Manyala.co – Laga sengit leg pertama semifinal Liga Champions 2024/2025 antara Barcelona kontra Inter Milan diwarnai drama enam gol dan kontroversi keputusan wasit. Pertandingan yang digelar di Estadi Olimpic Lluis Companys, Kamis (1/5/2025) dini hari WIB, berakhir imbang dengan skor 3-3, namun bukan tanpa kisah panas.
Inter Milan nyaris membawa pulang kemenangan setelah Henrikh Mkhitaryan mencetak gol keempat di menit ke-75. Namun, harapan itu sirna setelah teknologi offside semi-otomatis mendeteksi ujung sepatu Mkhitaryan melewati garis terakhir pertahanan lawan—sebuah selisih yang hanya beberapa sentimeter.
Sang gelandang asal Armenia tampak terpukul oleh momen itu. “Saya mungkin akan mengingat kejadian itu sepanjang hidup saya,” ucapnya dalam wawancara bersama Amazon Prime Video Italia. Ia mengaku kecewa berat karena gol tersebut datang pada momen krusial yang bisa mengubah arah pertandingan.
Barcelona Bangkit, Inter Gigit Jari
Dalam pertandingan tersebut, Inter Milan sempat unggul lewat dua gol Denzel Dumfries, sebelum akhirnya Barcelona bangkit melalui Lamine Yamal, Ferran Torres, dan satu gol bunuh diri dari kiper Yann Sommer. Hasil seri ini membuat leg kedua di Stadion Giuseppe Meazza akan menjadi penentu siapa yang berhak melaju ke final.
Inter datang ke laga ini dengan kondisi mental yang belum pulih setelah rentetan hasil buruk—tereliminasi dari Coppa Italia oleh AC Milan dan kehilangan posisi puncak klasemen Serie A dari Napoli. Kekalahan-kekalahan tersebut meredupkan harapan meraih treble musim ini.
Mkhitaryan menyebut timnya masih punya semangat besar untuk bangkit. “Kami tahu ini momen sulit, tapi kami ingin menutup musim ini dengan kepala tegak. Masih ada peluang, dan kami akan mengejar itu,” tegasnya.
Simone Inzaghi Murka: “Saya Tak Paham Kenapa Gol Itu Dibatalkan”
Sementara itu, pelatih Inter Milan, Simone Inzaghi, tampak kesal dan tidak bisa menyembunyikan emosinya saat menanggapi keputusan VAR yang menganulir gol Mkhitaryan.
“Kami sudah unggul dua kali, lalu gol penting dianulir karena sesuatu yang saya sendiri belum benar-benar pahami. Ini sungguh membuat frustrasi,” ujarnya dikutip dari SempreInter.
Meski enggan terlalu jauh mengomentari kinerja wasit dan VAR, Inzaghi mengisyaratkan bahwa keputusan-keputusan seperti ini dapat mengubah jalannya kompetisi. “Saya tidak akan memperpanjang soal VAR, tapi keputusan seperti itu jelas bisa mengubah hasil pertandingan,” tambahnya tegas.
Laga Penentuan Menanti di Meazza
Dengan hasil imbang 3-3 di leg pertama, duel panas leg kedua bakal berlangsung di markas Inter, Stadion Giuseppe Meazza, pada Rabu, 7 Mei 2025 mendatang. Kemenangan menjadi harga mati bagi Inter Milan jika ingin terus menyalakan mimpi meraih gelar ganda—Serie A dan Liga Champions.
Namun jika kalah, bukan tidak mungkin musim ini akan ditutup tanpa trofi alias zero tituli, mengingat posisi mereka di Serie A juga mulai goyah. Situasi ini menjadikan laga leg kedua nanti bukan sekadar soal lolos ke final, melainkan pertaruhan marwah bagi pasukan Simone Inzaghi.

































