengan mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Barak, dan mengklaim ia “dilatih sebagai mata-mata”. Hingga kini, belum ada konfirmasi independen atau pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai isi memo tersebut.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Pilah Sampah Jadi Kunci Selamatkan Kota Makassar, Pakar Lingkungan Tegaskan Kewajiban Sesuai Amanat UU

02

Viral Video Syur Ibu Guru Salsa Jember, Berikut Klarifikasinya

03

BPS: Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia 2026 Capai 83,28 Persen, Masuk Kategori Sangat Memuaskan

04

Transformasi Haji Era Prabowo Berbuah Hasil, Kepuasan Jemaah 2026 Tertinggi Sepanjang Sejarah

05

Wali Kota Munafri Ikut Lari 10K dan Apresiasi Konsistensi Gelaran Makassar SMAnSA Run

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Kolom

× Advertisement
× Advertisement