Pesona Kota Tua Gorontalo, Warisan Sejarah Kolonial di Tepi Teluk Tomini yang Masih Bertahan

Pesona Kota Tua Gorontalo, Warisan Sejarah Kolonial di Tepi Teluk Tomini yang Masih Bertahan - Gorontalo - Gambar 147
Tomini, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, Indonesia.

Manyala.co – Jika Jakarta memiliki Kota Tua dan Semarang dikenal dengan kawasan Kota Lama, maka Gorontalo pun menyimpan jejak sejarah yang tak kalah menarik. Bedanya, kawasan bersejarah di Kota Gorontalo justru menawarkan keunikan tersendiri: bangunan kolonial yang didominasi satu lantai, tetap kokoh berdiri meski usia rata-rata sudah lebih dari seabad.

Kawasan ini menjadi bukti perjalanan panjang Gorontalo sejak masa pemerintahan Hindia Belanda hingga kini. Letaknya yang strategis di tepi Teluk Tomini menjadikan Gorontalo tumbuh sebagai kota kecil yang nyaman, jauh dari hiruk-pikuk lalu lintas padat dan polusi khas kota besar.

Jejak Arsitektur Kolonial yang Utuh

Menurut catatan arkeolog Irfanuddin Marzuki dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sebaran bangunan tua di Gorontalo bisa dibilang salah satu yang paling utuh di Sulawesi. Banyak di antaranya masih difungsikan sesuai peruntukan awal, sebagian lain berubah fungsi menjadi tempat usaha, rumah tinggal, atau lokasi wisata kuliner.

Salah satu bangunan yang menonjol adalah bekas rumah Asisten Residen Gorontalo yang diperkirakan berdiri awal 1900-an. Gedung beton tersebut berada di kawasan nol kilometer kota dan menghadap alun-alun luas. Di sekitarnya berjejer kantor pemerintahan lama, rumah dinas, hotel, hingga gereja tua yang memperkuat nuansa kolonial.

Tidak jauh dari sana, sebuah “brievenbus” atau bus surat tua masih berdiri kokoh di depan kantor pos, menjadi penanda bahwa kawasan ini pernah menjadi pusat aktivitas administrasi Belanda.

Alumni Teknik Unhas Angkatan 2006 Sukses Gelar 2 Dekade

Hotel Legendaris dan Soceiteit Wilhelmina

Kisah menarik juga datang dari bangunan bersejarah Hotel Velberg. Dibangun oleh Henry Velberg pada 1900, hotel kayu hitam ini dahulu menjadi tempat singgah para pelaut yang berlabuh di dermaga Gorontalo. Pada 1960-an, namanya berubah menjadi Hotel Melati dan dikelola oleh keturunan Velberg hingga generasi kelima. Kini, bangunan tersebut dimanfaatkan sebagai pusat kuliner, namun masih mempertahankan keaslian arsitekturnya.

Di seberangnya, berdiri Soceiteit Wilhelmina tempat dansa dan pesta para pejabat kolonial. Gedung ini kini beralih fungsi sebagai kantor militer, namun tetap menyimpan cerita panjang interaksi sosial pada masa itu.

Tak jauh dari sana terdapat Kampung Borogo atau Borgo, yang dahulu dihuni para ambtenaren, yakni pegawai pemerintahan Hindia Belanda. Kawasan ini menjadi saksi sejarah percampuran budaya dan interaksi masyarakat lokal dengan bangsa asing.

Rumah Tinggi dan Jejak Proklamasi di Gorontalo

Selain arsitektur kolonial, Gorontalo juga memiliki bangunan bersejarah bernama Rumah Tinggi. Lokasi ini sangat penting dalam perjalanan bangsa karena menjadi tempat pembacaan Deklarasi Kemerdekaan Indonesia di Gorontalo pada 23 Januari 1942 oleh Nani Wartabone.

