Penunjukan Jubir oleh Prabowo, Upaya Atasi Masalah Komunikasi Istana?

Penunjukan Jubir oleh Prabowo, Upaya Atasi Masalah Komunikasi Istana? - Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) - Gambar 1936
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (17/3/2025).(DOK. Humas Kemenpan-RB)

Manyala.co – Di awal masa jabatannya, Presiden Prabowo Subianto mulai menyoroti lemahnya komunikasi pemerintah kepada publik. Beberapa kali, ia secara terbuka mengakui bahwa penyampaian pesan dari pemerintah, termasuk dari lingkungan Istana Kepresidenan, belum berjalan optimal. Ia menilai, banyak program baik pemerintah yang belum tersampaikan secara jelas sehingga menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

“Saya sadar, beberapa minggu terakhir ini bahwa komunikasi dari pemerintah yang saya pimpin memang agak kurang. Dan itu tanggung jawab saya,” ujar Prabowo saat bertemu investor dan ekonom di Menara Mandiri, Jakarta, Selasa (8/4/2025).

Sebagai respons, Prabowo pun mengambil langkah strategis dengan menunjuk juru bicara presiden. Pilihannya jatuh pada Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi. Penunjukan ini tidak disertai pelantikan resmi karena menurut Prasetyo, ia menjalankan fungsi komunikasi selaras dengan tugasnya sebagai Mensesneg.

“Tidak perlu pelantikan. Kita semua diminta aktif berkomunikasi, apalagi saya sebagai Mensesneg,” kata Prasetyo kepada wartawan, Kamis (17/4/2025). Ia juga menegaskan bahwa perannya tidak menggantikan Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) yang dipimpin Hasan Nasbi. “PCO tetap ada. Kita semua bekerja bersama.”

Meski demikian, langkah ini menimbulkan spekulasi bahwa Prabowo mulai kehilangan kepercayaan pada Hasan Nasbi, terlebih setelah sejumlah pernyataan Hasan dianggap blunder. Salah satunya adalah saat Hasan menanggapi kasus teror kepala babi kepada jurnalis Tempo dengan bercanda, menyarankan agar kepala babi tersebut “dimasak saja” alih-alih mengecam tindakan tersebut.

La Tinro La Tunrung Dorong Masyarakat Perkuat Persatuan dan Keutuhan NKRI

Prasetyo membantah bahwa penunjukannya berkaitan dengan insiden tersebut. Menurutnya, pemerintah hanya ingin memperkuat komunikasi publik, bukan menggantikan siapa pun. “Kalau ada yang kurang, ya kita perbaiki,” ujarnya.

Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, menilai langkah ini sebagai upaya Prabowo menempatkan orang kepercayaannya di posisi strategis komunikasi. Prasetyo yang merupakan kader Partai Gerindra dan bagian dari lingkaran dekat Prabowo dinilai mampu memahami maksud presiden bahkan hanya dari gesturnya. Hal ini penting untuk mencegah kesalahan komunikasi di masa mendatang.

“Prabowo butuh orang yang bisa benar-benar memahami dan menerjemahkan maksudnya, supaya tidak ada lagi blunder komunikasi yang merugikan,” kata Adi.

Blunder komunikasi Hasan Nasbi memang menjadi perhatian publik. Dalam menanggapi teror kepala babi, Hasan menyatakan tidak ada kebebasan pers yang terganggu selama media masih bisa meliput dan menyuarakan pendapat secara bebas. Ia kemudian mengklarifikasi bahwa komentarnya hanya menyesuaikan dengan sikap wartawan Tempo yang menyikapi teror dengan santai.

Hasan bahkan membandingkannya dengan reaksi masyarakat saat terjadi bom Sarinah 2016, ketika warga merespons teror dengan berjualan dan menunjukkan bahwa mereka tidak takut.

La Tinro Soroti Konflik Lahan BUMN dan Masyarakat dalam RDPU Baleg DPR RI

Namun, masalah komunikasi di lingkaran Istana tidak hanya berhenti di sana. Pernyataan Prabowo sendiri soal trading saham yang disamakan dengan judi juga sempat menimbulkan keresahan di pasar modal. Komentar tersebut dikhawatirkan berdampak pada kepercayaan investor dan stabilitas ekonomi.

Kondisi ini mempertegas bahwa pemerintah memang perlu memperbaiki pola komunikasinya. Penunjukan Prasetyo sebagai juru bicara bisa menjadi langkah awal untuk memastikan pesan-pesan pemerintah tersampaikan dengan tepat dan tidak menimbulkan kegaduhan baru.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Wali Kota Munafri Dampingi Mensos RI Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga di Makassar

02

Wali Kota Munafri Lepas Kontingen Makassar ke Porprov Sulsel 2026, Target Pertahankan Gelar Juara

03

Presiden Prabowo Lantik Syahganda dan Fadli sebagai Kepala dan Wakil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah

04

Presiden Prabowo Angkat 26 Anggota Wantimpres di Istana Negara

05

Reshuffle Kabinet, Prabowo Lantik 16 Menteri, Wamen hingga Pejabat Negara

06

Presiden Prabowo Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Lubang Buaya

07

UMKM di Era AI: Jangan Sekadar Go Digital, Jadilah Go Intelligent

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Kolom

× Advertisement
× Advertisement