Usulan Solo Jadi Daerah Istimewa Dipertanyakan DPR: Apa Keistimewaannya?

Usulan Solo Jadi Daerah Istimewa Dipertanyakan DPR: Apa Keistimewaannya? - Daerah Istimewa - Gambar 1746
Salah satu Tempat Bersejarah di Kota Surakarta.

Manyala.co – Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Irawan, mengkritisi usulan menjadikan Kota Solo atau Surakarta sebagai daerah istimewa. Menurutnya, status tersebut tak bisa diberikan sembarangan, melainkan harus melalui kajian mendalam terutama dari sisi sejarah dan budaya.

“Kalau bicara daerah istimewa atau khusus, itu biasanya berkaitan erat dengan nilai sejarah dan kekayaan budayanya. Dua hal itu yang jadi ukuran utama,” kata Irawan saat ditemui pada Senin, 28 April 2025.

Ia mencontohkan, status Daerah Istimewa Yogyakarta dan Aceh diberikan karena memiliki peran sejarah penting bagi bangsa. Begitu pula dengan status Daerah Khusus Jakarta yang dulunya merupakan ibu kota negara.

Isu Solo menjadi daerah istimewa mencuat saat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengungkap adanya 341 usulan pemekaran wilayah, termasuk enam daerah yang ingin menyandang status istimewa. Salah satu usulan itu datang dari Keraton Surakarta Hadiningrat, yang ingin memperjuangkan pengakuan bagi Keraton Solo dan Mangkunegaran.

Ahmad Irawan menegaskan, dalam konstitusi, pengakuan terhadap daerah istimewa atau khusus memang dimungkinkan, sebagaimana tertuang dalam Pasal 18B UUD 1945. Namun, menurutnya, perlu kejelasan terlebih dahulu mengenai bentuk kekhususan atau keistimewaan yang dimaksud.

LCC Empat Pilar Kalbar Jadi Sorotan, Kawendra Dukung Langkah MPR dan Apresiasi SMAN 1 Pontianak

“Kalau ingin menjadi daerah istimewa, harus ditentukan dulu dalam konteks apa keistimewaannya. Apakah Solo ingin tetap menjadi kota, naik status menjadi provinsi, atau bagaimana?” tambahnya.

Ia mengaku mendengar bahwa Kemendagri mengusulkan agar Solo menjadi provinsi yang terpisah dari Jawa Tengah. Jika itu yang dimaksud, maka pembahasannya tidak hanya soal keistimewaan budaya, tetapi juga menyangkut struktur pemerintahan dan kebutuhan pemekaran wilayah secara menyeluruh.

“Kalau ingin jadi provinsi Surakarta, itu harus dikaji secara komprehensif, mulai dari alasan historis hingga kemampuan wilayahnya untuk mandiri sebagai provinsi,” ujarnya.

Dalam kesempatan terpisah, anggota Komisi II DPR lainnya, Ahmad Doli Kurnia, menegaskan bahwa status istimewa di Indonesia selama ini hanya diberikan pada wilayah setingkat provinsi, bukan kota atau kabupaten.

“Enggak pernah ada daerah istimewa di bawah tingkat provinsi. Yang ada itu seperti DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan sebelumnya Aceh,” kata Doli di kompleks DPR, Jakarta.

Yusuf Ritangnga Dorong Ekowisata Benteng Alla Lewat Festival Hari Bumi

Doli menjelaskan, setiap daerah yang diberi status khusus atau istimewa selalu punya latar belakang yang kuat. Misalnya, Yogyakarta pernah menjadi ibu kota negara pada masa awal kemerdekaan dan mendapat dukungan penuh dari kesultanan. Sementara itu, status khusus Jakarta berkaitan dengan perannya sebagai ibu kota dalam waktu yang sangat lama.

“Aceh dulu juga punya sejarah istimewa karena pernah menyumbang pesawat Seulawah bagi republik ini. Tapi sekarang status istimewanya tidak berlaku lagi,” tambahnya.

Doli juga menyebut ada beberapa daerah seperti Papua yang mendapat status otonomi khusus. Alasan utamanya adalah demi percepatan pembangunan sumber daya manusia serta pengelolaan kekayaan alam yang luar biasa di wilayah tersebut.

Karena itu, baik Ahmad Irawan maupun Ahmad Doli sama-sama menekankan pentingnya kajian akademik yang kuat sebelum menetapkan status baru bagi Solo. Pemerintah dan masyarakat harus mampu menjelaskan keunikan Solo dibanding daerah lain, serta apa dampak positifnya jika status istimewa benar-benar diberikan.

Stok Pangan di Lumajang Dipastikan Aman, Kawendra Lukistian Tinjau Gudang Bulog

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Kartika Sandra Desi Tinjau Bulog, Pastikan Pangan Tetap Aman

02

Muhammad Rahul Apresiasi Polda Riau Ungkap Kasus Narkoba di Rokan Hilir

03

BPS: Ketimpangan Pengeluaran Indonesia Turun ke 0,363

04

HIPMI Institute Sulsel Resmi Dilantik, Usung Ekosistem Kolaboratif untuk Cetak Founder Muda Berdaya Saing Global

05

Prabowo Nilai Krisis Global Jadi Peluang Percepatan Program Nasional

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

Kolom

× Advertisement
× Advertisement