Manyala – Kegiatan sosialisasi yang mengangkat tema โMembangun Etos Kerja Bekal Siswa SMK Menuju Dunia Kerja dan Industriโ tersebut diikuti oleh ratusan siswa dan tenaga pendidik. Agenda ini bertujuan mengintegrasikan pemahaman nilai kebangsaan dengan kebutuhan keterampilan dan sikap kerja yang relevan di dunia industri.
Dalam pemaparannya, Kartika menekankan pentingnya penghayatan Empat Pilar Kebangsaan sebagai landasan utama pembentukan karakter generasi muda. Empat pilar tersebut meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang dinilai relevan dalam membangun etos kerja siswa.
โSebagai siswa SMK yang akan segera terjun ke dunia kerja, penting untuk tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga karakter kuat, disiplin, dan semangat kebangsaan,โ ujar Kartika dalam sambutannya.
Ia menambahkan bahwa kesiapan memasuki dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh integritas, kedisiplinan, dan kemampuan beradaptasi dalam lingkungan kerja yang beragam. Nilai-nilai kebangsaan, menurutnya, dapat menjadi pedoman dalam menghadapi tantangan tersebut.
Selain sesi pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif antara peserta dan narasumber. Para siswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengajukan pertanyaan terkait penerapan nilai kebangsaan dalam praktik kerja sehari-hari, termasuk dalam konteks industri yang kompetitif.
Pihak sekolah menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan menilai sosialisasi semacam ini penting untuk memperkuat pendidikan karakter di lingkungan sekolah kejuruan. Kegiatan ini dinilai mampu melengkapi pembelajaran teknis yang selama ini menjadi fokus utama pendidikan vokasi.
โKami berharap siswa tidak hanya siap secara kompetensi, tetapi juga memiliki integritas dan semangat nasionalisme yang tinggi,โ ujar perwakilan sekolah.
Secara umum, sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan merupakan bagian dari program MPR RI untuk memperluas pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap nilai-nilai dasar negara. Program ini telah dilaksanakan di berbagai daerah sebagai upaya memperkuat kohesi sosial dan identitas nasional.
Dalam konteks pendidikan vokasi, penguatan nilai karakter dinilai semakin penting seiring meningkatnya tuntutan dunia kerja terhadap tenaga kerja yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki etos kerja dan integritas tinggi. Hal ini menjadi salah satu fokus dalam pengembangan sumber daya manusia di Indonesia.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa SMK Negeri 1 Babat Supat dapat menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari serta menerapkannya saat memasuki dunia kerja. Hingga laporan ini disusun, belum ada data resmi terkait jumlah pasti peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.
































