BI Turunkan Suku Bunga Setelah AS Longgarkan Tarif Impor untuk Indonesia, Pasar Saham Naik Tipis

BI Turunkan Suku Bunga Setelah AS Longgarkan Tarif Impor untuk Indonesia, Pasar Saham Naik Tipis - BI - Gambar 676
BI Turunkan Suku Bunga Setelah AS Longgarkan Tarif Impor untuk Indonesia, Pasar Saham Naik Tipis.

Manyala.co – Keputusan Bank Indonesia (BI) untuk memangkas suku bunga acuan menjadi 5,25 persen pada Rabu (16/7/2025) menjadi salah satu langkah responsif yang menarik perhatian pelaku pasar. Penurunan sebesar 25 basis poin ini turut diikuti penyesuaian pada suku bunga deposit facility dan lending facility yang masing-masing diturunkan ke level 4,5 persen dan 6 persen. Langkah ini diambil di tengah situasi ekonomi yang dinamis dan berkembang, termasuk sinyal positif dari Amerika Serikat mengenai pelonggaran tarif untuk barang dari Indonesia.

Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, kebijakan ini diambil berdasarkan beberapa faktor penting. Pertama, proyeksi inflasi selama dua tahun ke depan yang tetap berada di bawah titik tengah target inflasi nasional ±2,5 persen. Kedua, stabilitas nilai tukar rupiah yang masih terjaga meskipun tertekan oleh ketidakpastian global. Ketiga, pentingnya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah perlambatan kredit dan tantangan eksternal.

Data terbaru menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit bank pada paruh pertama 2025 hanya tumbuh 7,77 persen secara tahunan (YoY), menurun dibandingkan Mei 2025 yang tercatat sebesar 8,43 persen. Ini menjadi level terendah sejak Juni 2023. Penurunan ini mencerminkan kehati-hatian sektor perbankan yang lebih memilih menempatkan dana likuid ke instrumen surat berharga daripada menyalurkan pinjaman baru. Meski demikian, BI tetap mempertahankan proyeksi pertumbuhan kredit di kisaran 8-11 persen untuk tahun ini, seiring harapan membaiknya permintaan kredit di semester dua.

Pendorong utama harapan tersebut adalah kesepakatan dagang terbaru dengan Amerika Serikat. Pemerintahan Presiden Donald Trump mengumumkan penurunan tarif impor bagi barang-barang dari Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen. Dampak dari pengurangan tarif ini diyakini akan memberikan ruang yang lebih besar bagi pelaku usaha dalam membuat keputusan bisnis jangka panjang, terutama untuk sektor ekspor.

Trump juga membeberkan beberapa poin penting dari perjanjian dagang bilateral, termasuk kesepakatan Indonesia untuk mengimpor produk energi senilai USD 15 miliar, produk pertanian senilai USD 4,5 miliar, serta pembelian 50 unit pesawat Boeing dari AS. Namun, belum ada rincian lebih lanjut mengenai jangka waktu pelaksanaan impor tersebut. Dalam hal transshipment, AS tetap memberlakukan tarif tambahan apabila ditemukan adanya praktik pengalihan barang dari negara lain yang terkena tarif lebih tinggi.

Menkeu Bantah Isu Kas Negara Rp120 Triliun

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia sedang menyusun pernyataan bersama dengan AS yang akan menguraikan detail lebih lanjut dari kesepakatan tersebut.

Pasar Saham dan Nilai Tukar Bereaksi Datar

Pasar modal Indonesia menyambut baik kabar ini, meskipun penguatan yang terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lebih banyak disebabkan oleh lonjakan harga dua saham berkapitalisasi besar yakni DCII (+19,99%) dan DSSA (+3,86%). IHSG tercatat naik 0,72 persen ke level 7.192. Namun, saham perbankan besar justru menunjukkan pergerakan yang datar, mencerminkan masih adanya sikap wait and see dari investor terhadap arah kebijakan dan dampak riil dari perjanjian dagang AS-RI.

