Indonesia Dinobatkan Sebagai Negara Paling Bahagia Versi Studi Global Alternatif

Indonesia Dinobatkan Sebagai Negara Paling Bahagia Versi Studi Global Alternatif - Indonesia - Gambar 1614
Indonesia berada di peringkat teratas sebagai negara dengan tingkat kebahagiaan tertinggi. (Istimewa).

Manyala.co – Sebuah studi internasional yang mengambil pendekatan berbeda dari laporan kebahagiaan konvensional memberikan hasil mengejutkan: Indonesia berada di peringkat teratas sebagai negara dengan tingkat kebahagiaan tertinggi. Penelitian ini merupakan bagian dari “Global Flourishing Study” (GFS), sebuah proyek multidimensi yang menilai kesejahteraan manusia tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga makna hidup, kesehatan, relasi sosial, karakter pribadi, serta keamanan finansial.

Dilansir dari DW Indonesia, Minggu (4/5/2025), GFS menyuguhkan potret kesejahteraan yang lebih holistik dibanding World Happiness Report (WHP), yang selama ini mendominasi narasi kebahagiaan global. Jika WHP secara konsisten menempatkan negara-negara Nordik seperti Finlandia dan Denmark di posisi teratas, GFS justru menempatkan Indonesia di posisi pertama berbanding terbalik dengan peringkat WHP 2025, di mana Indonesia hanya berada di urutan ke-83.

Peneliti utama dalam studi ini, Prof. Dr. Hilke Brockmann dari Universitas Bremen, menyatakan bahwa hasil ini mencerminkan pentingnya mempertimbangkan dimensi kesejahteraan yang lebih luas, yang sering kali luput dalam survei-survei konvensional. “Kesejahteraan bukan hanya tentang kekayaan atau standar hidup tinggi, tapi juga tentang bagaimana individu merasa terhubung, berarti, dan aman dalam hidup mereka,” jelasnya.

Studi ini melibatkan lebih dari 200.000 responden dari 22 negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia, Jerman, Brasil, dan Jepang. Menariknya, hasil penelitian menunjukkan pola-pola kesejahteraan yang sangat beragam antar negara dan kelompok usia. Di negara-negara seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Swedia, tingkat kesejahteraan cenderung meningkat seiring bertambahnya usia. Namun di Indonesia, Kenya, dan Turki, perasaan sejahtera cenderung stabil sepanjang kehidupan. Sementara itu, India dan Tanzania menunjukkan tren menurun dalam hal kesejahteraan seiring waktu.

Namun di balik hasil positif bagi Indonesia, studi ini juga mengungkap sisi yang mengkhawatirkan: generasi muda di berbagai negara mengalami penurunan tajam dalam kesejahteraan mental dan subyektif. Menurut Leonie Steckermeier, seorang profesor muda sosiologi terapan dari Universitas Kaiserslautern-Landau, “Anak muda hari ini menghadapi tekanan yang jauh lebih besar dibanding generasi sebelumnya. Banyak dari mereka merasa tertinggal dalam hal kepuasan hidup dan ketenangan mental.”

Mengenal Empat Jenis Pola Asuh Orang Tua dan Dampaknya terhadap Perkembangan Anak

Dalam publikasi terpisah di jurnal Nature Mental Health, ditemukan bahwa tingkat kepuasan hidup seseorang bukan hanya ditentukan oleh satu aspek, melainkan hasil dari berbagai faktor yang saling berkaitan. Mereka yang memiliki pekerjaan, hubungan yang stabil, dan rutin berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan, cenderung melaporkan tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi.

Steckermeier menambahkan bahwa status pernikahan, keterlibatan sosial, tingkat pendidikan, dan kehidupan spiritual semuanya turut memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan. “Perbedaan gender dalam hal kesejahteraan ternyata tidak terlalu mencolok, tetapi mereka yang menikah dan aktif dalam kegiatan komunitas cenderung memiliki kehidupan yang lebih memuaskan,” ujarnya.

Salah satu poin menarik dari studi ini adalah penolakannya terhadap simplifikasi kebahagiaan dalam bentuk angka atau peringkat semata. Alih-alih memberikan resep kebijakan atau rangking kaku, para peneliti lebih memilih membuka ruang refleksi: Apa sebenarnya makna bahagia bagi manusia?

Di dunia yang semakin kompleks, definisi kebahagiaan tidak bisa disederhanakan menjadi indikator ekonomi atau akumulasi materi. Banyak orang yang hidup dalam kelimpahan justru mengalami kekosongan emosional dan rasa terasing. Sementara di sisi lain, masyarakat di negara-negara berkembang seperti Indonesia justru menunjukkan tingkat kepuasan hidup yang tinggi karena kuatnya ikatan sosial, stabilitas emosional, dan makna spiritual.

Kebahagiaan, pada akhirnya, adalah pengalaman yang sangat personal. Ia bisa tersembunyi dalam rutinitas sehari-hari, dalam senyum anak-anak, atau dalam momen hening penuh syukur. Penelitian ini mengingatkan kita bahwa kesejahteraan sejati bukan soal angka, melainkan tentang bagaimana kita memaknai hidup dan merasa terhubung dengan sesama.

Mengenal Perbedaan Foto, USG, X-Ray, CT Scan, dan MRI, Jangan Sampai Keliru!


Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Bantu Warga di Musim Kemarau, Pemkot Makassar Terus Salurkan Air Bersih untuk 26 Ribu KK di 9 Kecamatan

02

Wali Kota Makassar Sampaikan Aspirasi Pembangunan Makassar ke Komisi VII DPR RI

03

Wali Kota Makassar Munafri Paparkan Program Unggulan Kelurahan Gunung Sari untuk Penilaian Nasional 2026

04

Makassar Jadi Pilot Project Reformasi JKN, RSUD Daya Siapkan 24 Layanan Kompetensi

05

Pemkab Enrekang Siapkan Asuransi Gagal Panen untuk 1.500 Hektare Padi dan Jagung

06

DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Dasco: Aspirasi Buruh Ditunaikan

07

Krisis Air Bersih Enrekang, Pemkab Kerahkan OPD Salurkan Air ke Warga

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

Kolom

× Advertisement
× Advertisement