Manyala.co – Sehari setelah menghadiri parade militer di Beijing atas undangan Presiden Xi Jinping, Presiden Prabowo Subianto langsung memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Kamis (4/9/2025) sore. Pertemuan itu diikuti sejumlah menteri serta Gubernur Bank Indonesia. Fokus utamanya membahas kondisi nasional yang tengah berkembang, baik dari sisi ekonomi maupun sosial.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melalui akun Instagram pribadinya menyampaikan bahwa Presiden mendapatkan paparan menyeluruh terkait situasi terkini. Para menteri bidang ekonomi, pangan, hingga sosial memberikan laporan mengenai perkembangan terbaru di sektor masing-masing. Gubernur BI juga turut menjelaskan kondisi keuangan serta stabilitas moneter nasional.
Di dalam rapat tersebut, Prabowo memberikan arahan yang cukup spesifik. Salah satunya adalah instruksi untuk segera memperbaiki fasilitas umum yang rusak akibat rangkaian aksi demonstrasi pada akhir pekan lalu. Presiden menilai pemulihan infrastruktur publik menjadi langkah mendesak agar aktivitas masyarakat kembali normal tanpa hambatan.
Selain soal pemulihan, Presiden juga menekankan pentingnya percepatan program prioritas. Beberapa sektor yang menjadi perhatian khusus adalah pangan, energi, dan pendidikan. Program ketahanan pangan, ketahanan energi, hingga Sekolah Rakyat disebut harus benar-benar dijalankan secara efektif, sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh rakyat.
Sri Mulyani menambahkan, Prabowo tak hanya fokus pada isu domestik. Ia juga menyinggung dinamika global yang semakin kompetitif dan dinamis. Presiden mengingatkan kabinetnya agar mewaspadai potensi risiko yang bisa memengaruhi stabilitas nasional. Baginya, kesiapan menghadapi persaingan internasional menjadi bagian penting dari strategi pembangunan jangka panjang.
Dalam arahannya, Prabowo menegaskan bahwa transformasi Indonesia adalah misi besar yang tak bisa ditunda. Presiden menekankan pembangunan harus berlandaskan konstitusi dan dijalankan secara konsisten. Hal itu, menurutnya, merupakan tugas utama yang harus diemban oleh dirinya dan seluruh jajaran kabinet.
Sri Mulyani juga mengungkapkan pesan Presiden mengenai pentingnya pemerintahan yang bersih dan efisien. Prabowo menilai upaya memberantas korupsi, penyalahgunaan wewenang, serta praktik penyelewengan harus terus menjadi prioritas. Perbaikan tata kelola di tubuh birokrasi disebut sebagai kunci agar reformasi benar-benar berdampak pada kehidupan rakyat.
Ia menutup penjelasannya dengan menekankan bahwa jalan menuju perubahan tidak akan mudah. Meski begitu, konsistensi dan kesungguhan menjadi hal mutlak. Bagi Prabowo, tugas utama negara adalah memperbaiki kondisi rakyat, khususnya kelompok miskin, sekaligus memastikan pembangunan berlangsung inklusif dan berkelanjutan.

































