GCC Akan Aktifkan Pertahanan Bersama Usai Agresi Israel

GCC
Wakil Perdana Menteri Qatar dan Menteri Luar Negeri Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani.

Manyala.co – Negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) akhirnya sepakat mengaktifkan kembali mekanisme pertahanan kolektif mereka, sebuah langkah yang kerap disamakan dengan sistem aliansi NATO. Keputusan itu muncul di tengah ketegangan kawasan menyusul serangan Israel ke Qatar pada 9 September lalu, yang menewaskan enam orang dan dinilai mengancam stabilitas regional.

Dalam pernyataannya, GCC menilai serangan Israel bukan sekadar serangan sepihak, melainkan ancaman langsung terhadap keamanan kawasan. “Agresi brutal Israel terhadap Qatar adalah ancaman nyata bagi stabilitas Teluk,” demikian isi pernyataan resmi mereka. Organisasi yang beranggotakan enam negara Teluk ini kemudian mengumumkan rencana pertemuan Dewan Pertahanan Gabungan serta Komite Militer Tinggi untuk mengevaluasi kesiapan masing-masing negara menghadapi ancaman.

Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, yang hadir dalam KTT Arab-Islam di Doha, menyampaikan pidato keras terhadap Israel. Ia menyebut serangan itu sebagai tindakan “mencolok, berbahaya, dan pengecut terhadap pejabat politik Hamas.” Thani bahkan mendesak negara-negara Teluk agar “mengambil langkah konkret menghadapi kegilaan kekuasaan, arogansi, dan obsesi haus darah” yang diperlihatkan Israel.

Meski GCC sudah memiliki pakta pertahanan bersama sejak tahun 2000, efektivitasnya kerap dipertanyakan. Pasal utama dalam pakta tersebut menyatakan bahwa serangan terhadap satu negara anggota dianggap sebagai serangan terhadap semua. Namun, tidak seperti NATO, aliansi Teluk ini belum memiliki struktur komando militer terintegrasi. Contohnya, saat milisi Houthi Yaman menyerang Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, GCC tidak sepenuhnya mengerahkan pertahanan kolektif.

Kini, dengan meningkatnya agresi Israel terhadap Lebanon, Suriah, hingga Iran, para pemimpin Teluk semakin khawatir. Situasi domestik juga ikut memanas, terutama setelah laporan bahwa lebih dari 64.900 warga Palestina tewas akibat genosida Israel di Gaza. Hal itu membuat wacana memperkuat mekanisme pertahanan kembali mengemuka.

Blokade Houthi Mengancam Jalur Minyak Dunia, Kapal Arab Saudi Terpaksa Putar Afrika

Untuk diketahui, GCC dibentuk pada Mei 1981 di Riyadh dengan anggota enam negara: Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Oman, dan Bahrain. Tujuan awalnya adalah mempererat kerja sama politik, budaya, ekonomi, serta keamanan berbasis tradisi Arab-Islam. Salah satu langkah konkret mereka di bidang militer adalah pembentukan Pasukan Perisai Semenanjung pada 1984 dan pakta intelijen bersama pada 2004. Meski demikian, implementasi integrasi pertahanan masih kerap menghadapi hambatan politik antaranggota.

Keputusan GCC ini lahir di sela KTT Arab-Islam di Doha, Qatar, Senin (15/9/2025). Pertemuan darurat tersebut dihadiri oleh Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) serta Liga Arab, mewakili lebih dari 50 pemimpin dunia Muslim. Namun, meski kecaman keras terhadap Israel digaungkan, banyak pengamat menilai komunike akhir KTT lebih banyak berupa deklarasi politik ketimbang langkah nyata.

“Kami mengutuk sekeras-kerasnya serangan pengecut dan ilegal Israel terhadap Negara Qatar. Kami menegaskan solidaritas penuh kepada Qatar dan mendukung langkah-langkahnya,” demikian bunyi pernyataan bersama Liga Arab dan OKI.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari, menegaskan bahwa negaranya akan terus mengupayakan jalur internasional untuk meminta pertanggungjawaban Israel. “Kami akan meminta pertanggungjawaban Israel di komunitas internasional, dan alat kami untuk melakukannya adalah keyakinan kami pada hukum serta organisasi internasional,” ucapnya. Qatar juga mengaku telah membawa isu tersebut ke Dewan Keamanan PBB dan mengoordinasikan langkah bersama dengan mitra Arab maupun GCC.

Meskipun komunike akhir KTT dianggap minim aksi konkret, banyak pihak melihat keputusan GCC mengaktifkan mekanisme pertahanan bersama sebagai perkembangan signifikan. Bagi sebagian pemimpin Teluk, serangan Israel ke Qatar menjadi titik balik untuk menguji kembali relevansi pakta pertahanan yang sudah lama terabaikan.

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

02

Gelar Penelitian di Pesisir Singkawang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya Dorong Kolaborasi Blue Economy

03

Ancaman Perang Baru di Timur Tengah, Houthi Ultimatum Arab Saudi dan Siap Tutup Selat Bab al-Mandeb

04

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

05

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Kolom

× Advertisement
× Advertisement