Air Sinkhole Sumbar Mengandung E-Coli, Tak Layak Dikonsumsi

Sinkhole
Air Sinkhole Sumbar Mengandung E-Coli, Tak Layak Dikonsumsi.

Manyala.co – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memastikan air yang muncul dari fenomena sinkhole di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, tidak layak dikonsumsi karena mengandung bakteri berbahaya, termasuk Escherichia coli (E-Coli), berdasarkan hasil uji laboratorium resmi.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy mengatakan temuan tersebut diperoleh dari kajian awal Badan Geologi serta pemeriksaan laboratorium Dinas Kesehatan setempat. Hasil pengujian menunjukkan kualitas air tidak memenuhi standar kesehatan, terutama akibat tingginya kandungan bakteri indikator pencemaran tinja.

Selain kandungan bakteri, tingkat keasaman air juga tercatat berada di bawah ambang batas aman. Nilai pH air berada di bawah 6,5, sehingga tidak sesuai untuk dikonsumsi langsung oleh masyarakat. Kondisi tersebut menempatkan air sinkhole setara dengan air permukaan yang belum melalui proses pengolahan.

“Air ini sebaiknya tidak digunakan sebagai air minum. Kondisinya kurang lebih sama seperti air sungai yang tidak diolah,” kata Vasko pada Senin (12/1/2026).

Fenomena sinkhole yang terjadi di kawasan tersebut sebelumnya menarik perhatian masyarakat. Sejak lubang ambles terbentuk, warga dari berbagai daerah berdatangan untuk melihat langsung lokasi kejadian. Sebagian pengunjung bahkan mengambil air dari area sinkhole karena meyakini air tersebut memiliki khasiat kesehatan dan mampu menyembuhkan penyakit.

Kisah Cinta dan Dakwah di Atas Vespa: Pasutri Sigi Tempuh Jalur Lintas Pulau Demi Hadiri Muktamar V Wahdah Islamiyah

Pemerintah daerah menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak memiliki dasar ilmiah. Menurut Vasko, keberadaan air di area sinkhole sepenuhnya merupakan fenomena geologi alamiah dan tidak berkaitan dengan kepercayaan mistis maupun klaim penyembuhan.

“Air ini sama sekali tidak memiliki manfaat untuk kesehatan atau penyembuhan penyakit,” ujarnya.

Dari hasil pengukuran sementara, kandungan zat terlarut atau total dissolved solids (TDS) serta kadar besi (Fe) dalam air masih berada pada ambang relatif aman. Namun, keberadaan bakteri E-Coli dalam jumlah tinggi menjadi faktor utama yang membuat air tersebut tidak boleh digunakan tanpa proses pengolahan yang memadai.

Bakteri E-Coli umumnya menjadi indikator pencemaran biologis dan dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama pada saluran pencernaan, apabila air terkontaminasi dikonsumsi tanpa perlakuan yang tepat.

Seiring dengan temuan tersebut, aparat kepolisian memasang garis pengamanan di sekitar lokasi sinkhole. Zona aman ditetapkan dengan jarak minimal 50 meter dari tepi lubang untuk menghindari risiko pergerakan tanah lanjutan atau amblasan susulan, mengingat struktur tanah di kawasan tersebut masih dinilai labil.

Makassar Dipilih Jadi 10 Kota Hub GSIH, Wali Kota Munafri: Ekosistem Digital Kita Kolaborasikan melalui MCH

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, Badan Geologi, serta instansi terkait terus melakukan pemantauan lapangan dan kajian lanjutan. Langkah ini bertujuan memastikan keselamatan warga sekaligus memperoleh gambaran komprehensif mengenai kondisi geologi di sekitar lokasi.

Hingga Senin malam, belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan permukiman akibat peristiwa tersebut. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk mematuhi zona pengamanan dan tidak mengambil atau menggunakan air dari area sinkhole hingga ada rekomendasi resmi lanjutan dari otoritas terkait.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

60 Alumni Teknik Sipil Unhas Antusias Hadiri Site Visit Project WIKA Beton

02

Viral Video Syur Ibu Guru Salsa Jember, Berikut Klarifikasinya

03

Pilah Sampah Jadi Kunci Selamatkan Kota Makassar, Pakar Lingkungan Tegaskan Kewajiban Sesuai Amanat UU

04

Tim PKM PNUP Gelar Kegiatan Penerapan Teknologi di Kabupaten Sidrap

05

Menag Nasaruddin Umar Buka Secara Resmi Muktamar V Wahdah Islamiyah dan Kukuhkan 10.000 Guru Qur’an

06

Transformasi Haji Era Prabowo Berbuah Hasil, Kepuasan Jemaah 2026 Tertinggi Sepanjang Sejarah

07

LA TINRO LA TUNRUNG Dorong Terobosan Besar Pemberantasan Korupsi dalam Rapat Pemantauan UU Tipikor

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Kolom

× Advertisement
× Advertisement