Manyala.co – Forbes merilis daftar terbaru 10 orang terkaya Indonesia 2025, yang mencatat masuknya tiga nama baru seiring lonjakan pasar saham domestik dan peningkatan kekayaan kolektif nasional ke rekor tertinggi tahun ini.
Dalam laporan terbarunya, Forbes mencatat total kekayaan gabungan para miliarder Indonesia mencapai US$306 miliar, naik dari US$263 miliar pada tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut terjadi di tengah dinamika ekonomi global, didukung oleh penguatan indeks saham acuan Indonesia yang melonjak 17% sepanjang tahun berjalan.
Masuknya tiga nama baru ke dalam daftar 10 besar menjadi sorotan utama tahun ini. Kenaikan tajam harga saham sejumlah emiten teknologi dan manufaktur mendorong lonjakan nilai aset para pengendalinya, terutama pada sektor pusat data dan industri bahan konsumsi.
Saham PT Data Center Indonesia Tbk (DCII) mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 481,35% secara year to date (ytd), dengan harga saham mencapai Rp244.750 per lembar. Lonjakan tersebut mengantarkan dua pengendali perusahaan, Otto Toto Sugiri dan Marina Budiman, masuk ke jajaran 10 orang terkaya Indonesia untuk pertama kalinya.
Berdasarkan catatan Forbes, Otto Toto Sugiri memiliki kekayaan sebesar US$11,3 miliar dan menempati peringkat keenam. Pada tahun sebelumnya, ia berada di posisi ke-26 dengan total kekayaan US$2,21 miliar, menunjukkan lonjakan nilai aset lebih dari lima kali lipat dalam satu tahun.
Marina Budiman tercatat memiliki kekayaan sebesar US$8,2 miliar dan berada di peringkat kedelapan. Ia menjadi satu-satunya perempuan dalam daftar 10 besar tahun ini. Pada akhir 2024, Marina berada di peringkat ke-41 dengan total kekayaan US$1,32 miliar.
Di bawah Marina, keluarga Tanoko—Wijono Tanoko dan Hermanto Tanoko—menempati peringkat kesembilan dengan total kekayaan US$8,1 miliar. Lonjakan tersebut dipicu oleh kinerja saham PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE), yang naik 797,06% sepanjang tahun berjalan hingga mencapai Rp9.150 per saham.
Saham RISE sempat menyentuh level tertinggi Rp14.000, yang berarti melonjak sekitar 1.000% secara ytd sebelum mengalami koreksi. Kinerja saham tersebut secara langsung meningkatkan valuasi kekayaan keluarga Tanoko sebagai pengendali utama perusahaan.
Peringkat teratas daftar orang terkaya Indonesia 2025 masih dikuasai R. Budi Hartono dan Michael Hartono dengan total kekayaan US$43,8 miliar, disusul Prajogo Pangestu di posisi kedua dengan US$39,8 miliar. Keluarga Widjaja berada di peringkat ketiga dengan US$28,3 miliar, diikuti Low Tuck Kwong sebesar US$24,9 miliar.
Anthoni Salim dan keluarga menempati posisi kelima dengan kekayaan US$13,6 miliar, sementara Tahir dan keluarga berada di peringkat ketujuh dengan US$9,8 miliar. Posisi kesepuluh ditempati Sri Prakash Lohia dengan total kekayaan US$8 miliar.
Forbes menyusun daftar ini berdasarkan harga saham dan nilai tukar yang berlaku pada tahun 2025. Hingga laporan ini diterbitkan, belum ada koreksi resmi dari Forbes terkait data kekayaan tersebut.
































