Pemprov Jateng Minta Dapur MBG Kelola Sampah Mandiri

Sampah
Pemprov Jateng Minta Dapur MBG Kelola Sampah Mandiri.

Manyala.co – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengakui program Makan Bergizi Gratis (MBG) meningkatkan timbulan sampah organik dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan meminta pengelola dapur mengolah sampah secara mandiri untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jawa Tengah, Widi Hartanto, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait pengelolaan sampah dapur MBG di wilayah tersebut.

“Tentu (MBG) ada, ada pengaruhnya ya (terhadap timbulan sampah). Sehingga kami sudah berkoordinasi dengan BGN untuk wilayah Jawa Tengah untuk bersama-sama dengan Dinas LH Kabupaten Kota se-Jawa Tengah,” ujar Widi saat dikonfirmasi, Selasa (17/2/2026).

Ia menambahkan pelatihan pengelolaan sampah telah disiapkan bagi dapur-dapur MBG. “Sebenarnya sudah sudah ada upaya-upaya yaitu menyiapkan untuk pelatihan-pelatihan kepada dapur-dapur MBG untuk mengolah sampah itu,” katanya.

Menurut Widi, metode pengolahan yang ditawarkan antara lain pemanfaatan sisa bahan makanan sebagai pakan magot, penggunaan komposter, serta pengolahan melalui lubang biopori khusus sampah organik. “Sudah banyak inovasi yang kita tawarkan ya seperti misalnya untuk magot ya. Kemudian jadi komposter, ada juga yang bisa masuk ke biopori ya khusus organik,” ungkapnya.

Kisah Cinta dan Dakwah di Atas Vespa: Pasutri Sigi Tempuh Jalur Lintas Pulau Demi Hadiri Muktamar V Wahdah Islamiyah

DLHK Jawa Tengah belum memiliki data rinci mengenai volume timbulan sampah dari aktivitas SPPG karena sifatnya fluktuatif. Namun, Widi memastikan jumlah sampah meningkat seiring bertambahnya dapur MBG di berbagai daerah di Jawa Tengah.

“Kami belum data ya secara detailnya ya karena ini kan fluktuatif ya, tapi jumlah dapur SPPG juga naik kan, tentu ini punya pengaruh ya terhadap jumlah timbulan sampah,” ujarnya.

Ia menegaskan pengelolaan sampah harus dilakukan dari sumbernya agar tidak seluruhnya dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA). Sejumlah TPA di Jawa Tengah dilaporkan telah mengalami kelebihan kapasitas, meski tidak disebutkan angka detail daya tampung maupun tingkat keterisiannya.

“Jadi kita tidak bisa mengandalkan sampah itu diambil terus dikelola terus bawa ke TPA,” lanjutnya.

Imbauan tersebut tidak hanya ditujukan kepada pengelola dapur MBG, tetapi juga pasar tradisional, kawasan wisata, hingga perkantoran. Pemerintah daerah menilai pengendalian sampah di tingkat hulu lebih efektif dibanding mengandalkan pengangkutan dan penimbunan di TPA.

Makassar Dipilih Jadi 10 Kota Hub GSIH, Wali Kota Munafri: Ekosistem Digital Kita Kolaborasikan melalui MCH

Terkait sisa makanan siswa yang tidak habis dikonsumsi, Widi mendorong sekolah dan masyarakat untuk mengelola sampah organik secara produktif. “Iya, sisa makanan kan bisa dikelola untuk magot ya. Ya, inilah yang kita tuntut semua lapisan masyarakat itu untuk bisa melakukan pengelolaan sampah dari sumbernya gitu,” tegasnya.

Program MBG merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi peserta didik melalui penyediaan makanan bergizi di sekolah. Seiring perluasan cakupan program, jumlah dapur SPPG juga bertambah di berbagai kabupaten dan kota.

Hingga Selasa malam, belum ada data resmi yang dirilis pemerintah provinsi mengenai total volume tambahan sampah akibat program tersebut maupun target pengurangan sampah melalui skema pengelolaan mandiri.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

60 Alumni Teknik Sipil Unhas Antusias Hadiri Site Visit Project WIKA Beton

02

Viral Video Syur Ibu Guru Salsa Jember, Berikut Klarifikasinya

03

Pilah Sampah Jadi Kunci Selamatkan Kota Makassar, Pakar Lingkungan Tegaskan Kewajiban Sesuai Amanat UU

04

Tim PKM PNUP Gelar Kegiatan Penerapan Teknologi di Kabupaten Sidrap

05

Menag Nasaruddin Umar Buka Secara Resmi Muktamar V Wahdah Islamiyah dan Kukuhkan 10.000 Guru Qur’an

06

Transformasi Haji Era Prabowo Berbuah Hasil, Kepuasan Jemaah 2026 Tertinggi Sepanjang Sejarah

07

LA TINRO LA TUNRUNG Dorong Terobosan Besar Pemberantasan Korupsi dalam Rapat Pemantauan UU Tipikor

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Kolom

× Advertisement
× Advertisement