Daftar Negara dengan Konsumsi Beras Tertinggi: Indonesia Tertinggal di Luar 10 Besar

Daftar Negara dengan Konsumsi Beras Tertinggi: Indonesia Tertinggal di Luar 10 Besar - Indonesia - Gambar 479
Daftar Negara Konsumsi Beras Tertinggi. (dok.Canva).

Manyala.co – Beras bukan hanya sekadar makanan pokok di banyak negara, terutama di kawasan Asia. Lebih dari itu, nasi merupakan elemen penting dalam kehidupan sehari-hari yang merentang dari dapur rumah tangga hingga ke perayaan budaya dan tradisi leluhur. Di balik piring nasi yang kita makan setiap hari, ada angka-angka konsumsi yang mengejutkan dan mengungkap seberapa dalam ikatan manusia dengan makanan sederhana ini.

Menurut laporan yang dirilis oleh situs keuangan Insider Monkey tahun 2023, sepuluh negara di dunia tercatat sebagai konsumen nasi terbesar berdasarkan rata-rata konsumsi per kapita. Sumber data ini berasal dari Foreign Agricultural Service (FAS) milik Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), dan konsumsi per orang dihitung dengan membagi total konsumsi nasional dengan jumlah populasi negara yang diambil dari data Bank Dunia.

Laos Jadi Jawara Konsumsi Nasi

Peringkat teratas dalam daftar ini diisi oleh Laos. Negara kecil di Asia Tenggara ini memiliki konsumsi beras per kapita mencapai 262,6 kilogram per tahun. Dengan populasi sekitar 7,4 juta jiwa, total konsumsi tahunan Laos menyentuh angka 1,95 juta metrik ton. Data ini mencerminkan betapa nasi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Laos.

Menyusul di posisi kedua adalah tetangganya, Kamboja, yang mencatatkan angka 250,2 kg per kapita dengan total konsumsi mencapai 4,15 juta metrik ton untuk populasi sekitar 16,5 juta jiwa. Di posisi ketiga, Bangladesh negara dengan salah satu populasi terbesar di dunia menampilkan angka konsumsi yang tak kalah fantastis, yakni 225,6 kg per orang per tahun, dengan total mencapai lebih dari 38 juta metrik ton.

Menkeu Bantah Indonesia Menuju Resesi Ekonomi

Dominasi Asia dan Kejutan dari Afrika

Mayoritas negara dalam daftar ini memang berasal dari Asia, namun Afrika juga menunjukkan kehadiran yang kuat. Guinea dan Sierra Leone, dua negara di kawasan Afrika Barat, masing-masing mencatat konsumsi per kapita sebesar 184,7 kg dan 169,2 kg. Ini menunjukkan bahwa budaya makan nasi juga melekat erat di benua Afrika.

Vietnam (221,6 kg), Myanmar (191,5 kg), dan Thailand (177,4 kg) semakin memperkuat dominasi Asia dalam hal konsumsi nasi. Vietnam sendiri memiliki total konsumsi sekitar 21,6 juta metrik ton dari populasinya yang mencapai lebih dari 97 juta jiwa. Thailand, meskipun dikenal sebagai salah satu eksportir beras terbesar dunia, ternyata juga mengonsumsi dalam jumlah besar di dalam negeri.

Di luar Asia dan Afrika, negara kecil Guyana di Amerika Selatan muncul sebagai anomali yang menarik. Negara berpenduduk kurang dari satu juta ini mencatat konsumsi 217,5 kg per kapita, menjadikannya satu-satunya wakil dari benua Amerika yang masuk ke dalam daftar sepuluh besar versi Insider Monkey.

Indonesia Hanya di Peringkat 15

Begini Strategi Minum Air Agar Tetap Bertenaga dan Terhindar Dehidrasi Saat Puasa

Meski terkenal sebagai bangsa pemakan nasi, Indonesia ternyata tidak masuk dalam 10 besar negara dengan konsumsi beras per kapita tertinggi. Posisi Indonesia berada di peringkat ke-15, dengan rata-rata konsumsi sebanyak 128,6 kilogram per orang per tahun. Namun, dari sisi total volume, Indonesia mencatat angka mencolok: 35,2 juta metrik ton per tahun, mencerminkan populasi besar negeri ini.

