Guru Besar UNJ Soroti Eskalasi Kekerasan di Papua

Papua
Guru Besar UNJ Soroti Eskalasi Kekerasan di Papua

Manyala.co — Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Abdul Haris Fatgehipon menyatakan eskalasi kekerasan bersenjata di Papua telah berkembang menjadi krisis kemanusiaan dan mendesak pemerintah menempuh langkah komprehensif untuk melindungi warga sipil.

Abdul Haris, profesor di bidang resolusi konflik dan perdamaian, menilai konflik yang berlarut-larut menempatkan masyarakat sipil dalam posisi paling rentan. Ia menyebut korban tidak hanya berasal dari warga setempat, tetapi juga aparat keamanan, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, serta pekerja transportasi udara sipil.

“Ketika guru, tenaga kesehatan, pilot, dan warga sipil menjadi sasaran, maka konflik ini sudah melampaui batas politik dan keamanan. Ini adalah krisis kemanusiaan yang harus segera diakhiri,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (15/2/2026).

Ia menegaskan negara tidak boleh membiarkan situasi berlarut-larut. Menurutnya, kelompok bersenjata di Papua secara jumlah bukan kekuatan besar, namun konflik yang tidak ditangani secara komprehensif membuat mereka tetap berkembang.

“Jangan sampai negara terlihat kalah oleh kelompok bersenjata yang bergerilya. Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia memiliki sejarah panjang dan kapasitas menghadapi perang gerilya. Ditambah dukungan teknologi seperti drone, seharusnya deteksi dan pengamanan bisa dilakukan lebih efektif,” kata Abdul Haris.

Bantu Warga di Musim Kemarau, Pemkot Makassar Terus Salurkan Air Bersih untuk 26 Ribu KK di 9 Kecamatan

Ia menyoroti sejumlah insiden kekerasan terbaru, termasuk pembunuhan dua kru pesawat sipil di Bandara Koroway, Papua Selatan, serta penembakan terhadap personel TNI di wilayah Tembagapura. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia.

“Ini adalah kejahatan kemanusiaan. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dan lembaga HAM internasional perlu melihat kasus-kasus ini secara seimbang. Jangan hanya fokus pada dugaan pelanggaran aparat, tetapi juga pada kekerasan brutal yang dilakukan kelompok separatis,” tegasnya.

Hingga Minggu malam, belum ada pernyataan resmi tambahan dari aparat keamanan terkait rincian terbaru insiden yang disebutkan. Konflik bersenjata di Papua telah berlangsung selama beberapa dekade dengan intensitas yang fluktuatif, melibatkan aparat keamanan dan kelompok separatis bersenjata di sejumlah wilayah pegunungan dan daerah terpencil.

Selain pendekatan keamanan, Abdul Haris mendorong pemerintah pusat mengedepankan strategi menyeluruh yang mencakup aspek kesejahteraan, sosial budaya, serta dialog. Ia mencontohkan pengalaman penyelesaian konflik di Aceh dan Maluku sebagai referensi penting.

“Pengalaman Aceh dan Maluku menunjukkan bahwa dialog adalah kunci penting dalam mengakhiri konflik. Papua juga harus diberi ruang dialog yang serius dan bermartabat,” ujarnya.

Wali Kota Makassar Sampaikan Aspirasi Pembangunan Makassar ke Komisi VII DPR RI

Ia memperingatkan bahwa konflik bersenjata yang berkepanjangan berpotensi menyeret masyarakat sipil, termasuk anak-anak dan remaja, dalam penggunaan senjata api. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat membuka celah bagi jaringan perdagangan senjata lintas negara.

“Dalam konflik Ambon, kita melihat anak-anak usia sekolah mampu menggunakan senjata api dan membuat senjata rakitan. Jika konflik Papua tidak segera diselesaikan, risiko kemanusiaan seperti ini akan terulang,” katanya.

Abdul Haris menekankan perhatian negara terhadap Papua tidak boleh bersifat reaktif atau hanya muncul ketika terjadi korban dan sorotan media. Ia menilai penyelesaian berkelanjutan membutuhkan komitmen jangka panjang yang terintegrasi antara pendekatan keamanan dan pembangunan sosial.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Wabup Enrekang Serahkan Bingkisan kepada Veteran pada HUT ke-81 TNI

02

Dikbud Enrekang Raih Juara 1 Lomba Gerak Jalan HUT ke-81 RI Tingkat OPD

03

Kejari dan Pemkab Enrekang Mulai Revitalisasi Sarana Pendidikan, Anggaran TK Pembina Rp1,34 Miliar

04

Wabup Enrekang Dorong Pemerataan Listrik, 9 Titik Lisdes Siap Dikembangkan

05

Bupati Enrekang Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Tekankan Pentingnya Persatuan Bangsa

06

Pemkab Enrekang Buka Seleksi Direktur Perumda Tirta Massenrempulu Periode 2026–2031

07

Bantu Warga di Musim Kemarau, Pemkot Makassar Terus Salurkan Air Bersih untuk 26 Ribu KK di 9 Kecamatan

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

Kolom

× Advertisement
× Advertisement