Perdebatan Penggunaan Sound Horeg: Antara Aturan, Kearifan Lokal, dan Aspirasi Publik

Perdebatan Penggunaan Sound Horeg: Antara Aturan, Kearifan Lokal, dan Aspirasi Publik - Horeg - Gambar 508
Perdebatan Penggunaan Sound Horeg.

Manyala.co – Fenomena sound horeg, atau penggunaan sistem pengeras suara berukuran besar yang marak di berbagai daerah, kembali mencuat dan mengundang perhatian banyak pihak. Suaranya yang menggelegar tak hanya menjadi pusat hiburan rakyat, tetapi juga memicu pro-kontra terkait dampaknya terhadap ketertiban umum, kesehatan, serta norma sosial dan budaya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi salah satu pihak yang tengah berupaya menyusun kebijakan untuk menjawab persoalan ini. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggelar diskusi bersama berbagai elemen, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim, Polda Jawa Timur, dan sejumlah perangkat daerah. Tujuan dari pertemuan ini adalah mencari solusi terbaik yang mempertimbangkan beragam perspektif, mulai dari aspek hukum, budaya, kesehatan, hingga keagamaan.

Menurut Khofifah, penyusunan regulasi yang mengatur penggunaan sound horeg akan segera dilakukan, dan bentuknya bisa berupa peraturan gubernur, surat edaran, atau bahkan surat edaran bersama. Ia menekankan pentingnya konsideran dalam regulasi tersebut dibuat dengan komprehensif agar dapat mencakup semua kepentingan yang terdampak oleh keberadaan sound horeg. Beberapa wilayah yang tercatat memiliki frekuensi penggunaan sound horeg cukup tinggi antara lain Tulungagung, Banyuwangi, Pasuruan, Jember, dan Malang.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPR RI, Muhammad Khozin, turut menyoroti fenomena ini. Menurutnya, pelarangan bukanlah pendekatan yang bijak. Sebaliknya, ia menilai bahwa pengaturan yang adil dan terukur merupakan jalan tengah yang lebih relevan dan solutif.

“Yang dibutuhkan saat ini adalah kebijakan yang memuat aturan main yang jelas. Penggunaan sound horeg tidak bisa serta-merta dilarang, karena fenomena ini berkaitan erat dengan aspek sosial dan ekonomi masyarakat,” ujar Khozin.

Instruksi Wali Kota Makassar: Mulai 1 Agustus, TPA Tamangapa Tak Lagi Terima Sampah Campur

Ia menjelaskan bahwa pengaturan bisa dilakukan melalui instrumen hukum di tingkat lokal seperti peraturan daerah (perda), peraturan kepala daerah, hingga surat edaran. Bahkan, jika diperlukan, revisi terhadap perda yang sudah ada tentang penyelenggaraan ketertiban umum dapat menjadi opsi yang tepat, karena hampir semua daerah memiliki perda serupa.

Khozin juga menyebut bahwa sound horeg memiliki sisi positif dalam mendukung perekonomian, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta menjadi bagian dari hiburan komunitas. Namun, ia tidak menutup mata terhadap dampak negatifnya. Menurutnya, suara yang terlalu keras bisa mengganggu kenyamanan warga, bahkan berisiko terhadap kesehatan pendengaran.

Dalam hal ini, pengaturan teknis menjadi sangat penting. Beberapa hal yang disarankan Khozin untuk dimasukkan dalam regulasi meliputi radius aman antara lokasi acara dan permukiman, pembatasan tingkat desibel, serta penetapan jam operasional. Selain itu, Khozin mengingatkan bahwa konten yang diputar melalui sound horeg juga perlu diawasi agar bebas dari unsur pornografi dan tindakan asusila.

Lebih lanjut, Khozin menyoroti pentingnya pemerintah daerah bertindak arif dalam menanggapi aspirasi masyarakat yang beragam. Ia menyebut bahwa fatwa MUI Jawa Timur Nomor 1 Tahun 2025 bisa dijadikan pedoman oleh pemerintah dalam menyusun regulasi terkait penggunaan sound horeg. Fatwa tersebut, menurutnya, lahir dari pertimbangan komprehensif lintas disiplin, termasuk dari bidang kedokteran spesialis THT.

“Fatwa MUI ini tidak bisa dianggap sepele, karena telah melalui proses telaah ilmiah dan teologis yang mendalam. Pemerintah daerah bisa menjadikannya referensi dalam merumuskan kebijakan,” tambahnya.

Pemkot Makassar Tuntaskan BAST Renovasi, DPRD Segera Tempati Gedung Sementara di Pettarani

Di sisi lain, Pemprov Jawa Timur juga tengah membentuk tim khusus untuk merespons isu ini. Tim tersebut akan mengumpulkan data dan masukan dari berbagai pihak guna merumuskan regulasi yang tidak hanya melindungi hak masyarakat untuk menikmati hiburan, tetapi juga menjaga kenyamanan lingkungan dan kesehatan publik.

Fenomena sound horeg sejatinya mencerminkan bagaimana budaya populer dan hiburan rakyat dapat berkembang di tengah masyarakat. Namun, tanpa pengaturan yang proporsional, potensi konflik horizontal hingga gangguan kesehatan bisa saja meningkat. Oleh sebab itu, perumusan regulasi yang adil, partisipatif, dan berpihak pada kepentingan bersama menjadi keniscayaan.

Jika disusun dengan cermat, regulasi ini bukan hanya menjadi solusi jangka pendek atas keributan yang ditimbulkan, tetapi juga bisa menjadi model penanganan isu sosial berbasis kearifan lokal di era modern.

Komdigi Apresiasi Wali Kota Munafri, MCH Nabuka Nusantara Jadi Ruang Kreatif Anak Muda Makassar

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

02

Gelar Penelitian di Pesisir Singkawang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya Dorong Kolaborasi Blue Economy

03

Ancaman Perang Baru di Timur Tengah, Houthi Ultimatum Arab Saudi dan Siap Tutup Selat Bab al-Mandeb

04

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

05

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Kolom

× Advertisement
× Advertisement