Bangunan bergaya indis tersebut menjadi simbol perlawanan sekaligus saksi perjuangan rakyat Gorontalo dalam merebut kemerdekaan. Perpaduan gaya arsitektur Eropa dengan bahan lokal yang tahan iklim tropis membuatnya tetap bertahan hingga kini.

Pererat Silaturahmi Alumni, IKA Teknik Sipil Unhas Gelar Halal Bi Halal 2026

Kota Kecil dengan Warisan Besar

Dengan jumlah penduduk sekitar 205 ribu jiwa (BPS 2023), Kota Gorontalo tumbuh sebagai kota kecil yang ramah dan nyaman. Wisatawan yang datang biasanya berjalan kaki mengelilingi kota tua, menikmati kuliner lokal, hingga berinteraksi langsung dengan warga.

Karim, seorang pengemudi bentor kendaraan khas Gorontalo mengungkapkan, banyak turis asing yang memilih menginap di pusat kota agar bisa dengan mudah menjelajah kawasan bersejarah ini. “Bule-bule biasanya jalan kaki, foto-foto di bangunan tua, lalu makan atau belanja oleh-oleh,” ujarnya.

Kawasan ini juga masih menyimpan peninggalan lain, seperti bangunan kopi tiam legendaris Ajama yang tetap dikelola secara turun-temurun, serta rumah-rumah bergaya indis di Kelurahan Ipilo dan Biawu yang dulunya dihuni saudagar kaya.

Menjaga Jejak Sejarah di Tepi Teluk Tomini

Sri Sutarni Arifin, Ketua Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Negeri Gorontalo, menekankan pentingnya konservasi kawasan ini. Menurutnya, Kota Gorontalo hadir bukan secara tiba-tiba, melainkan melalui perjalanan sejarah panjang yang membentuk identitas budaya masyarakat setempat.

Ia berharap generasi muda lebih peduli pada kekayaan budaya ini, bukan sekadar menjadikan kota tua sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai sumber penelitian dan pembelajaran.

Datangi Kediaman JK untuk Silaturahmi, Wali Kota Makassar Appi: Penting Kami Mendengar Nasihat

Di sisi lain, keindahan Teluk Tomini yang mengelilingi kota turut menambah daya tariknya. Teluk terbesar di dunia yang berada di garis khatulistiwa ini dikenal sebagai pusat wisata bahari dengan segitiga terumbu karang yang memikat. Tak heran, Gorontalo kini semakin diperhitungkan sebagai tujuan wisata sejarah sekaligus bahari.

Warisan yang Perlu Dilestarikan

Meski sebagian bangunan masih terawat baik, ada pula yang mulai rusak atau bahkan dirobohkan untuk pembangunan baru. Jika tidak segera dilakukan langkah pelestarian, Gorontalo berisiko kehilangan aset berharga yang seharusnya bisa diwariskan ke generasi berikutnya.

Sebelum itu terjadi, menyempatkan diri berkunjung ke Kota Tua Gorontalo tentu menjadi pengalaman yang tak hanya menyenangkan, tetapi juga penuh makna. Setiap sudutnya menyimpan kisah, setiap bangunannya bercerita tentang masa lalu, dan setiap jalannya mengingatkan bahwa Gorontalo pernah menjadi simpul penting dalam sejarah Nusantara.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Khamenei Gugur dalam Serangan Militer AS–Israel di Teheran

02

Pererat Silaturahmi Alumni, IKA Teknik Sipil Unhas Gelar Halal Bi Halal 2026

03

Buka Puasa Penuh Inovasi! RT 08 Permata Hijau Lestari Resmi Luncurkan Gerakan Wanita Tani 08

04

Bareng Daeng Guard, Story Gym Makassar Bagikan 1.000 Paket Takjil Ramadhan ke Masyarakat

05

KKG PJOK Tallo Jajaki Kolaborasi Program dengan Pemerintah Kecamatan

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Kolom