Jalan Tol Sulsel Baru 25 Km, DPR Desak Percepatan Infrastruktur

Jalan Tol
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras (Dok. TRIBUN-TIMUR.COM)

Manyala – Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras menyoroti ketimpangan infrastruktur di Sulawesi Selatan, dengan panjang jalan tol baru sekitar 25 kilometer atau kurang dari 1 persen total nasional, yang dinilai memicu kemacetan.

Ketimpangan pembangunan infrastruktur kembali menjadi perhatian di Sulawesi Selatan, khususnya terkait minimnya panjang jalan tol yang tersedia di wilayah tersebut. Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, mengungkapkan bahwa total panjang jalan tol di provinsi itu saat ini baru mencapai sekitar 25 kilometer.

Angka tersebut dinilai sangat kecil jika dibandingkan dengan total panjang jalan tol nasional, bahkan tidak mencapai 1 persen. Kondisi ini disebut menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan kemacetan lalu lintas, tidak hanya saat periode mudik, tetapi juga pada hari-hari biasa.

“Tidak hanya saat lebaran, di hari biasa pun kemacetan sudah menjadi persoalan serius di Sulawesi Selatan,” kata Andi Iwan kepada wartawan, Jumat (17/4/2026).

Ia mendorong pemerintah pusat untuk meningkatkan pembangunan jalan tol di Sulawesi Selatan guna mengurangi beban lalu lintas yang terus meningkat. Menurutnya, keterbatasan akses jalan bebas hambatan membuat distribusi kendaraan menjadi tidak efisien, terutama di jalur utama antarwilayah.

Instruksi Wali Kota Makassar: Mulai 1 Agustus, TPA Tamangapa Tak Lagi Terima Sampah Campur

Selain itu, Andi Iwan juga menyoroti kondisi ruas jalan Makassar–Parepare yang menjadi salah satu jalur vital di Pulau Sulawesi. Ia menyebut, selama hampir 24 tahun, ruas jalan tersebut tidak mengalami peningkatan signifikan, dan hanya mendapatkan pemeliharaan rutin.

Padahal, jalur tersebut memiliki peran strategis sebagai penghubung antarprovinsi, termasuk Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, hingga wilayah utara lainnya. Beban kendaraan yang tinggi tanpa diimbangi peningkatan kapasitas dinilai memperparah kondisi lalu lintas.

“Padahal ruas ini merupakan bottleneck atau titik kemacetan utama bagi kendaraan dari Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, hingga wilayah utara lainnya,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan preservasi atau pemeliharaan rutin tidak lagi memadai untuk mengatasi persoalan tersebut. Diperlukan rekonstruksi menyeluruh agar jalan dapat menampung volume kendaraan yang terus bertambah.

“Sudah tidak memadai jika hanya dilakukan pemeliharaan. Dibutuhkan rekonstruksi agar kendaraan bisa melintas dengan normal,” kata Andi Iwan.

Pemkot Makassar Tuntaskan BAST Renovasi, DPRD Segera Tempati Gedung Sementara di Pettarani

Selain aspek jalan tol dan jalan nasional, ia juga menyinggung minimnya fasilitas pendukung seperti rest area di jalur utama. Keterbatasan fasilitas ini dinilai turut memperburuk kondisi lalu lintas, terutama saat terjadi lonjakan kendaraan.

Di sisi lain, ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor, khususnya antara operator pelabuhan dan aparat kepolisian. Hal ini diperlukan untuk memastikan distribusi kendaraan berjalan lancar dan tidak terjadi penumpukan di titik-titik tertentu.

“Koordinasi antara operator pelabuhan dan kepolisian harus diperkuat agar distribusi kendaraan lebih merata dan tidak terjadi penumpukan,” ujarnya.

Hingga saat ini, belum ada rincian tambahan dari pemerintah pusat terkait rencana percepatan pembangunan jalan tol di Sulawesi Selatan maupun alokasi anggaran terbaru untuk peningkatan infrastruktur di wilayah tersebut.

Komdigi Apresiasi Wali Kota Munafri, MCH Nabuka Nusantara Jadi Ruang Kreatif Anak Muda Makassar

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

02

Gelar Penelitian di Pesisir Singkawang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya Dorong Kolaborasi Blue Economy

03

Ancaman Perang Baru di Timur Tengah, Houthi Ultimatum Arab Saudi dan Siap Tutup Selat Bab al-Mandeb

04

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

05

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Kolom

× Advertisement
× Advertisement