Manyala.co – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan mengumumkan sepuluh nama penerima gelar Pahlawan Nasional pada Senin (10/11), termasuk Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto. Hal itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di kawasan Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu malam.
“Kurang lebih sepuluh nama. Ya, masuk, masuk (nama Soeharto),” kata Prasetyo saat menjawab pertanyaan wartawan.
Ia menjelaskan, penetapan daftar penerima gelar tersebut telah melalui proses finalisasi dalam rapat terbatas yang dihadiri Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) Fadli Zon di kediaman Presiden Prabowo di Kertanegara, Jakarta Selatan.
Dalam rapat itu, Presiden juga menerima masukan dari berbagai tokoh, termasuk pimpinan DPR dan MPR. “Bapak Presiden mendapatkan masukan dari Ketua MPR, kemudian juga dari Wakil Ketua DPR. Beliau memang menugaskan beberapa pihak untuk berkomunikasi dengan para tokoh, agar keputusan yang diambil sudah melalui berbagai pertimbangan,” ujar Prasetyo.
Prasetyo menegaskan bahwa penetapan gelar pahlawan nasional merupakan bentuk penghormatan negara terhadap jasa para pendahulu dan pemimpin bangsa yang dinilai memiliki kontribusi besar bagi Indonesia. “Sebagaimana kami sampaikan sebelumnya, ini bagian dari bagaimana kita menghormati para pemimpin kita, yang pasti telah berjasa luar biasa terhadap bangsa dan negara,” tambahnya.
Sementara itu, Menteri Sosial Syaifullah Yusuf sebelumnya menyebutkan bahwa sejumlah tokoh nasional dinilai memenuhi kriteria sebagai penerima gelar tersebut. Selain Soeharto, nama Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), tokoh buruh Marsinah, dan ulama besar Syaikhona Kholil juga diusulkan untuk menerima gelar Pahlawan Nasional tahun ini.
“Presiden Soeharto memenuhi syarat, Presiden Abdurrahman Wahid memenuhi syarat, pejuang buruh Marsinah memenuhi syarat, hingga Syaikhona Kholil juga memenuhi syarat,” kata Syaifullah di Jakarta, Minggu.
Ia menjelaskan bahwa proses penetapan gelar Pahlawan Nasional dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat daerah hingga pusat. Setiap nama yang diumumkan Presiden, menurutnya, telah melalui tahapan penilaian dan verifikasi yang ketat.
“Siapa pun nanti yang diumumkan oleh Presiden RI, semuanya telah dinyatakan memenuhi syarat,” ujarnya.
Kementerian Sosial menerima banyak usulan dari berbagai provinsi di Indonesia terkait tokoh-tokoh lokal yang dianggap berjasa besar bagi masyarakatnya. Namun, hanya sepuluh nama yang diputuskan pemerintah untuk tahun ini.
Syaifullah juga mengajak masyarakat menjadikan momentum Hari Pahlawan sebagai refleksi untuk mengenang jasa para pendahulu. “Mari kita ingat yang baik-baik dari mereka, sambil mencatat yang kurang agar tidak terulang lagi ke depan,” katanya.
Upacara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional akan dilaksanakan di Istana Negara pada 10 November 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan. Pemerintah belum merinci siapa saja tokoh lain yang akan diumumkan selain nama Soeharto, Gus Dur, Marsinah, dan Syaikhona Kholil. Hingga Minggu malam, belum ada konfirmasi resmi dari Istana mengenai daftar lengkap penerima gelar tersebut.
































