Rusia dan China Diduga Dukung Iran dalam Konflik Regional

Rusia
Wamenlu China Ma Zhaoxu, Wamenlu Rusia Sergei Ryabkov, dan Wamenlu Iran Kazem Gharibabadi. (Dok. Bloomberg)

Jakarta — Analisis terbaru menunjukkan Rusia dan China diduga memberikan dukungan intelijen, teknologi militer, dan sistem pengawasan kepada Iran di tengah meningkatnya konflik dengan Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah.

Laporan sejumlah media Barat dan analis keamanan menyebut Rusia diduga membagikan informasi intelijen sensitif kepada Iran, termasuk lokasi kapal perang serta pesawat militer Amerika Serikat yang beroperasi di wilayah Teluk Persia. Informasi tersebut disebut berasal dari jaringan pengawasan satelit militer Rusia yang mampu melacak pergerakan aset militer secara presisi.

Beberapa pejabat Amerika Serikat yang berbicara kepada media internasional menyatakan bahwa data tersebut diduga digunakan Iran untuk meningkatkan akurasi serangan terhadap fasilitas militer Amerika di kawasan Timur Tengah. Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Rusia terkait tuduhan tersebut.

Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan membantah bahwa Moskow memberikan intelijen militer kepada Iran. Bantahan itu disampaikan dalam komunikasi dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menurut laporan media internasional. Meski demikian, sejumlah analis menilai hubungan strategis antara Moskow dan Teheran telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir, terutama sejak perang Rusia di Ukraina.

Iran diketahui memasok drone dan amunisi kepada Rusia yang digunakan dalam konflik Ukraina. Sebagai imbal balik, Rusia disebut memiliki kemampuan teknologi pengawasan yang jauh lebih maju, termasuk jaringan satelit militer yang dapat memberikan citra optik dan radar secara real time.

Bahaya AI Kian Nyata, Ribuan Pegawai Google, Microsoft dan OpenAI Surati DPR AS

Salah satu sistem yang disebut dalam laporan tersebut adalah satelit pengamatan Kanopus-V yang kemudian digunakan Iran melalui satelit bernama Khayyam. Satelit ini memberikan kemampuan pemantauan wilayah yang lebih luas bagi Teheran, termasuk untuk melacak pergerakan kapal dan instalasi militer di kawasan Teluk.

Di sisi lain, China juga disebut memainkan peran penting dalam meningkatkan kemampuan militer Iran, khususnya dalam bidang radar dan navigasi militer. Beijing dilaporkan telah membantu Iran mengembangkan sistem radar canggih serta memindahkan navigasi militernya dari sistem GPS milik Amerika Serikat ke sistem satelit BeiDou-3 milik China.

Selain itu, laporan Reuters menyebut Iran hampir mencapai kesepakatan untuk membeli sekitar 50 rudal antikapal supersonik CM-302 dari China. Rudal ini merupakan versi ekspor dari YJ-12 dan mampu melaju hingga tiga kali kecepatan suara (Mach 3) dengan profil terbang rendah di atas permukaan laut.

Analis militer menyebut rudal tersebut memiliki kemampuan untuk menembus sistem pertahanan kapal perang modern, sehingga sering dijuluki sebagai “pembunuh kapal induk”. Hal ini menjadi perhatian karena dua kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R Ford, dilaporkan beroperasi di kawasan tersebut.

Amerika Serikat dan Israel diketahui terus meningkatkan operasi intelijen dan pengawasan terhadap jaringan militer Iran. Operasi militer yang disebut melibatkan penghancuran sejumlah instalasi radar Iran pada tahap awal konflik untuk mengurangi kemampuan deteksi dan pertahanan udara negara tersebut.

Blokade Houthi Mengancam Jalur Minyak Dunia, Kapal Arab Saudi Terpaksa Putar Afrika

Mantan Komandan Angkatan Udara Israel, Mayor Jenderal Eitan Ben-Eliyahu, mengatakan menghancurkan radar musuh memiliki dampak strategis besar dalam perang modern.

“menghancurkan radar bukan hanya sekadar menonaktifkan mesin; tindakan tersebut juga membutakan musuh,” ujarnya.

Di sisi lain, juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Ali Mohammad Naeini mengklaim Iran telah menghancurkan hampir 10 sistem radar canggih milik Amerika Serikat di kawasan tersebut. Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Para analis menilai konflik yang berkembang di kawasan Teluk kini semakin dipengaruhi oleh perang elektronik dan pertarungan di spektrum elektromagnetik, bukan hanya kekuatan senjata konvensional.

Seorang komandan militer senior Amerika Serikat mengatakan teknologi pengawasan kini memainkan peran kunci dalam konflik modern.

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

“sinyal adalah peluru baru: siapa yang menguasai spektrum elektromagnetik menguasai pertempuran,” katanya.

Pengamat keamanan menilai perkembangan ini menunjukkan perubahan signifikan dalam keseimbangan kekuatan di Timur Tengah. Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Rusia maupun China mengenai tingkat keterlibatan mereka dalam membantu operasi militer Iran.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Pilah Sampah Jadi Kunci Selamatkan Kota Makassar, Pakar Lingkungan Tegaskan Kewajiban Sesuai Amanat UU

02

Viral Video Syur Ibu Guru Salsa Jember, Berikut Klarifikasinya

03

BPS: Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia 2026 Capai 83,28 Persen, Masuk Kategori Sangat Memuaskan

04

Transformasi Haji Era Prabowo Berbuah Hasil, Kepuasan Jemaah 2026 Tertinggi Sepanjang Sejarah

05

Wali Kota Munafri Ikut Lari 10K dan Apresiasi Konsistensi Gelaran Makassar SMAnSA Run

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Kolom

× Advertisement
× Advertisement