Makassar, Manyala.co – Insiden pembusuran disertai penganiayaan kembali mengguncang Kota Makassar, tepatnya di kawasan Kompleks Perumahan Kodam II, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya. Dua pemotor, Andi Zafwan dan Vincent, mengalami luka serius setelah dikejar dan diserang oleh sekelompok orang pada Rabu (24/9) sekitar pukul 17.30 Wita.
Kanit Reskrim Polsek Biringkanaya, AKP Jafar, menjelaskan kronologi peristiwa bermula saat kedua korban yang berboncengan melintas di lokasi. Mereka tiba-tiba dikejutkan oleh sekelompok orang yang mengarahkan busur. “Karena dia (Zafwan) melihat ada yang mau busur, kemudian dia naikkan gas motornya. Namun nahasnya motornya malah masuk ke rumahnya orang, di situ dia (Zafwan dan Vincent) jatuh,” tutur Jafar, Jumat (26/9/2025).
Kondisi makin buruk setelah korban terjatuh. Sekitar delapan pelaku langsung melancarkan serangan, ada yang memukul dan menendang, sementara sebagian lain memakai senjata tajam. “Iya ada (korban) yang dipukul (pakai tangan kosong oleh pelaku) ada yang ditendang, kemudian ada juga yang menggunakan parang,” ujarnya. Akibatnya, Zafwan terkena busur di bagian pantat, sementara Vincent harus mendapatkan perawatan di rumah sakit karena luka sabetan parang di kepala.
Beruntung, aksi brutal tersebut tidak berlangsung lama setelah warga setempat turun tangan. Mereka melerai dan berusaha menyelamatkan kedua korban dari amukan kelompok pelaku. “Tidak lama kemudian warga datang dan melerai pelaku tersebut,” jelas Jafar.
Proses hukum kini berjalan. Polisi bergerak cepat dan berhasil mengamankan tiga pelaku, yakni Alvin (19), Afgan (16), dan Sulfikar (16). Alvin ditangkap lebih dulu pada Kamis (25/9) dini hari, sementara dua remaja lainnya ditangkap sehari kemudian. “Kemudian kami dari penyidik Polsek Biringkanaya itu sudah menetapkan untuk saat ini tiga (orang) tersangka,” kata Jafar menegaskan.
Namun, masih ada lima pelaku lain yang belum tertangkap. Empat identitas sudah diketahui, sementara satu orang lainnya masih dalam penyelidikan. “Cuma akan dilakukan pengembangan lagi untuk melakukan upaya-upaya terkait dengan yang empat orang ini yang kami sudah kantongi namanya,” imbuhnya.
Barang bukti pun sudah diamankan. Salah satunya adalah anak panah busur yang sebelumnya tertancap di tubuh korban. “Ada kami sudah ambil anak busurnya karena sudah di ambil di rumah sakit, lengket di pantat-nya,” ungkap Jafar.
Kejadian ini menambah panjang catatan aksi kekerasan jalanan di Makassar. Warga berharap aparat segera menuntaskan kasus tersebut agar situasi di kawasan Biringkanaya, yang sempat mencekam, dapat kembali aman.

































