Manyala, Jakarta – Anggota DPR RI, Ir. H. La Tinro La Tunrung, menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap berbagai program pendidikan nasional, khususnya terkait capaian literasi dan numerasi. Menurutnya, keberhasilan pembangunan sektor pendidikan tidak hanya diukur dari besarnya anggaran atau jumlah program yang dijalankan, tetapi juga dari hasil nyata yang dapat dirasakan masyarakat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dalam rapat bersama Mendikdasmen RI, La Tinro menyampaikan bahwa setiap target dan indikator kinerja yang telah ditetapkan harus dievaluasi secara objektif. Apabila suatu target tidak tercapai, pemerintah perlu menjelaskan faktor penyebabnya sekaligus menyiapkan langkah-langkah perbaikan yang terukur.
Ia menilai, indikator seperti literasi, numerasi, hasil asesmen pendidikan, hingga capaian Indonesia Emas 2045 harus memiliki arah dan target yang jelas sehingga seluruh pemangku kepentingan dapat mengukur keberhasilan kebijakan pendidikan secara transparan.
La Tinro juga menyoroti sejumlah data yang menunjukkan adanya penurunan capaian literasi dan numerasi pada beberapa jenjang pendidikan. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius karena dapat mencerminkan efektivitas pelaksanaan berbagai program peningkatan mutu pendidikan.
“Apabila benar terjadi penurunan capaian literasi maupun numerasi, maka kita harus mengetahui penyebabnya. Apakah dipengaruhi oleh efektivitas program pemerintah, perubahan metode asesmen, instrumen penilaian, atau faktor-faktor lainnya. Semua itu harus dijelaskan secara terbuka agar menjadi dasar dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia meminta pemerintah menetapkan target peningkatan yang lebih terukur pada setiap indikator pendidikan, termasuk peningkatan skor asesmen nasional maupun indikator yang mengacu pada standar internasional. Menurutnya, target yang jelas akan memudahkan proses evaluasi sekaligus memastikan setiap anggaran yang dialokasikan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan.
Selain itu, La Tinro juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas tenaga pendidik. Ia meminta pemerintah memiliki data yang komprehensif mengenai korelasi antara kompetensi guru, pemerataan tenaga pendidik, dan capaian literasi serta numerasi peserta didik. Dengan demikian, kebijakan yang diambil dapat menjawab kebutuhan riil di lapangan.
Menurutnya, penyelesaian persoalan pendidikan tidak cukup hanya mengidentifikasi kekurangan, tetapi harus disertai solusi yang konkret, mulai dari penguatan kapasitas guru, pemerataan tenaga pendidik, hingga penyempurnaan sistem evaluasi pembelajaran.
Di akhir penyampaiannya, La Tinro mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan evaluasi pendidikan sebagai momentum memperbaiki kualitas pembelajaran nasional. Ia berharap pemerintah terus menghadirkan kebijakan yang berbasis data, transparan, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan demi mewujudkan generasi Indonesia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Bagi masyarakat, pendidikan merupakan investasi masa depan bangsa. Karena itu, seluruh pihak harus bersama-sama mengawal setiap kebijakan pendidikan agar benar-benar menghasilkan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tutup La Tinro.

































