Krisis Perbatasan Memanas, Konflik Bersenjata Thailand-Kamboja Tewaskan Warga Sipil dan Picu Ketegangan Diplomatik

Krisis Perbatasan Memanas, Konflik Bersenjata Thailand-Kamboja Tewaskan Warga Sipil dan Picu Ketegangan Diplomatik - Thailand - Gambar 541
Konflik Bersenjata Thailand-Kamboja, Jet Tempur Dikerahkan.

Manyala.co – Pertempuran bersenjata antara Thailand dan Kamboja kembali pecah hebat pada Kamis pagi (24 Juli), menyebabkan sedikitnya sembilan orang tewas dan belasan lainnya luka-luka. Bentrokan ini tidak hanya memperkeruh hubungan bilateral kedua negara, tetapi juga memunculkan kekhawatiran akan eskalasi militer yang lebih luas di kawasan Asia Tenggara.

Kementerian Pertahanan Thailand melaporkan bahwa serangkaian insiden berdarah terjadi di enam titik perbatasan yang disengketakan, khususnya di Provinsi Sisaket, Surin, dan Ubon Ratchathani. Dari laporan yang dihimpun militer, enam korban jiwa berasal dari Sisaket, dua dari Surin, dan satu lainnya di Ubon Ratchathani. Di antara korban luka, seorang anak berusia lima tahun menjadi salah satu yang terkena dampak serangan roket yang diduga berasal dari Kamboja.

Versi kronologis yang disampaikan Thailand menyebutkan bahwa sekitar pukul 07.35 waktu setempat, pasukan mereka mendeteksi keberadaan pesawat tanpa awak milik Kamboja yang melintas di sekitar perbatasan, meski tak terlihat secara visual. Tak lama setelah itu, enam tentara Kamboja, lengkap dengan senjata berat termasuk granat berpeluncur roket, disebut berjalan mendekati area kawat berduri yang membatasi zona operasi militer Thailand.

Menurut Angkatan Darat Kerajaan Thailand, mereka sempat memperingatkan dengan suara untuk menghindari bentrokan. Namun, klaim militer menyatakan bahwa pihak Kamboja justru melepaskan tembakan terlebih dahulu. Sebagai respons, Thailand membalas dengan meluncurkan enam jet tempur F-16 yang kemudian diklaim berhasil menghancurkan dua markas militer Kamboja, yakni Komando Daerah Militer Khusus 8 dan 9.

Media sosial militer Thailand merilis pernyataan pendek namun tajam: “F-16 telah melepaskan tembakan!” yang sekaligus menandai eskalasi besar dalam konflik ini.

Sampah Jadi Pakan, Pemkot Makassar dan Unhas Bangun Ekosistem Maggot-Ayam Alope

Sementara itu, dari pihak Kamboja, tudingan berbalik diarahkan pada Thailand. Kementerian Pertahanan Nasional Kamboja menuduh negara tetangganya melakukan tindakan agresif dengan mengerahkan kekuatan tempur besar, termasuk serangan udara yang melanggar kedaulatan Kamboja.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Letnan Jenderal Maly Socheata, menyebut tindakan militer Thailand sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional, Piagam PBB, dan norma-norma ASEAN.” Ia juga menegaskan bahwa Kamboja siap mempertahankan wilayahnya dengan segala cara yang diperlukan, sembari menyebut dua bom dijatuhkan oleh pesawat tempur Thailand di wilayah yang dikuasai militer Kamboja pada Kamis pagi.

Ketegangan ini juga berdampak langsung pada warga sipil. Sutian Phiwchan, seorang penduduk Distrik Ban Dan di Provinsi Buriram, menggambarkan situasi yang sangat mengerikan. Ia menyebut suara tembakan dan ledakan terdengar sangat dekat dari tempat tinggal warga, memicu kepanikan dan pengungsian massal. “Kami benar-benar ketakutan. Ini bukan hanya senjata ringan, tapi artileri berat sudah digunakan,” ujarnya kepada BBC.

Konflik terbaru ini terjadi hanya sehari setelah Thailand menarik duta besarnya dari Phnom Penh, menyusul insiden ranjau darat yang melukai seorang tentara Thailand. Sebagai balasan, Bangkok juga menyatakan akan mengusir duta besar Kamboja dari ibu kota Thailand.

Menurut analisis koresponden BBC di Asia Tenggara, Jonathan Head, situasi politik domestik kedua negara turut memperkeruh keadaan. Paetongtarn Shinawatra, Perdana Menteri Thailand yang baru saja diskors oleh Mahkamah Konstitusi, disebut tengah berada di bawah tekanan politik dan tidak dapat menunjukkan kelemahan terhadap Kamboja. Sebelumnya, eks PM Hun Sen dari Kamboja sempat mempermalukan Paetongtarn dengan membocorkan isi percakapan pribadi mereka terkait wilayah perbatasan, yang dianggap memperkeruh hubungan yang telah terjalin selama puluhan tahun antara dua dinasti politik tersebut.

Okayama Connection Salurkan 100 Relief Bag untuk Warga Terdampak Gempa Kumamoto, Jepang

Ketegangan antara Thailand dan Kamboja sebenarnya bukan hal baru. Dalam catatan sejarah, hubungan kedua negara kerap terguncang oleh isu sengketa wilayah, khususnya yang berkaitan dengan situs bersejarah Kuil Preah Vihear. Pada tahun 1958 dan 1961, Kamboja sempat memutus hubungan diplomatik dengan Thailand. Ketegangan juga sempat meledak pada 2003 saat terjadi serangan terhadap Kedutaan Besar Thailand di Phnom Penh. Selain itu, bentrokan militer di sekitar Kuil Preah Vihear pernah terjadi pada tahun 2008 dan 2011.

Kini, imbas dari bentrokan terbaru adalah penutupan semua pintu lintas perbatasan antara kedua negara. Kedutaan Thailand di Phnom Penh mengeluarkan imbauan darurat bagi seluruh warganya untuk segera meninggalkan wilayah Kamboja. Sementara perdagangan lintas batas yang bernilai miliaran dolar ikut terdampak.

Meski belum ada tanda-tanda bahwa kedua belah pihak bersedia menurunkan tensi, komunitas internasional menyerukan agar kedua negara menahan diri dan mencari jalan keluar melalui jalur diplomatik sebelum konflik berubah menjadi perang terbuka berskala besar di kawasan yang selama ini relatif stabil.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

La Tinro Soroti Konflik Lahan BUMN dan Masyarakat dalam RDPU Baleg DPR RI

02

Pendidikan Gratis dan Guru Jadi Sorotan, La Tinro Minta Pemerintah Jangan Salah Prioritas

03

La Tinro Soroti Pemerataan Perpustakaan Daerah dan Kesejahteraan Relawan Literasi

04

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

05

Pasangan Suami Istri Di Temukan Meninggal Di Jalan Jogja – Magelang

06

Pemadaman Listrik Makassar, Wali Kota Appi Desak PLN Segera Normal 5 September

07

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Kolom

× Advertisement
× Advertisement