Pendakian HUT RI di Gunung Bawakaraeng Memakan Korban, Seorang Pemuda Asal Bone Tewas Karena Hipotermia

Pendakian HUT RI di Gunung Bawakaraeng Memakan Korban, Seorang Pemuda Asal Bone Tewas Karena Hipotermia - Pendakian - Gambar 146
Tim SAR tengah megevakuasi jenazah seorang pendaki di gunung Bawakaraeng, (17/8/2020).(dok. KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T.)

Manyala.co – Momen pendakian massal Gunung Bawakaraeng setiap peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia kembali diwarnai duka. Tahun ini, seorang pendaki bernama Irfan (24), warga Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dilaporkan meninggal dunia pada Minggu pagi, 17 Agustus 2025, akibat serangan hipotermia berat saat berada di jalur menuju puncak.

Berdasarkan keterangan dari Posko Induk Siaga Merah Putih, ribuan orang ikut serta dalam kegiatan pendakian kali ini. Hingga Minggu sore pukul 17.00 WITA, tercatat sebanyak 4.172 pendaki resmi mendaftar melalui empat pos registrasi utama, yakni Bulu Ballea, Lembanna, Tassoso, dan Panaikang.

Dari jumlah tersebut, sedikitnya 32 pendaki dilaporkan mengalami masalah kesehatan maupun kesulitan selama perjalanan. Kasus yang dominan adalah hipotermia, gangguan lambung, serta pendaki yang sempat terpisah dari kelompoknya.

Irfan sendiri tergabung dalam sebuah rombongan yang terdiri atas 16 orang. Mereka memulai pendakian dari jalur Bulu Baria sejak 12 Agustus 2025. Setelah melalui perjalanan panjang, rombongan tersebut tiba di puncak Gunung Bawakaraeng pada Sabtu, 16 Agustus 2025. Namun, keesokan paginya, Minggu (17/8), kondisi Irfan mulai memburuk. Ia ditemukan tim siaga dalam keadaan hipotermia parah.

Tim darurat segera memberikan penanganan medis di lokasi puncak. Upaya pertolongan dilakukan semaksimal mungkin, namun kondisi tubuh korban tidak menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Akhirnya, tim memutuskan untuk mengevakuasi Irfan dengan cara ditandu menuruni gunung melalui jalur Bulu Ballea.

Semarak Porseni HUT RI, Wali Kota Makassar Munafri Tekankan Kekompakan ASN hingga Peduli Kebersihan

Sayangnya, dalam perjalanan turun, tepat di sekitar Pos 8, kondisi korban semakin kritis. Tim Dokpol Polda Sulsel yang turut serta dalam evakuasi akhirnya menyatakan Irfan meninggal dunia saat proses penurunan dari Pos 10 menuju kaki gunung. Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan.

Sekitar pukul 19.05 WITA, jenazah korban tiba di Posko Bulu Ballea. Dari sana, tubuh Irfan dibawa ke Puskesmas Tinggimoncong untuk dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut. Setelah prosedur selesai, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga. Malam itu juga, jenazah dipulangkan ke kampung halamannya di Desa Carubbu, Kecamatan Awampone, Kabupaten Bone, menggunakan ambulans milik SJP.

Kejadian tragis ini menambah panjang daftar insiden pendakian yang kerap terjadi di Gunung Bawakaraeng pada setiap momentum perayaan kemerdekaan. Gunung setinggi 2.830 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu memang selalu menjadi tujuan favorit ribuan pendaki yang ingin mengibarkan bendera Merah Putih di puncak pada 17 Agustus. Namun, kondisi alam yang ekstrem, perubahan cuaca yang tidak menentu, serta suhu dingin yang menusuk kerap menjadi ancaman serius bagi para pendaki, khususnya yang kurang mempersiapkan diri.

Pihak Basarnas bersama tim siaga mengimbau agar para pendaki lebih memperhatikan kondisi fisik dan perlengkapan sebelum melakukan perjalanan. Risiko hipotermia dapat muncul kapan saja, terutama di malam hari ketika suhu di puncak Gunung Bawakaraeng bisa turun drastis.

Meninggalnya Irfan menjadi pengingat bahwa pendakian massal bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi juga sebuah perjalanan penuh risiko yang membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan perlengkapan memadai.

HUT ke-81 RI, Pemkot Makassar Semarakkan Perayaan Lomba Lingkup SKPD hingga Tingkat RT/RW

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Viral Video Syur Ibu Guru Salsa Jember, Berikut Klarifikasinya

02

Pilah Sampah Jadi Kunci Selamatkan Kota Makassar, Pakar Lingkungan Tegaskan Kewajiban Sesuai Amanat UU

03

BPS: Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia 2026 Capai 83,28 Persen, Masuk Kategori Sangat Memuaskan

04

Transformasi Haji Era Prabowo Berbuah Hasil, Kepuasan Jemaah 2026 Tertinggi Sepanjang Sejarah

05

RT 04 Tamangapa Jadi Percontohan Pemilahan Sampah di Makassar, Budaya Pilah Sampah Dimulai Sejak 2025

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Kolom

× Advertisement
× Advertisement