Dosen UNY Usulkan Edukasi Toxic Relationship Masuk Kurikulum Sekolah

Toxic
Video ini membahas tentang toxic relationship, hubungan yang tidak sehat dan dapat berdampak buruk pada kesehatan mental dan emosional seseorang.

Manyala.co – Dosen Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Nabila Ihza Nur Muttaqi, menyarankan agar edukasi mengenai toxic relationship dan pencegahan child grooming dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan formal. Usulan tersebut disampaikan menyusul maraknya kasus child grooming yang kembali menjadi perhatian publik dalam beberapa waktu terakhir.

Nabila menyampaikan pandangan tersebut saat menanggapi viralnya buku berjudul Broken Strings karya artis Aurelie Moeremans. Dalam buku itu, Aurelie mengungkap pengalaman pribadinya menjadi korban child grooming oleh seorang pria dewasa sejak berusia sekitar 15 tahun. Ia menceritakan bagaimana proses manipulasi dan kontrol berlangsung secara perlahan, hingga membentuk relasi yang merugikan secara psikologis.

Child grooming merupakan bentuk manipulasi yang dilakukan orang dewasa untuk membangun kedekatan emosional dengan anak, dengan tujuan eksploitasi seksual, perdagangan orang, atau aktivitas ilegal lainnya. Berbeda dengan bentuk kekerasan anak yang bersifat langsung, praktik ini berlangsung secara sistematis dan kerap tidak disadari korban maupun lingkungannya.

Menurut Nabila, negara perlu hadir secara aktif dalam mencegah dan menangani praktik tersebut melalui langkah-langkah konkret di sektor pendidikan. Ia menyebut kewajiban memasukkan pendidikan seksual, kesehatan reproduksi, dan keamanan diri ke dalam kurikulum sebagai langkah awal yang dapat dilakukan.

“Sebenarnya langkah-langkah konkret sederhana yang bisa dilakukan dan ini sepertinya juga sudah mulai dikembangkan, pertama adalah membuat atau mewajibkan kurikulum di dalam pendidikan, baik itu mulai pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi harus memuat yang namanya pendidikan seksual seperti ini,” kata Nabila dalam wawancara bersama Tribunnews, Selasa.

Semarak Porseni HUT RI, Wali Kota Makassar Munafri Tekankan Kekompakan ASN hingga Peduli Kebersihan

Ia menilai pendidikan seks kerap dianggap tabu, padahal memiliki peran penting dalam membekali anak dengan pengetahuan mengenai batasan diri dan relasi yang sehat. Menurutnya, kurikulum perlu memuat materi terkait grooming dan pemahaman mengenai persetujuan (consent).

“Sehingga di dalam kurikulum itu bisa dimasukkan materi-materi terkait dengan grooming atau terkait dengan consent suka sama suka,” ujarnya.

Selain itu, Nabila juga mengusulkan agar edukasi tentang toxic relationship diajarkan secara sistematis di sekolah. Ia menilai relasi tidak sehat di kalangan anak dan remaja semakin sering terjadi dan membutuhkan pendekatan preventif sejak dini.

“Boleh juga misal kadang anak-anak zaman sekarang kalau pacarannya toxic, itu bisa dimasukkan masalah edukasi terkait dengan toxic relationship ke dalam kurikulum-kurikulum sekolah, mulai dari SD, SMP, SMA, kalau bisa perguruan tinggi juga ada,” katanya.

Menurut Nabila, tujuan utama pendidikan tersebut adalah agar anak mampu mengenali tanda bahaya dalam sebuah hubungan. Ia mencontohkan pujian berlebihan, pemberian hadiah secara diam-diam, atau sentuhan pada area intim sebagai sinyal bahaya, bukan bentuk kasih sayang.

HUT ke-81 RI, Pemkot Makassar Semarakkan Perayaan Lomba Lingkup SKPD hingga Tingkat RT/RW

Di sisi lain, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat bahwa child grooming kerap tidak terdeteksi karena minimnya pemahaman masyarakat. Anggota KPAI Dian Sasmita menyebut pelaku sering memanipulasi relasi dan emosi anak sehingga batas kekerasan menjadi kabur.

“Child grooming sering kali tidak terdeteksi sejak dini karena minimnya pengetahuan kita,” ujar Dian.

KPAI menegaskan bahwa tidak ada konsep persetujuan dalam relasi yang melibatkan anak dan orang dewasa, mengingat adanya ketimpangan kuasa yang jelas. Hingga Selasa, belum ada data resmi terbaru mengenai jumlah kasus child grooming nasional yang dipublikasikan pemerintah.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Viral Video Syur Ibu Guru Salsa Jember, Berikut Klarifikasinya

02

Pilah Sampah Jadi Kunci Selamatkan Kota Makassar, Pakar Lingkungan Tegaskan Kewajiban Sesuai Amanat UU

03

BPS: Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia 2026 Capai 83,28 Persen, Masuk Kategori Sangat Memuaskan

04

Transformasi Haji Era Prabowo Berbuah Hasil, Kepuasan Jemaah 2026 Tertinggi Sepanjang Sejarah

05

RT 04 Tamangapa Jadi Percontohan Pemilahan Sampah di Makassar, Budaya Pilah Sampah Dimulai Sejak 2025

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Kolom

× Advertisement
× Advertisement