Manyala.co – Presiden Prabowo Subianto menghadiri Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama di Malang, Jawa Timur, Minggu, dan menyatakan merasakan energi serta dukungan kuat dari warga NU, khususnya kalangan ibu-ibu.
Dalam sambutannya, Prabowo menyoroti antusiasme peserta, termasuk para ibu yang hadir dalam kegiatan tersebut. “Apalagi tadi saya merasakan kuatnya tangan emak-emak dari NU ini luar biasa kekuatan emak-emak ini. Terima kasih undangan ini,” ujarnya.
Ia mengatakan setiap berada di tengah keluarga besar NU, dirinya merasakan semangat dan kesejukan. “Setiap kali saya berada di tengah-tengah Nadatul Ulama, saya selalu bahagia, saya selalu semangat karena saya merasakan kesejukan, saya merasakan getaran hati saudara-saudara dan saudari-saudari sekalian,” kata Prabowo.
Menurutnya, NU memancarkan semangat persatuan dan tekad menegakkan kedamaian. “Saya merasakan semangat persatuan, semangat guyup, semangat ingin menegakkan kedamaian. Saya merasakan harapan, saya merasakan harapan atas kekuatan negara yang adil,” ujarnya.
Prabowo juga menyebut kehadiran para santri, santriwati, kiai, dan ulama besar memberikan dorongan moral dalam menjalankan tugas sebagai kepala negara. “Setiap kali saya muncul di tengah-tengah Nadatul Ulama, di tengah-tengah santri-santriwati, di tengah-tengah Kiai, apalagi ada Kyai-Kyai besar dan ulama-ulama besar di belakang saya, rasanya saya terus jadi lebih berani, lebih berani untuk berbakti, mengabdi, dan membela rakyat Indonesia seluruhnya,” katanya.
Mujahadah Kubro Satu Abad NU merupakan rangkaian kegiatan keagamaan dalam momentum peringatan satu abad organisasi tersebut. NU, yang berdiri pada 1926, merupakan organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia dengan basis massa luas di berbagai daerah.
Kegiatan di Malang dihadiri ribuan peserta dari berbagai wilayah Jawa Timur dan sekitarnya. Hingga Minggu siang, tidak ada pernyataan resmi dari panitia mengenai jumlah pasti peserta yang hadir.
Kehadiran Presiden dalam forum keagamaan tersebut mencerminkan hubungan historis antara pemerintah dan organisasi keagamaan arus utama di Indonesia. Dalam berbagai kesempatan, NU kerap terlibat dalam isu-isu kebangsaan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan.
Belum ada pengumuman kebijakan baru yang disampaikan Presiden dalam acara tersebut. Sambutan Prabowo berfokus pada apresiasi terhadap peran NU dan dukungan moral yang dirasakannya sebagai kepala negara.
