Nilai tukar rupiah justru mengalami pelemahan sebesar 0,11 persen ke level Rp16.278 per dolar AS. Di sisi lain, yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun bertahan di level 6,573 persen, menunjukkan belum adanya dorongan kuat dari sisi sentimen investor terhadap instrumen utang negara.

Respons Investor Masih Terbatas, Detail Kesepakatan Diharapkan Segera

Menkeu Bantah Indonesia Menuju Resesi Ekonomi

Meskipun dua sentimen besar yakni pemangkasan BI Rate dan kesepakatan dagang dengan AS telah diumumkan, sebagian besar investor menilai bahwa dampaknya terhadap prospek jangka pendek ekonomi Indonesia masih terbatas. Minimnya informasi konkret mengenai bentuk akses pasar yang akan diberikan Indonesia kepada AS membuat sebagian pelaku pasar tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Analis menilai bahwa dibutuhkan indikator ekonomi yang menunjukkan pemulihan signifikan, seperti peningkatan konsumsi domestik, perbaikan daya saing ekspor, dan penyaluran kredit yang tumbuh pesat, agar Indonesia kembali menjadi pusat perhatian investor asing.

Update Emiten: Klarifikasi dan Aksi Korporasi

Sejumlah emiten tercatat melakukan klarifikasi atas rumor pasar maupun mengumumkan aksi korporasi baru:

  • $TPIA (Chandra Asri Pacific) menyatakan belum ada perjanjian resmi terkait rumor joint venture untuk mengakuisisi bisnis SPBU milik Exxon Mobil di Singapura. Meskipun demikian, TPIA tetap membuka peluang kerjasama strategis yang sejalan dengan arah pertumbuhan perusahaan.
  • $DATA (Remala Abadi) bersama anak usahanya PT PC 24 Cyber Indonesia menandatangani fasilitas kredit modal kerja senilai Rp250 miliar dengan Bank Central Asia ($BBCA) untuk tenor satu tahun.
  • $MTEL (Dayamitra Telekomunikasi) dan $TBIG (Tower Bersama Infrastructure) secara terpisah menegaskan tidak mengetahui adanya pembicaraan atau dokumen terkait rencana merger di antara keduanya. Klarifikasi ini muncul setelah Bloomberg melaporkan bahwa kedua pihak tengah mempertimbangkan kembali merger setelah rencana serupa gagal pada 2015.
  • $WIKA (Wijaya Karya) mencatatkan nilai kontrak baru sebesar Rp4,3 triliun hingga semester I 2025, atau turun 58 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Proyek didominasi oleh sektor industri (58,86%), diikuti infrastruktur dan gedung (34%), serta sektor EPC dan properti (7,14%).
  • $CGAS (Citra Nusantara Gemilang) menerima penetapan alokasi gas bumi dari pemerintah sebesar 1,5 MMSCFD dari Lapangan Galian untuk mendukung pelaksanaan proyek LNG Station Galian Karawang. Total kontrak mencapai 4.110 MMSCF dan proyek ini merupakan tindak lanjut dari penggunaan dana IPO perusahaan.

Dengan segala dinamika ini, fokus investor saat ini adalah menunggu kejelasan lebih lanjut terkait rincian teknis dari perjanjian dagang Indonesia-AS dan dampaknya terhadap kinerja makroekonomi dan sektor usaha domestik.

Purbaya: APBN Masih Tahan Kenaikan Harga Minyak

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Kartika Sandra Desi Tinjau Bulog, Pastikan Pangan Tetap Aman

02

Muhammad Rahul Apresiasi Polda Riau Ungkap Kasus Narkoba di Rokan Hilir

03

BPS: Ketimpangan Pengeluaran Indonesia Turun ke 0,363

04

HIPMI Institute Sulsel Resmi Dilantik, Usung Ekosistem Kolaboratif untuk Cetak Founder Muda Berdaya Saing Global

05

Prabowo Nilai Krisis Global Jadi Peluang Percepatan Program Nasional

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

Kolom

× Advertisement
× Advertisement