Mengenal Empat Jenis Pola Asuh Orang Tua dan Dampaknya terhadap Perkembangan Anak

Ilustrasi orang tua dan anak. Pola asuh yang diterapkan keluarga berperan penting dalam membentuk kepribadian, kepercayaan diri, dan masa depan anak.
Ilustrasi orang tua dan anak. Pola asuh yang diterapkan keluarga berperan penting dalam membentuk kepribadian, kepercayaan diri, dan masa depan anak.

Manyala.co – Psikologi perkembangan anak mengelompokkan pola asuh orang tua berdasarkan bentuk interaksi yang terjalin dengan anak. Salah satu konsep yang paling banyak digunakan hingga saat ini berasal dari psikolog Diana Baumrind pada 1960-an.

Baumrind menaruh perhatian pada cara orang tua mengontrol sekaligus membangun hubungan sosial dengan anak-anak mereka melalui dua dimensi utama, yakni responsivitas dan tuntutan.

Secara ilmiah, pola asuh (parenting styles) dibagi ke dalam empat kategori utama. Pengelompokan tersebut dikembangkan oleh Diana Baumrind dari Universitas California, Berkeley, berdasarkan tingkat responsivitas atau kehangatan orang tua serta tingkat tuntutan berupa aturan dan kontrol yang diterapkan kepada anak.

Berikut empat jenis pola asuh beserta karakteristik dan dampaknya terhadap perkembangan anak:

1. Pola Asuh Otoritatif / Bijak (Authoritative Parenting)

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Pola asuh ini menerapkan tuntutan yang tinggi namun diimbangi dengan responsivitas yang tinggi pula. Ini adalah metode yang paling direkomendasikan oleh para ahli psikologi.

  • Ciri-ciri: Orang tua menetapkan aturan dan batasan yang jelas, namun tetap memberikan kasih sayang yang melimpah. Mereka menghargai pendapat anak, mendukung komunikasi dua arah, dan menggunakan kesalahan sebagai sarana belajar (problem-solving).
  • Dampak pada Anak: Anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, memiliki kontrol diri yang baik, mampu bersosialisasi, dan secara akademis cenderung sukses.

2. Pola Asuh Otoriter (Authoritarian Parenting)

Pola asuh ini memiliki tuntutan yang sangat tinggi tetapi rendah dalam responsivitas. Fokus utamanya adalah kepatuhan mutlak.

  • Ciri-ciri: Orang tua menerapkan aturan yang kaku tanpa kompromi (“Kamu harus nurut kata Ayah/Ibu”). Komunikasi bersifat satu arah, jarang ada ruang diskusi, dan pelanggaran aturan sering kali berujung pada hukuman fisik atau verbal yang keras.
  • Dampak pada Anak: Anak cenderung menjadi patuh di rumah tetapi agresif di luar, memiliki rasa percaya diri yang rendah, sulit mengambil keputusan sendiri, dan rentan mengalami kecemasan atau depresi.

3. Pola Asuh Permisif (Permissive / Indulgent Parenting)

Pola asuh ini memiliki responsivitas yang sangat tinggi namun sangat rendah dalam tuntutan. Orang tua bertindak lebih seperti teman daripada figur otoritas.

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

  • Ciri-ciri: Orang tua sangat hangat, memanjakan, dan penuh kasih sayang, namun mereka hampir tidak pernah menetapkan aturan atau batasan yang tegas. Anak dibiarkan melakukan apa saja yang mereka inginkan tanpa konsekuensi yang jelas.
  • Dampak pada Anak: Anak kesulitan mengontrol diri (self-regulation), cenderung egois, kurang menghargai otoritas/aturan di sekolah, dan sering mengalami masalah akademis atau kesehatan (misalnya karena pola makan dan tidur yang tidak teratur).

4. Pola Asuh Abai (Uninvolved / Neglectful Parenting)

Pola asuh ini ditandai dengan rendahnya tuntutan sekaligus rendahnya responsivitas. Orang tua memenuhi kebutuhan fisik dasar (seperti makanan dan tempat tinggal) tetapi absen secara emosional.

  • Ciri-ciri: Orang tua tidak peduli, jarang berkomunikasi, tidak menetapkan aturan, dan tidak memberikan dukungan emosional kepada anak. Hal ini bisa terjadi karena kesibukan ekstrem, stres, atau masalah kesehatan mental orang tua.
  • Dampak pada Anak: Anak mengalami dampak psikologis paling berat. Mereka cenderung memiliki harga diri yang sangat rendah, kesulitan dalam hubungan sosial, rentan terjerumus pada perilaku menyimpang, dan memiliki performa akademis yang buruk.


Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Fakultas Teknik UNM Gandeng PT Indonav Teknologi Gelar Kuliah Umum, Perkuat Kompetensi Mahasiswa Lewat Teknologi Pemetaan Presisi Tinggi

02

Reshuffle Kabinet, Prabowo Lantik 16 Menteri, Wamen hingga Pejabat Negara

03

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

04

Mengintip 10 Bunker Paling Aman di Dunia, dari Swiss hingga Amerika Serikat

05

Pasar Malam BTP Bikin Resah, Tokoh Pemuda Desak Kegiatan 25 September Dibatalkan

06

Pemkab Enrekang Siapkan Asuransi Gagal Panen untuk 1.500 Hektare Padi dan Jagung

07

Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Wali Kota Makassar Munafri Tegaskan Nilai Kebangsaan dalam Pelayanan

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

Kolom

× Advertisement
× Advertisement