Ahmad Muzani: Penunjukan Letjen Djaka Sebagai Dirjen Bea Cukai Merupakan Wewenang Presiden

Ahmad Muzani: Penunjukan Letjen Djaka Sebagai Dirjen Bea Cukai Merupakan Wewenang Presiden - Muzani - Gambar 1324
Ketua MPR RI, Ahmad Muzani. //Net

Manyala.co – Penunjukan Letnan Jenderal TNI Djaka Budi Utama sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai oleh Presiden Prabowo Subianto menuai sejumlah reaksi di publik. Meski demikian, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menegaskan bahwa keputusan tersebut sepenuhnya berada dalam ranah hak prerogatif presiden.

Dalam pernyataannya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (23 Mei 2025), Muzani menyampaikan bahwa proses penunjukan ini tidak berkaitan dengan faktor kedekatan pribadi, melainkan atas dasar kemampuan dan kapabilitas Letjen Djaka dalam mendukung peningkatan penerimaan negara.

Ia menekankan bahwa Presiden Prabowo tentu mempertimbangkan kapasitas individu yang ditunjuk, khususnya dalam hal mengoptimalkan potensi penerimaan dari sektor bea dan cukai yang selama ini dianggap masih belum maksimal.

Muzani juga berharap agar kehadiran Djaka Budi di posisi strategis ini dapat membawa perubahan positif dalam sistem keuangan negara, terutama pada sektor-sektor yang menjadi perhatian utama kepala negara, seperti perpajakan dan kepabeanan.

Keputusan penunjukan Letjen Djaka memang tidak luput dari sorotan, mengingat posisi Dirjen Bea dan Cukai biasanya diisi oleh figur dengan latar belakang teknokratis atau berasal dari lingkungan Kementerian Keuangan itu sendiri. Namun, penempatan perwira tinggi militer aktif ini dinilai sebagai bagian dari strategi pembaruan birokrasi yang diinginkan oleh Presiden Prabowo.

Kemendikdasmen Prioritaskan Peningkatan Mutu SLB Indonesia Timur

Selain Djaka, Presiden juga menunjuk Bimo Wijayanto sebagai Direktur Jenderal Pajak, dalam langkah restrukturisasi jajaran strategis di Kementerian Keuangan. Langkah ini menunjukkan adanya upaya Presiden untuk membentuk formasi kepemimpinan baru yang diyakini dapat bekerja lebih optimal.

Sosok Letjen Djaka Budi sendiri bukan orang baru di dunia militer. Ia memiliki latar belakang panjang dalam dinas kemiliteran dan sempat bertugas di Badan Intelijen Negara (BIN). Namanya juga pernah tercatat sebagai anggota Tim Mawar Kopassus TNI AD yang terlibat dalam insiden penculikan aktivis pro demokrasi pada 1997–1998. Dalam kasus tersebut, Djaka sempat dijatuhi hukuman penjara selama 1 tahun 4 bulan.

Kendati masa lalu Djaka menuai kontroversi, pemerintah tetap melanjutkan penunjukan tersebut. Menurut sejumlah pihak di lingkaran pemerintahan, pengalaman militer dan intelijen Djaka justru dianggap sebagai modal penting dalam memperkuat sistem pengawasan dan pengendalian di sektor bea cukai.

Dengan berbagai tanggapan yang berkembang, pemerintah tetap menegaskan bahwa setiap penunjukan pejabat publik telah melalui pertimbangan strategis demi kepentingan nasional, terutama dalam hal memperbaiki kinerja keuangan negara secara menyeluruh.

Polemik Relokasi PLTSa Makassar Picu Sorotan DPRD

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Deretan Calon Ketua IKA Teknik Sipil Unhas, 2 Dosen Siap Lanjutkan Tongkat Kepemimpinan

02

Indonesia Dukung Palestina lewat Board of Peace, Israel Tetap Menolak

03

Prabowo Luncurkan Program Gentengnisasi Lewat Gerakan Indonesia ASRI

04

Serangan Bersenjata di Balochistan Tewaskan 48 Orang

05

Tujuh Pangkalan Udara Terbesar Amerika Berdasarkan Populasi

PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Indonesia Usulkan Australia dan Selandia Baru Ikut SEA Games

Indonesia Juara Piala AFF Futsal U-16

Kolom