Manyala.co – Sejumlah kebiasaan kerja yang diterapkan orang-orang sukses dinilai berperan penting dalam menjaga produktivitas tinggi tanpa harus bekerja berlebihan, berdasarkan rangkuman Global English Editing yang dipublikasikan Kamis (5/2/2026).
Laporan tersebut menyoroti bahwa kesuksesan tidak selalu ditentukan oleh lamanya jam kerja, melainkan oleh strategi, pengelolaan energi, serta kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Orang sukses disebut cenderung bekerja lebih cerdas dengan memaksimalkan fokus, sistem kerja, dan keseimbangan hidup.
Salah satu kebiasaan utama adalah menjaga jam produktif secara ketat. Orang sukses mengetahui waktu ketika kemampuan kognitif mereka berada pada titik optimal dan memprioritaskan pekerjaan terpenting pada jam tersebut. Aktivitas seperti rapat atau komunikasi rutin ditempatkan di luar jam fokus utama.
Kebiasaan berikutnya adalah kemampuan mengatakan “tidak” secara selektif. Setiap komitmen baru dipertimbangkan dampaknya terhadap prioritas utama. Pendekatan ini membuat mereka terhindar dari beban kerja berlebihan yang tidak memberikan nilai tambah signifikan.
Laporan tersebut juga mencatat fokus orang sukses pada pembangunan sistem kerja, bukan hanya usaha manual. Otomatisasi, delegasi, dan penggunaan alat kerja menjadi investasi jangka panjang untuk meningkatkan efisiensi. Pendekatan ini memungkinkan hasil yang konsisten tanpa peningkatan jam kerja.
Dalam aspek relasi, orang sukses cenderung membangun hubungan yang mendalam dan berkualitas. Jaringan luas dinilai kurang efektif tanpa kepercayaan dan dukungan nyata. Hubungan profesional yang kuat dianggap berkontribusi langsung terhadap stabilitas dan keberlanjutan karier.
Kebiasaan lain yang disoroti adalah beristirahat sebelum mengalami kelelahan. Istirahat dipandang sebagai strategi produktivitas, bukan tanda menurunnya etos kerja. Aktivitas non-kerja seperti berjalan kaki, liburan singkat, atau hobi diyakini membantu pemulihan energi mental.
Orang sukses juga lebih menekankan pengukuran hasil dibanding durasi kerja. Produktivitas dinilai berdasarkan capaian, bukan lamanya waktu yang dihabiskan. Pendekatan ini mengurangi kecenderungan bekerja berlebihan demi terlihat sibuk.
Dalam hal pengembangan diri, laporan tersebut menyebutkan bahwa orang sukses terus belajar, tetapi selektif dalam menerapkan pengetahuan baru. Mereka memilih ide yang paling relevan dan menerapkannya secara konsisten, alih-alih mencoba banyak hal sekaligus.
Manajemen energi menjadi kebiasaan penting lainnya. Selain mengatur waktu, orang sukses mengidentifikasi aktivitas yang menguras dan mengisi energi. Pekerjaan dengan tingkat konsentrasi tinggi dijadwalkan saat kondisi fisik dan mental berada pada performa terbaik.
Kebiasaan terakhir adalah orientasi jangka panjang. Orang sukses dinilai lebih fokus membangun keterampilan, relasi, dan proyek berkelanjutan, dibanding mengejar hasil instan. Pendekatan ini memungkinkan pertumbuhan stabil yang terakumulasi dari waktu ke waktu.
Global English Editing menegaskan bahwa kebiasaan-kebiasaan tersebut bersifat sederhana dan tidak selalu terlihat mencolok. Namun, penerapan konsisten dalam jangka panjang dinilai memberikan dampak signifikan terhadap produktivitas dan kualitas hidup. Hingga Kamis malam, belum ada data kuantitatif lanjutan yang mengukur efektivitas kebiasaan tersebut secara spesifik di Indonesia.
































