Manyala.co – Pemerintah Kota Makassar kini terus memacu persiapan proyek strategis mereka, pembangunan Stadion Untia yang digadang-gadang menjadi ikon baru olahraga di Sulawesi Selatan. Terletak di Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, stadion ini akan berdiri di atas lahan seluas lebih dari 6 hektare yang saat ini masih berupa rawa.
Proyek ini tidak hanya menjadi bagian dari prioritas kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, tetapi juga tercantum sebagai program strategis dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Makassar. Stadion Untia ditargetkan mampu menampung minimal 20.000 penonton dengan fasilitas berstandar FIFA.
Namun, pembangunan stadion ini bukan proyek yang instan. Tahapan panjang telah disusun, dimulai dari studi kelayakan hingga proses fisik, yang direncanakan rampung secara bertahap mulai tahun 2025 hingga 2028.
Perencanaan dan Dokumen Awal Disiapkan Sejak 2025
Langkah awal Pemkot Makassar dimulai pada 2025 dengan menyusun berbagai dokumen penting seperti feasibility study (FS), analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal), dan analisis dampak lalu lintas (Andalalin). Dana sebesar Rp 2,3 miliar telah dialokasikan dalam APBD untuk mendanai proses ini, dengan rincian Rp 1 miliar untuk FS, Rp 1 miliar untuk Amdal, dan Rp 300 juta untuk Andalalin.
Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly, menargetkan seluruh dokumen perencanaan ini sudah rampung pada akhir tahun 2025. Tender untuk pekerjaan dokumen tersebut dijadwalkan mulai digelar pada Juli 2025, dengan kontrak ditandatangani sekitar September.
Penimbunan Lahan Stadion Direncanakan Tahun 2026
Menghadapi kondisi lahan yang masih berupa rawa, tahapan berikutnya adalah penimbunan yang dijadwalkan mulai 2026. Untuk itu, Pemkot Makassar telah merencanakan anggaran sebesar Rp 70 miliar. Penimbunan ini dinilai sangat penting sebelum masuk ke tahap pembangunan fisik, agar lahan menjadi siap konstruksi.
Peninjauan terhadap lahan telah dilakukan sejak awal 2025, termasuk melibatkan aparat penegak hukum seperti kepolisian dan kejaksaan untuk memastikan aspek legalitas dan status kepemilikan lahan benar-benar bersih dari persoalan hukum. “Kita pastikan tidak ada masalah sosial atau administratif yang berpotensi menghambat pengerjaan ke depan,” terang Zulkifly.
Pembangunan Fisik Diharapkan Mulai pada 2027
Setelah proses penimbunan dan penyusunan detail engineering design (DED) rampung di tahun 2026, barulah proses konstruksi stadion dijadwalkan dimulai pada 2027. Kepala Bidang Perencanaan Infrastruktur Bappeda Makassar, Andi Irwan Andanawijaya, menyebutkan bahwa stadion akan dibangun melalui kontrak tahun jamak (multiyears contract) yang berlaku hingga 2028.
“Semua proses kita rancang selangkah demi selangkah, tidak ada yang kita buru-buru. Kami ingin pastikan lahan sudah stabil dan tidak perlu lagi pekerjaan tambahan saat konstruksi fisik dimulai,” ujar Irwan.
Skema Investasi Jadi Sumber Pendanaan Utama
Menariknya, proyek Stadion Untia dirancang tidak sepenuhnya mengandalkan APBD Kota Makassar. Pemkot kini berupaya menggandeng investor lewat skema kerja sama investasi dengan estimasi nilai proyek mencapai Rp 250 miliar. Sejumlah investor disebut telah melakukan audiensi dengan Wali Kota Makassar terkait minat mereka terhadap proyek ini, meskipun belum diungkapkan secara rinci siapa saja pihak yang terlibat.
Irwan menyebutkan, pembangunan stadion ini bisa saja dibiayai melalui APBN jika skema investasi tidak berhasil sepenuhnya. Namun, pihaknya tetap mengedepankan opsi partisipasi swasta guna meminimalkan beban anggaran daerah.
“Kami optimis stadion ini bisa dibangun dengan pembiayaan kreatif yang tidak sepenuhnya membebani APBD. Saat ini masih tahap penjajakan dan negosiasi dengan calon investor,” katanya.
Proyek Strategis untuk Warga dan Klub Sepak Bola Makassar
Keberadaan Stadion Untia diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan fasilitas olahraga berstandar internasional, tetapi juga menjadi wadah kebanggaan bagi masyarakat Kota Makassar. Stadion ini diproyeksikan sebagai markas baru bagi klub-klub sepak bola lokal, ajang kegiatan olahraga pelajar, hingga pertunjukan konser dan event berskala besar.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin sendiri pernah meninjau langsung lokasi lahan bersama Dirut PT Jakpro untuk mengecek kesiapan lokasi dan legalitas aset. Ia menegaskan bahwa stadion ini akan menjadi warisan monumental yang mencerminkan visi Makassar sebagai kota maju dan kompetitif di bidang olahraga dan infrastruktur.
Dengan skema bertahap, perencanaan yang matang, serta pelibatan berbagai pihak mulai dari teknokrat, aparat penegak hukum, hingga investor, pembangunan Stadion Untia menjadi proyek infrastruktur yang cukup ambisius namun realistis. Jika semua berjalan sesuai rencana, stadion ini bisa menjadi simbol transformasi Makassar di bidang olahraga dan pengembangan kawasan.
Pembangunan stadion bukan semata membangun bangunan fisik, tetapi juga menciptakan ruang publik yang memperkuat identitas kota, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan menjadi pemicu semangat sportivitas di tengah masyarakat.
































