Tangis di Tengah Rintik Hujan: Timnas Putri Indonesia Tersungkur Usai Kalah dari Pakistan

Tangis di Tengah Rintik Hujan: Timnas Putri Indonesia Tersungkur Usai Kalah dari Pakistan - Timnas - Gambar 837
Timnas Putri Indonesia Tersungkur Usai Kalah dari Pakistan.

Manyala.co – Rabu malam yang muram di Stadion Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, menyisakan lebih dari sekadar kekalahan bagi timnas sepak bola putri Indonesia. Hujan yang turun tak hanya membasahi lapangan, tetapi seakan turut menyelimuti suasana hati para pemain “Garuda Pertiwi” yang baru saja tumbang dari tim yang secara statistik jauh di bawah mereka: Pakistan.

Kick-off pertandingan yang digelar pada pukul 20.00 WIB sempat diiringi langit yang tenang, seakan memberi harapan akan malam yang indah. Namun, harapan itu sirna seiring bergulirnya babak pertama. Hanya dalam kurun 20 menit, Indonesia tertinggal dua gol tanpa balas melalui aksi Nadia (8’) dan penalti Suha Hirani (18’). Hujan kembali mengguyur selepas jeda babak pertama, seakan menjadi penanda nestapa tim tuan rumah.

Yang menyakitkan, bukan hanya soal skor. Kekalahan dari Pakistan membuat peluang Indonesia lolos ke putaran final Piala Asia Wanita 2026 menjadi rumit. Indonesia yang sebelumnya unggul dalam banyak hal peringkat FIFA, performa awal, hingga keuntungan bermain di kandang harus menerima kenyataan pahit. Pakistan, yang datang dengan luka usai dibantai 0-8 oleh Taiwan di laga sebelumnya, justru bangkit dan menjungkalkan tuan rumah.

Selepas pertandingan, suasana mixed zone berubah muram. Beberapa pemain melewati jalur itu dengan mata sembab dan wajah tertunduk. Ada yang mengenakan headphone untuk menghindari interaksi, ada pula yang memilih diam seribu bahasa. Kontras dengan tiga hari lalu saat Indonesia menang tipis atas Kirgistan.

Zahra Muzdalifah, pemain senior timnas, menyatakan bahwa mereka tidak pernah menganggap remeh Pakistan. Baginya, ranking hanyalah angka. “Kami tetap menghormati lawan. Tapi ya begitulah sepak bola. Saya menyesali hasil ini,” ungkapnya.

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatih Satoru Mochizuki juga tak menutupi kekecewaannya. Ia menyoroti kelemahan teknis yang sudah ia temukan sejak awal ditunjuk sebagai pelatih, seperti kontrol, operan, dan akurasi tendangan. Sayangnya, setelah satu tahun, masalah itu belum teratasi karena ketiadaan kompetisi yang berkelanjutan. “Banyak kesalahan mendasar yang membuat kami kehilangan bola. Itu menghambat dominasi kami di lapangan,” jelas pelatih asal Jepang yang pernah menjadi bagian dari tim juara dunia 2011 itu.

Statistik memperlihatkan dominasi Indonesia. Ada lebih dari 10 peluang tercipta dari luar kotak penalti. Namun, penyelesaian akhir yang buruk dan disorientasi permainan membuat semuanya sia-sia. Sementara Pakistan, dengan hanya tiga peluang di babak pertama, bisa mencetak dua gol melalui permainan efektif dan serangan balik cepat.

Gol pertama Pakistan lahir dari skema seperti itu. Nadia berlari menyambut umpan terobosan dari sisi kanan dan berhasil melewati bek Indonesia, Gea Yumanda dan Emily Nahon. Tendangannya, meski sempat mengenai bek Indonesia, gagal dibendung kiper Iris De Rouw. Gol kedua datang dari penalti setelah pelanggaran di area terlarang.

Mochizuki sempat mencoba melakukan perubahan dengan memasukkan Isa Warps, Marsela Awi, serta memperkuat lini tengah lewat Rosdilah Siti dan Helsya Meisyaroh. Namun, penyegaran itu tidak mengubah hasil. Keputusan untuk tidak mengganti bek yang berkali-kali kesulitan mengejar lawan juga disayangkan.

Penjaga gawang Iris De Rouw mengakui bahwa motivasi tim menurun drastis di babak kedua. “Kami seharusnya bisa memanfaatkan babak kedua sebagai peluang baru, tapi sepertinya kami terlalu cepat menyerah,” tuturnya dengan nada menyesal.

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Dengan kekalahan ini, jalur Indonesia ke Piala Asia jadi terjal. Jika ingin lolos, Indonesia harus menang atas Taiwan dan berharap Pakistan gagal menang atas Kirgistan. Bila Pakistan juga menang, Indonesia wajib menang telak atas Taiwan untuk unggul selisih gol.

Situasi ini ironis karena pada awalnya, Indonesia cukup butuh satu kemenangan lagi untuk memastikan tiket ke Piala Asia. Kini, nasib mereka tergantung pada hasil tim lain.

Sementara itu, kemenangan atas Indonesia menjadi tonggak bersejarah bagi Pakistan. Mereka bangkit dari kekalahan memalukan dan menunjukkan karakter luar biasa. Kapten tim, Maria Jamila Khan, mengungkapkan bahwa mereka memilih untuk bangkit, saling mendukung, dan tidak menyerah. “Kami bisa memilih untuk menyerah atau tetap bersama dan bertarung. Kami memilih yang kedua, dan itulah hasilnya,” ucap Maria.

Hujan masih mengguyur ringan saat peluit panjang dibunyikan. Di satu sisi lapangan, pemain Pakistan merayakan kemenangan perdana mereka dengan penuh semangat. Mereka membentangkan bendera kebanggaan, memeluk satu sama lain dengan mata berbinar. Sementara di sisi lain, wajah-wajah sedih para pemain Indonesia membisu di bawah rintik hujan. Beberapa dari mereka bahkan menitikkan air mata.

Di luar semua itu, kekalahan ini kembali mengangkat isu klasik: ketidakhadiran liga sepak bola putri yang kompetitif dan berkelanjutan di Indonesia. Sudah enam tahun lebih para pemain menanti. Penantian panjang yang belum kunjung menemui ujung.

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Ketika hujan reda, harapan masih menggantung. Masih ada satu laga tersisa. Mungkin, seperti puisi Sapardi Djoko Damono, tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni. Tapi siapa tahu, ketabahan pemain-pemain Garuda Pertiwi di bulan Juli ini mampu melampaui hujan mana pun.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

La Tinro Soroti Konflik Lahan BUMN dan Masyarakat dalam RDPU Baleg DPR RI

02

Pendidikan Gratis dan Guru Jadi Sorotan, La Tinro Minta Pemerintah Jangan Salah Prioritas

03

La Tinro Soroti Pemerataan Perpustakaan Daerah dan Kesejahteraan Relawan Literasi

04

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

05

Pasangan Suami Istri Di Temukan Meninggal Di Jalan Jogja – Magelang

06

Pemadaman Listrik Makassar, Wali Kota Appi Desak PLN Segera Normal 5 September

07

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Kolom

× Advertisement
× Advertisement