Manyala.co – Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper melakukan kunjungan resmi ke Timur Tengah sebagai bagian dari upaya diplomatik untuk memastikan keberlanjutan pasokan minyak global. Salah satu agenda utama kunjungan tersebut adalah pertemuan dengan pejabat di Arab Saudi guna membahas stabilitas pasar energi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan.
Kementerian Luar Negeri Inggris menyatakan bahwa kunjungan tersebut juga dimaksudkan untuk menunjukkan dukungan London terhadap sekutu regionalnya. Inggris menilai stabilitas keamanan energi menjadi faktor penting bagi perekonomian global, terutama ketika jalur distribusi minyak menghadapi potensi gangguan.
“Inggris akan terus bekerja sama dengan mitra regional, termasuk Arab Saudi, untuk memprioritaskan keamanan energi, melindungi para pembayar tagihan, dan memastikan masyarakat membayar harga terendah di SPBU,” demikian pernyataan kementerian.
Selain pertemuan diplomatik, Cooper dijadwalkan meninjau sistem pertahanan udara Inggris yang ditempatkan di Arab Saudi. Sistem tersebut telah ditempatkan sejak 2022 sebagai bagian dari kerja sama pertahanan antara kedua negara.
Penempatan baterai pertahanan udara tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat perlindungan terhadap infrastruktur energi dan fasilitas strategis di kawasan Teluk. Inggris sebelumnya menyatakan bahwa perlindungan terhadap fasilitas energi menjadi prioritas dalam menjaga stabilitas pasar global.
Kementerian Luar Negeri Inggris juga menyebut bahwa pembahasan dalam kunjungan ini akan mencakup kerja sama regional untuk menjaga keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Jalur laut tersebut merupakan salah satu rute perdagangan minyak paling penting di dunia.
Sekitar seperlima perdagangan minyak global diperkirakan melewati Selat Hormuz setiap harinya, menjadikannya jalur vital bagi pasokan energi internasional. Ancaman terhadap jalur tersebut dapat berdampak langsung pada harga energi global dan stabilitas pasar.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah konflik bersenjata pecah pada akhir Februari. Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran.
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah dan dilaporkan menimbulkan korban sipil. Sebagai tanggapan, Iran kemudian meluncurkan serangan balasan yang menargetkan wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Amerika Serikat dan Israel sebelumnya menyatakan bahwa operasi militer tersebut dilakukan untuk menghadapi ancaman yang mereka nilai berasal dari program nuklir Iran. Namun kemudian kedua negara menyatakan bahwa serangan tersebut juga bertujuan mendorong perubahan kekuasaan di Iran.
Perkembangan tersebut meningkatkan kekhawatiran di pasar energi internasional mengenai potensi gangguan terhadap pasokan minyak global. Negara-negara konsumen energi, termasuk Inggris, berupaya memperkuat koordinasi dengan produsen utama untuk memastikan stabilitas pasokan.
Kunjungan diplomatik Cooper ke kawasan ini menjadi bagian dari upaya Inggris untuk menjaga hubungan strategis dengan mitra di Timur Tengah serta memastikan stabilitas pasar energi di tengah dinamika keamanan regional.
































