Manyala.co, Manyala.co – Dinas Perhubungan Sulawesi Selatan memetakan tiga jalur utama sebagai titik kepadatan lalu lintas selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026, dengan rute Makassar–Palopo–Toraja tercatat sebagai lintasan terpadat.
Kepala Dinas Perhubungan Sulawesi Selatan, Erwin Terwo, mengatakan arus kendaraan selama periode Nataru diperkirakan terkonsentrasi di jalur utara Makassar–Palopo–Toraja, jalur timur Maros–Bone, serta rute Makassar–Selayar. Ketiga koridor tersebut dinilai rawan padat seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pada akhir tahun.
Dari seluruh jalur yang dipantau, koridor Makassar–Palopo–Toraja menjadi titik paling krusial. Jalur Perintis dan jalur utara memberikan kontribusi hampir 70 persen dari total kepadatan lalu lintas selama periode Nataru. “Tiga jalur itu yang memang padat kemacetan, terutama jalur di Perintis,” kata Erwin, Sabtu (27/12/2025).
Dishub Sulsel mencatat lonjakan signifikan pergerakan masyarakat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan mobilitas diperkirakan mencapai 20 hingga 30 persen. Secara keseluruhan, total pergerakan selama Nataru di Sulawesi Selatan diproyeksikan melampaui 3 juta orang.
Dari jumlah tersebut, sekitar 1,8 juta pergerakan terkonsentrasi di kawasan metropolitan Mamminasata yang meliputi Makassar, Maros, Gowa, dan Takalar. “Kalau di daerah Mamminasata itu kurang lebih 1,8 juta kenaikan, kalau Sulsel 3 juta lebih, jumlah pergerakan mulai tanggal 19 Desember sampai 3 Januari 2026,” ujar Erwin.
Untuk mengantisipasi kepadatan dan menjaga kelancaran arus transportasi, Dishub Sulsel mengerahkan hingga 100 personel. Personel tersebut disebar di berbagai titik strategis, termasuk posko terpadu, kawasan rawan kecelakaan, pusat keramaian, gereja, pusat perbelanjaan, tempat hiburan, destinasi wisata, pelabuhan, dan terminal.
“Kami dari Dishub siapkan sampai 100 personil, kemudian kami sudah membentuk posko masing-masing di pelabuhan dan terminal,” kata Erwin. Menurutnya, langkah tersebut bertujuan memastikan kelancaran lalu lintas serta keselamatan pengguna jalan selama periode libur panjang.
Selain pengerahan personel, Dishub Sulsel membentuk posko terpadu melalui koordinasi lintas instansi. Posko tersebut melibatkan Dinas Perhubungan kabupaten dan kota, kepolisian, Jasa Raharja, serta unsur terkait lainnya untuk memantau pergerakan kendaraan secara terpadu.
“Hasil komunikasi kami kemarin ke Dinas Perhubungan kabupaten kota, kepolisian kemudian Jasa Raharja dan sebagainya. Kami bentuk posko terpadu, kemudian melakukan pengamanan di titik rawan yang sebagaimana tadi saya sampaikan,” ujar Erwin.
Posko terpadu ini berfungsi sebagai pusat pengendalian informasi dan respons cepat terhadap potensi kemacetan maupun gangguan keselamatan lalu lintas. Dishub Sulsel juga terus memantau perkembangan arus kendaraan hingga berakhirnya periode Nataru pada awal Januari 2026.
Hingga Sabtu sore, belum ada laporan resmi mengenai penutupan jalur atau pembatasan lalu lintas secara menyeluruh. Dishub Sulsel mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan memperhatikan kondisi lalu lintas dan memilih waktu tempuh yang lebih fleksibel selama masa libur.
































