Gejolak Pemilihan RT/RW: Polimetrik Nilai Penundaan DPRD Kota Makassar Lemahkan Demokrasi Warga

Taufiq Arif dari Polimetrik Indonesia menilai penundaan Pemilihan RT/RW oleh DPRD Makassar berpotensi melemahkan demokrasi warga dan menghambat kedaulatan masyarakat.
Taufiq Arif dari Polimetrik Indonesia menilai penundaan Pemilihan RT/RW oleh DPRD Makassar berpotensi melemahkan demokrasi warga dan menghambat kedaulatan masyarakat.

Makassar, Manyala.co — Peneliti Kebijakan Publik Polimetrik Indonesia, Taufiq Arif, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang berinisiatif menggelar Pemilihan Raya (Pemilu Raya) RT dan RW.

Taufiq menilai kebijakan tersebut sebagai langkah progresif untuk mengembalikan kedaulatan ke tangan warga, sebuah hak yang sempat “hilang” dan tidak dirasakan masyarakat pada periode sebelumnya.

Namun demikian, ia menyayangkan respons DPRD Kota Makassar yang meminta penundaan pelaksanaan pemilihan dengan alasan kesiapan regulasi dan teknis. Menurutnya, momentum perbaikan demokrasi yang digagas Wali Kota tidak semestinya terhambat oleh persoalan administratif yang bisa dipercepat.

Taufiq Arif menilai langkah Wali Kota Makassar untuk segera menggelar pemilihan sebagai bukti political will yang kuat, sekaligus mengakhiri era “penunjukan sepihak” yang selama ini terjadi.

“Kita harus mengapresiasi Pak Wali Kota Munafri. Di tahun pertamanya menjabat, beliau menunjukkan itikad baik untuk tidak melanggengkan kekuasaan terpusat. Beliau ingin mengembalikan hak warga untuk memilih pemimpin lingkungannya sendiri, sebuah hak demokratis yang sebelumnya tidak didapatkan warga akibat dominasi sistem Pj (Penjabat),” ujar Taufiq Arif dalam keterangan tertulisnya.

Kemendikdasmen Prioritaskan Peningkatan Mutu SLB Indonesia Timur

Ia menambahkan bahwa langkah Munafri merupakan antitesis dari pola lama. “Jika Wali Kota sudah membuka pintu demokrasi, sangat ironis jika pintu itu justru hendak ditutup kembali dengan alasan teknis regulasi,” tegasnya.

Bahaya Normalisasi Pejabat Sementara

Dalam kajiannya, Taufiq mengingatkan potensi bahaya jika permintaan penundaan dari DPRD dituruti tanpa batas waktu yang jelas. Kondisi itu dinilai akan membuat Makassar terus terjebak dalam krisis legitimasi kepemimpinan di tingkat akar rumput.

“Makassar sudah terlalu lama dipimpin oleh RT/RW berstatus Pj yang ditunjuk secara top-down. Legitimasi pemimpin idealnya lahir dari konsensus warga (bottom-up). Pj RT/RW cenderung memiliki beban psikologis; mereka lebih takut pada pemberi SK daripada pada warga yang dilayani. Inilah yang ingin diputus oleh Wali Kota Munafri, dan seharusnya didukung oleh legislatif,” jelasnya.

Regulasi Jangan Jadi Alibi

Terkait argumen DPRD soal ketidaksiapan Perwali, Polimetrik Indonesia menilai alasan tersebut valid secara prosedural, namun lemah secara substansial.

“Regulasi itu alat fasilitasi, bukan penghambat. Regulasi kan sudah dibuat dan sudah mengalami perubahan yang merupakan hasil dari kajian, baik secara teknis maupun non-teknis. DPRD seharusnya tidak merekomendasikan penundaan total. Alibi tersebut merupakan preseden buruk yang menahan laju demokrasi warga yang sudah dirintis oleh Wali Kota,” kritik Taufiq.

Polemik Relokasi PLTSa Makassar Picu Sorotan DPRD

Dampak pada Pelayanan

Taufiq menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa ketidakpastian jabatan akibat penundaan akan berdampak pada kualitas layanan publik. Menurutnya, RT/RW yang statusnya “menggantung” akan ragu mengambil keputusan strategis di lingkungannya.

“Rekomendasi kami sebagai lembaga pemerhati kebijakan publik, agar DPRD dan jajaran birokrasi teknis segera bersinergi mewujudkan visi Wali Kota Munafri. Jangan biarkan niat baik ini tersandera oleh inersia birokrasi,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Deretan Calon Ketua IKA Teknik Sipil Unhas, 2 Dosen Siap Lanjutkan Tongkat Kepemimpinan

02

Indonesia Dukung Palestina lewat Board of Peace, Israel Tetap Menolak

03

Prabowo Luncurkan Program Gentengnisasi Lewat Gerakan Indonesia ASRI

04

Serangan Bersenjata di Balochistan Tewaskan 48 Orang

05

Tujuh Pangkalan Udara Terbesar Amerika Berdasarkan Populasi

PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Indonesia Usulkan Australia dan Selandia Baru Ikut SEA Games

Indonesia Juara Piala AFF Futsal U-16

Kolom