Manyala – Forum Tudang Sipulung yang digelar Dewan Pimpinan Wilayah Himpun Masyarakat Sinjai (DPW HIMAS) Kalimantan Timur berlangsung di Hotel Horison, Balikpapan, dengan melibatkan pengurus serta perwakilan cabang dari berbagai daerah. Agenda tersebut menjadi forum konsolidasi organisasi sekaligus penetapan kepemimpinan baru untuk periode lima tahun ke depan.
Kegiatan ini mengusung tema yang menekankan semangat kebersamaan dan saling mendukung di antara anggota paguyuban. Sejumlah cabang HIMAS dari berbagai wilayah di Kalimantan Timur turut berpartisipasi, di antaranya Berau, Kutai Timur (secara daring), Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, Bontang, Balikpapan, Samarinda, dan Paser.
Selain pengurus daerah, kegiatan ini juga dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Sinjai di perantauan. Di antaranya Yusuf Mustafa yang turut memberikan dukungan terhadap penguatan organisasi paguyuban tersebut.
Ketua panitia pelaksana, Hidayat Jamal Noor, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini mampu mempererat hubungan antarwarga Sinjai di perantauan. Ia menilai forum semacam ini penting dalam menjaga kesinambungan komunikasi dan solidaritas komunitas.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat HIMAS, Eddy Salassa, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menekankan pentingnya kekompakan antaranggota. Ia mengingatkan agar warga Sinjai di perantauan tetap saling membantu dalam berbagai kondisi.
Dalam forum tersebut, peserta secara musyawarah menyepakati Ahmad Rustam sebagai Ketua DPW HIMAS Kalimantan Timur untuk periode 2026โ2031. Penetapan ini menjadi salah satu hasil utama dari pelaksanaan Tudang Sipulung tahun ini.
Ahmad Rustam dikenal sebagai tokoh aktif di lingkungan komunitas, termasuk menjabat sebagai Ketua Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Kota Balikpapan. Keterlibatannya dalam berbagai kegiatan sosial menjadi salah satu pertimbangan dalam pemilihan tersebut.
Dalam sambutannya setelah terpilih, Ahmad Rustam menyampaikan harapannya agar HIMAS Kaltim dapat menjadi wadah silaturahmi yang semakin kuat. Ia juga menekankan pentingnya peran organisasi dalam membantu sesama anggota, khususnya warga Sinjai di perantauan.
Secara umum, kegiatan Tudang Sipulung merupakan tradisi musyawarah masyarakat Bugis yang digunakan untuk membahas berbagai persoalan secara kolektif. Dalam konteks organisasi, forum ini berfungsi sebagai sarana pengambilan keputusan strategis sekaligus memperkuat kohesi sosial.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, HIMAS Kaltim diharapkan mampu memperkuat peran sebagai wadah kebersamaan masyarakat daerah di perantauan. Hingga laporan ini disusun, belum terdapat keterangan resmi terkait jumlah total peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut.
































