Cak Imin Gaungkan Kolaborasi Tiga Pilar untuk Capai Nol Kemiskinan Ekstrem di 2026

Cak Imin Gaungkan Kolaborasi Tiga Pilar untuk Capai Nol Kemiskinan Ekstrem di 2026 - Kemiskinan - Gambar 991
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar. (dok.VIVA.co.id/Hardani Triyoga)

Manyala.co – Pemerintah menargetkan angka kemiskinan ekstrem di Indonesia bisa ditekan hingga nol persen pada tahun 2026. Namun, di balik ambisi tersebut, diperlukan kerja nyata yang melibatkan banyak pihak tidak cukup hanya dari sisi kebijakan pemerintah, tetapi juga harus melibatkan akademisi, tokoh lokal, hingga lembaga berbasis masyarakat seperti pesantren.

Hal tersebut menjadi sorotan utama dalam forum dialog terbuka bertajuk “Membangun Ekosistem Pemberdayaan Masyarakat Desa: Kolaborasi Pemerintah, Akademisi, dan Pesantren Menuju Nol Kemiskinan”, yang digelar di kampus III UIN Walisongo Semarang, Kamis (19/6/2025).

Forum tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa komitmen penghapusan kemiskinan ekstrem tidak bisa hanya dibangun dari atas ke bawah. “Kami sangat serius. Targetnya jelas, nol kemiskinan ekstrem pada 2026. Tapi ini tidak bisa dilakukan sendirian oleh pemerintah. Harus ada sinergi, dari akademisi, pesantren, hingga lembaga desa,” ujar Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin.

Menurutnya, pesantren sebagai kekuatan sosial lokal memiliki akses langsung pada komunitas akar rumput dan memahami kebutuhan masyarakat secara riil. Di sisi lain, kampus dan dunia akademik memiliki kapasitas dalam riset, data, dan penyusunan strategi kebijakan. Oleh sebab itu, keterlibatan aktif dua pilar ini sangat dibutuhkan untuk menciptakan perubahan yang nyata di desa.

Salah satu agenda penting dalam forum tersebut adalah menyusun pendekatan kolaboratif berbasis kelembagaan untuk memperkuat daya saing desa. Fokus diskusi mencakup bagaimana desa bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi lokal, memperkuat ketahanan masyarakat dari ketimpangan struktural, serta mengoptimalkan peran pesantren dalam membina komunitasnya secara sosial dan ekonomi.

Kisah Haru Driver Ojol Tunarungu di Medan, Motor Hilang Usai Kecelakaan Diganti Anggota DPR RI Ade Jona Prasetyo

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Prof. Abdul Haris, turut hadir sebagai pembicara. Ia menyebutkan bahwa pencapaian target penghapusan kemiskinan ekstrem membutuhkan sinergi yang tidak biasa—yakni sinergi antar-lembaga yang saling memperkuat. “Kuncinya adalah ekosistem kelembagaan yang saling mendukung. Pemerintah, pesantren, dan kampus harus bergerak bersama untuk mempercepat pengentasan kemiskinan,” ucap Prof. Haris.

Sementara itu, Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Nizar, memberikan respons positif terhadap agenda kolaboratif ini. Ia menyampaikan bahwa lembaga pendidikan Islam modern seperti UIN memiliki tanggung jawab ganda, bukan hanya sebagai pusat akademik, tetapi juga sebagai ruang pengabdian langsung kepada masyarakat. “Pendidikan harus bisa hadir sampai ke tingkat pemberdayaan masyarakat, tidak cukup hanya berkutat dalam ranah teoritik,” katanya.

Ia menambahkan bahwa UIN Walisongo telah lama menjadi ruang inklusif bagi santri dan masyarakat luas, dan kini semakin relevan dalam menyikapi tantangan sosial di tingkat desa. Menurutnya, kampus harus mulai turun tangan membantu desa untuk merumuskan program berbasis data, mendampingi masyarakat, dan membangun ekosistem sosial yang mandiri.

Dialog terbuka ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden No. 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Forum ini diharapkan menjadi titik tolak lahirnya gagasan konkret dan kerja sama lintas sektor yang bisa langsung dieksekusi di lapangan.

Diskusi panel yang berlangsung menghadirkan berbagai narasumber dari unsur akademisi, pejabat pemerintah daerah, tokoh pesantren, hingga perwakilan Kementerian Agama. Seluruh pihak sepakat bahwa pengentasan kemiskinan ekstrem bukan hanya tugas kementerian atau dinas terkait, tetapi perlu diangkat sebagai gerakan nasional dengan basis kolaborasi.

Kapoksi Gerindra Komisi XIII DPR RI Kartika Sandra Desi Hadiri Sosialisasi Penguatan Relawan Gerakan Kebijakan Pancasila di Kota Palembang

Muhaimin juga menyinggung pentingnya menjaga keberlanjutan dari program-program yang sudah berjalan. Ia berharap pendekatan berbasis komunitas lokal bisa menjadi kekuatan utama untuk menciptakan desa yang tangguh secara ekonomi dan sosial. “Kalau kita bicara soal angka nol kemiskinan ekstrem, maka kita bicara tentang bagaimana desa menjadi pusat ketahanan masyarakat. Bukan hanya target statistik, tapi perubahan nyata yang dirasakan langsung oleh warga desa,” pungkasnya.

Dengan semangat kolaborasi dan kerja konkret di lapangan, target ambisius penghapusan kemiskinan ekstrem pada 2026 tidak lagi menjadi sekadar slogan, tapi bisa menjadi peta jalan yang terukur dan realistis.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Gelar Penelitian di Pesisir Singkawang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya Dorong Kolaborasi Blue Economy

02

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

03

10 Angkatan Laut Terkuat Dunia 2025: Indonesia Kejutkan Dunia Duduki Peringkat Keempat

04

10 Negara dengan Wilayah Terkecil di Asia dan Peran Strategisnya

05

Calon Mahasiswa Baru ITH Tembus 975 Orang, Penerimaan Jalur Seleksi Mandiri Masih Terbuka

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Kolom

× Advertisement
× Advertisement