Manyala.co – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk pertama kalinya menyampaikan pidato kenegaraan di hadapan Sidang Tahunan MPR 2025, yang digelar bersamaan dengan Sidang Bersama DPR dan DPD di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (15/8/2025). Momen ini menjadi kesempatan bagi Prabowo untuk memaparkan capaian pemerintahan sejak ia resmi memimpin, sekaligus menguraikan arah kebijakan pembangunan nasional ke depan.
Dalam pidatonya yang disaksikan langsung oleh para anggota legislatif, tokoh nasional, dan tamu undangan, Presiden menekankan bahwa pemerintahannya akan berupaya menjalankan program strategis dengan tetap menjaga stabilitas ekonomi. Salah satu program yang mendapat sorotan besar adalah kebijakan makan bergizi gratis, yang menurutnya telah menjangkau kurang lebih 20 juta masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Program ini, kata Prabowo, bukan hanya untuk mengatasi masalah gizi, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang dalam membentuk generasi yang sehat dan cerdas.
Selain itu, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan langkah efisiensi anggaran di sejumlah sektor. Langkah ini dinilai penting agar pembangunan nasional bisa berjalan secara berkesinambungan tanpa membebani keuangan negara secara berlebihan. Ia juga menyinggung pentingnya menjaga transparansi dan integritas dalam pembangunan, seraya memperingatkan tentang ancaman yang ia sebut sebagai praktik “serakahnomics” istilah yang ia gunakan untuk menggambarkan perilaku segelintir pihak yang mencoba mencari keuntungan pribadi dengan cara yang curang di tengah proses pembangunan.
Presiden turut menyoroti kondisi ekonomi nasional yang dinilainya tetap tangguh di tengah ketidakpastian situasi global. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa tantangan ekonomi dan geopolitik internasional masih dapat memengaruhi laju pembangunan Indonesia. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk bersatu menjaga momentum pertumbuhan, memperkuat ketahanan nasional, dan mengawal program prioritas pemerintah.
Pidato kenegaraan ini juga diselingi penayangan video yang merangkum sejumlah capaian pemerintahan, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga program sosial. Tayangan tersebut mendapat sambutan meriah, bahkan memicu standing ovation dari sebagian hadirin.
Acara ini dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk dua mantan presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo. Kehadiran mereka menambah khidmat suasana sidang, yang menjadi salah satu agenda rutin penting menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
































