Manyala.co – Pesawat kargo Pelita Air jenis Air Tractor AT802 jatuh di pegunungan Pabetung Remayo, Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/2/2026), menewaskan pilotnya, sementara tim gabungan TNI melakukan evakuasi dan pencarian kotak hitam.
Pesawat dengan registrasi PK-PAA itu ditemukan dalam kondisi rusak parah dan terbakar. Operasi pencarian dan evakuasi melibatkan 21 personel gabungan dari Satgas Pengamanan Perbatasan RI–Malaysia Yonarmed 4/Prh dan unsur Komando Distrik Militer Nunukan, menurut siaran pers Pusat Penerangan TNI.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengatakan pesawat tersebut diawaki satu orang kru, yakni pilot bernama Hendrick Lodewyck Adam. “Informasi terakhir yang kami peroleh pada pukul 15.16 WITA pilot atas nama Capt. Hendrick Lodewyck Adam dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Pesawat digunakan untuk mengangkut bahan bakar minyak (BBM) guna mendukung operasional PT Pertamina (Persero) dengan rute Tarakan, Long Bawan, dan Tarakan. Penerbangan berangkat dari Bandara Juwata Tarakan pukul 10.15 Wita dan mendarat di Bandara Yuvai Semaring Long Bawan pukul 11.10 Wita.
Setelah menyelesaikan pengantaran, pesawat lepas landas kembali dari Long Bawan pukul 12.10 Wita dalam kondisi tanpa muatan BBM. Sekitar pukul 12.20 Wita, pesawat dilaporkan mengalami kecelakaan di kawasan pegunungan Pabetung Remayo, wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia.
Personel gabungan saat ini melakukan pencarian kotak hitam dan material lain untuk keperluan investigasi. TNI dan instansi terkait bersiaga di lokasi guna memastikan proses evakuasi dan penyelidikan berjalan aman dan lancar.
Dari sisi kelaikudaraan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyatakan pesawat telah menjalani pemeriksaan rutin 100 jam dan 200 jam pada 11 Februari 2026. Total jam terbang pesawat tercatat mencapai 3.303 jam.
Lukman mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan operator, otoritas bandara, dan instansi terkait untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan sesuai prosedur. “Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini dan mengimbau semua pihak untuk menunggu informasi resmi yang terverifikasi,” katanya.
PT Pelita Air Services mengonfirmasi bahwa salah satu armada charter perusahaan jatuh di dataran tinggi Krayan, Kabupaten Nunukan. Corporate Secretary PT Pelita Air Service Patria Rhamadonna menyatakan proses investigasi dan koordinasi dengan pihak terkait masih berlangsung.
“Sehubungan dengan perkembangan informasi mengenai salah satu armada charter Pelita Air, saat ini disampaikan bahwa proses investigasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait sedang berlangsung,” ujar Patria dalam keterangannya.
Menurut Patria, penerbangan tersebut merupakan layanan kargo pengangkut BBM yang diawaki satu pilot tanpa awak kabin maupun penumpang. Pesawat itu merupakan armada khusus untuk mendukung program distribusi BBM Satu Harga ke wilayah perbatasan dan daerah terpencil.
“Pada saat pemantauan terakhir, pesawat baru saja menyelesaikan misi distribusi ke Long Bawan dan sedang dalam rute kembali menuju Bandara Juwata, Tarakan,” katanya.
Hingga Kamis malam, belum ada keterangan resmi mengenai dugaan penyebab kecelakaan. Investigasi akan dilakukan sesuai ketentuan oleh instansi berwenang.
































