Enrekang – Pemerintah Kabupaten Enrekang merespons cepat keluhan warga terkait lapak pedagang kaki lima (PKL) yang memasang box dagangan secara permanen di atas trotoar jalan. Kondisi tersebut menyebabkan saluran air tersumbat tumpukan sampah dan kotoran, menyulitkan petugas kebersihan melakukan pembersihan, serta memicu potensi banjir akibat aliran air yang tidak lancar.
Sejumlah warga mengaku kesal dengan keberadaan lapak yang menutupi got menggunakan papan dan box jualan permanen. “Bagaimana air tidak meluap naik ke jalan sampai menyebabkan banjir kalau saluran pembuangan penuh sampah dan kotoran? Kami juga melihat petugas kebersihan kesulitan membersihkan karena lapak-lapak tersebut menutupi got dan terpasang secara permanen,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Menindaklanjuti aduan tersebut, pada Sabtu (14/02/2026), petugas terkait melakukan pembersihan saluran air yang tersumbat dengan menggunakan kendaraan pemadam kebakaran (Damkar) untuk menyemprot dan membersihkan tumpukan sampah serta kotoran di dalam got.
Kegiatan tersebut dipantau langsung oleh Wakil Bupati Enrekang, Andi Tenri Liwang, didampingi Kepala Dinas Perhubungan, Camat Enrekang, Kepala Bidang Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satpol PP, serta dihadiri warga setempat.
Wakil Bupati Andi Tenri Liwang menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menangani persoalan tersebut dengan tetap memperhatikan keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk para PKL.
“Kami pihak Pemda akan mencari tempat yang layak bagi para PKL untuk beraktivitas dan mencari rezeki. Rencananya, para pelaku UMKM akan kami satukan di lokasi yang tertata dengan baik. Selain memenuhi aspek kebersihan dan kenyamanan, tempat baru ini juga berpotensi menjadi destinasi wisata kuliner yang menarik dan tertata indah,” ujar Wabup.
Langkah cepat ini diharapkan mampu mengatasi keluhan warga sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan mendukung pengembangan sektor UMKM di Kabupaten Enrekang. Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan penggunaan ruang publik berjalan tertib tanpa mengganggu fungsi saluran air dan kebersihan kota.
Masyarakat diimbau untuk mendukung program penataan lapak PKL serta bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan agar persoalan banjir dan saluran air tersumbat tidak kembali terulang.