Data ini mungkin mengejutkan sebagian masyarakat Indonesia yang menganggap nasi sebagai makanan utama. Namun, tingginya jumlah penduduk membuat angka per kapita tak setinggi yang dibayangkan.

Versi Lain dari ReportLinker: Perbedaan Metodologi, Perbedaan Hasil

Untuk memberikan perspektif lain, ReportLinker sebuah platform penyedia data industri dan riset pasar juga merilis daftar negara dengan konsumsi beras per kapita tertinggi. Hasilnya sedikit berbeda.

Menurut ReportLinker, Vietnam tetap berada di posisi puncak dengan 152,08 kg per kapita, diikuti oleh Indonesia di posisi kedua dengan 120,5 kg per kapita. Meski jumlah ini lebih kecil dari data Insider Monkey, posisi Indonesia justru lebih tinggi dalam versi ini. Beberapa negara lain yang masuk daftar versi ReportLinker adalah Jepang, Iran, dan Nigeria, yang menunjukkan persebaran geografis konsumsi nasi yang cukup luas.

Jalangkote Tetap Jadi Takjil Favorit Warga Makassar

Negara-negara Barat seperti Australia, Kanada, Inggris, dan Argentina juga masuk dalam daftar 10 besar versi ReportLinker, meskipun angkanya relatif kecil berkisar 9 hingga 21 kilogram per kapita. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun bukan makanan pokok utama, nasi tetap memiliki tempat dalam pola makan masyarakat global.

Lebih dari Sekadar Makanan: Nasi sebagai Identitas Budaya

Nasi memiliki makna yang jauh melampaui nilai gizinya. Dalam wawancara dengan SBS Australia, sejarawan makanan Dr. Cecilia Leong-Salobir dari University of Western Australia mengungkapkan bahwa nasi memainkan peran penting dalam kehidupan masyarakat Asia, mulai dari makanan pertama bayi hingga makanan pemulih bagi yang sakit.

Menurutnya, nasi bukan hanya makanan, tapi juga simbol kenyamanan dan kebersamaan. Banyak diaspora Asia di negara-negara Barat menjadikan nasi sebagai kenangan akan kampung halaman dan keluarga.

Bahkan, praktik mencuci beras sebelum memasak bisa menjadi bahan lelucon jika dilakukan dengan cara yang tidak lazim. Komedian seperti Jo Koy dan Nigel Ng (Uncle Roger) menjadikan kebiasaan ini sebagai materi humor yang relatable bagi audiens Asia.

Dalam berbagai perayaan dan hari besar keagamaan, nasi sering kali menjadi bagian tak terpisahkan dari hidangan utama. Tak heran jika penyimpangan dari cara memasak nasi yang “seharusnya” bisa memicu emosi atau canda tawa di kalangan masyarakat Asia.

Meskipun Indonesia dikenal luas sebagai salah satu negara dengan konsumsi nasi tertinggi, data memperlihatkan bahwa negara-negara seperti Laos, Kamboja, dan Bangladesh memiliki konsumsi per kapita yang jauh lebih tinggi. Ini menyoroti pentingnya mempertimbangkan jumlah penduduk dalam melihat tren konsumsi makanan. Nasi, pada akhirnya, adalah lebih dari sekadar karbohidrat ia adalah bagian dari identitas kolektif dan budaya sehari-hari jutaan orang di seluruh dunia.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Khamenei Gugur dalam Serangan Militer AS–Israel di Teheran

02

Pererat Silaturahmi Alumni, IKA Teknik Sipil Unhas Gelar Halal Bi Halal 2026

03

Buka Puasa Penuh Inovasi! RT 08 Permata Hijau Lestari Resmi Luncurkan Gerakan Wanita Tani 08

04

Bareng Daeng Guard, Story Gym Makassar Bagikan 1.000 Paket Takjil Ramadhan ke Masyarakat

05

Lantik Pengurus IKATSI Periode 2025-2029, DPP IKATEK Unhas: Regenerasi Kunci Keberlanjutan Organisasi

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Kolom