Hamzah Sulaiman, Sosok di Balik Raminten dan Mirota Batik, Tutup Usia

Hamzah Sulaiman, Sosok di Balik Raminten dan Mirota Batik, Tutup Usia - Hamzah Sulaiman - Gambar 1862
Hamzah Sulaiman alias Raminten meninggal dunia pada usia 75 tahun. Kabar duka ini diketahui lewat unggahan di akun Instagram @houseoframinten pada Kamis (24/4/2025).

Manyala.co – Yogyakarta kehilangan salah satu tokoh ikoniknya. Hamzah Sulaiman, yang lebih dikenal publik sebagai Raminten, meninggal dunia dalam usia 75 tahun. Sosoknya tak hanya dikenal sebagai pengusaha sukses, tetapi juga sebagai pelestari budaya Jawa melalui kuliner dan seni.

Kabar duka ini diumumkan melalui akun Instagram resmi @houseoframinten pada Kamis, 24 April 2025. “Selamat jalan Kanjeng… Terima kasih atas segalanya. Engkau bukan hanya pemimpin, tapi juga guru dan panutan kami,” tulis akun tersebut. Namun hingga kini, belum ada informasi resmi mengenai penyebab wafatnya.

Hamzah lahir pada 7 Januari 1950. Ia merupakan anak bungsu dari pasangan Hendro Sutikno (Tan Kiem Tik) dan Tini Yunianti (Nyoo Tien Nio), pendiri Grup Mirota. Setelah menyelesaikan pendidikan di jurusan Bahasa Inggris Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Hamzah sempat merantau dan bekerja sebagai pelayan di kapal pesiar hingga ke Amerika Serikat pada era 1970-an.

Namun, saat sang ayah sakit, ia memutuskan untuk kembali ke tanah air dan meneruskan bisnis keluarga bersama saudara-saudaranya. Pada tahun 1976, Hamzah mendirikan Mirota Batik—toko batik yang kemudian menjadi cikal bakal usahanya yang besar. Sayangnya, musibah kebakaran pada tahun 2004 menghancurkan toko tersebut. Tak menyerah, Hamzah bangkit dan membangun ulang usahanya dengan nama baru: Hamzah Batik. Kini, tempat itu menjadi salah satu destinasi belanja favorit wisatawan yang ingin mencari oleh-oleh khas Jogja.

Tak berhenti di dunia fesyen, Hamzah melebarkan sayap ke dunia kuliner dengan mendirikan The House of Raminten pada tahun 2008. Konsep restoran ini menggabungkan nuansa budaya Jawa yang kental, mulai dari dekorasi hingga menu makanan seperti nasi kucing yang sederhana namun khas. Nama “Raminten” sendiri berasal dari karakter perempuan Jawa yang diperankannya dalam sebuah acara komedi situasi di televisi lokal. Penampilannya yang unik dengan kebaya dan konde melekat kuat dalam ingatan publik.

Bantu Warga di Musim Kemarau, Pemkot Makassar Terus Salurkan Air Bersih untuk 26 Ribu KK di 9 Kecamatan

The House of Raminten kini menjadi salah satu ikon kuliner Yogyakarta, dan selalu masuk daftar kunjungan wisatawan yang ingin merasakan sensasi makan dalam suasana budaya Jawa yang autentik.

Atas dedikasinya dalam melestarikan budaya Jawa, Hamzah menerima gelar kehormatan dari Sri Sultan Hamengkubuwono X pada tahun 2014. Ia dianugerahi gelar Kanjeng Mas Tumenggung (KMT) Tanoyo Hamiji Nindyo, sekaligus diangkat sebagai Abdi Dalem Kraton Yogyakarta.

Kepergian Hamzah Sulaiman meninggalkan duka mendalam bagi banyak orang, namun juga meninggalkan jejak warisan budaya yang akan terus dikenang dan diapresiasi. Jogja kehilangan salah satu wajah budayanya, namun semangat Raminten akan tetap hidup dalam setiap sajian dan senyuman yang ia tinggalkan.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Wabup Enrekang Serahkan Bingkisan kepada Veteran pada HUT ke-81 TNI

02

Dikbud Enrekang Raih Juara 1 Lomba Gerak Jalan HUT ke-81 RI Tingkat OPD

03

Kejari dan Pemkab Enrekang Mulai Revitalisasi Sarana Pendidikan, Anggaran TK Pembina Rp1,34 Miliar

04

Wabup Enrekang Dorong Pemerataan Listrik, 9 Titik Lisdes Siap Dikembangkan

05

Bupati Enrekang Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Tekankan Pentingnya Persatuan Bangsa

06

Pemkab Enrekang Buka Seleksi Direktur Perumda Tirta Massenrempulu Periode 2026–2031

07

Bantu Warga di Musim Kemarau, Pemkot Makassar Terus Salurkan Air Bersih untuk 26 Ribu KK di 9 Kecamatan

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

Kolom

× Advertisement
× Advertisement