Tarif 19 Persen Selamatkan Indonesia dari Ancaman PHK Massal, Airlangga: Kita Tetap Kompetitif di ASEAN

Tarif 19 Persen Selamatkan Indonesia dari Ancaman PHK Massal, Airlangga: Kita Tetap Kompetitif di ASEAN - Tarif - Gambar 336
Airlangga Hartarto. (dok. Antara)

Manyala.co – Langkah strategis Pemerintah Indonesia dalam menyepakati tarif bea masuk resiprokal dengan Amerika Serikat (AS) sebesar 19 persen dinilai menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas ketenagakerjaan nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa keputusan ini telah berhasil menghindarkan Indonesia dari potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran yang diprediksi bisa menimpa jutaan pekerja.

Berbicara dalam sela-sela Rapat Kerja Koordinasi Nasional ke-34 Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Bandung, Jawa Barat, Selasa (5/8/2025), Airlangga mengungkapkan bahwa apabila tarif yang diberlakukan mencapai angka 32 persen seperti sempat direncanakan sebelumnya, maka setidaknya lima juta pekerja Indonesia terancam kehilangan pekerjaan.

“Selisih antara tarif 32 persen dan 19 persen bukan sekadar angka. Ini menyangkut keberlangsungan hidup jutaan orang. Jika pemerintah tidak bergerak cepat, kita bisa menghadapi bencana ekonomi yang besar akibat migrasi perusahaan atau penutupan pabrik secara masif,” jelas Airlangga.

Ia menambahkan, kesepakatan tarif 19 persen bukan hanya menyelamatkan lapangan kerja, tetapi juga menjaga posisi Indonesia tetap kompetitif di kawasan Asia Tenggara. Dalam konteks regional, Indonesia kini berdiri sejajar dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand yang juga memiliki kebijakan tarif masuk serupa. Bahkan, Indonesia lebih unggul dibanding India yang dikenai tarif 25 persen dan Vietnam sebesar 20 persen.

“Kalau sampai tarif 32 persen diberlakukan, perdagangan kita bisa lumpuh total. Tidak ada arus barang, tidak ada transaksi, dan efek dominonya luar biasa. Tapi sekarang, dengan 19 persen, perdagangan tetap bergerak dan pabrik-pabrik tetap beroperasi,” ujar Airlangga.

Ribuan Warga Padati Lapangan Karebosi, Munafri Arifuddin Ajak Perkuat Persatuan di Hari Raya

Selain itu, perubahan tarif ini juga berdampak pada arus barang dari AS ke Indonesia. Sebelumnya, barang-barang asal Amerika dikenai bea masuk antara 10 hingga 20 persen. Namun dengan perjanjian baru tersebut, produk dari AS dapat masuk ke Indonesia tanpa biaya tambahan. Meski demikian, Indonesia tetap diberi sejumlah syarat oleh AS, termasuk kewajiban membuka akses data tertentu serta memenuhi kuota impor untuk produk-produk tertentu.

Meskipun hal itu menjadi tantangan tersendiri, pemerintah Indonesia menilai konsesi tersebut masih dalam batas yang bisa ditoleransi, terlebih dengan imbal hasil yang berdampak langsung pada perlindungan tenaga kerja domestik dan kelangsungan industri.

“Yang paling penting adalah kita bisa menjaga agar tidak ada pabrik yang hengkang ke negara lain. Di Jawa Barat misalnya, yang merupakan pusat industri nasional, tidak ada satu pun pabrik yang tutup atau relokasi keluar negeri. Ini adalah indikator bahwa kita berada di jalur yang benar,” imbuh Airlangga.

Perlu diketahui, kebijakan tarif bea masuk resiprokal dari pemerintah AS secara resmi akan diberlakukan penuh mulai 7 Agustus 2025. Dalam kebijakan tersebut, AS menerapkan tarif bervariasi kepada sejumlah negara mitra dagangnya. Inggris dikenai tarif sebesar 10 persen, Jepang dan Korea Selatan 15 persen, Filipina 19 persen, dan Uni Eropa juga diberi tarif serupa untuk beberapa produk mereka.

Airlangga pun menekankan pentingnya dunia usaha memahami konteks ekonomi global yang sedang bergejolak, sehingga langkah-langkah antisipatif dan adaptif menjadi sangat vital. Menurutnya, keberhasilan menjaga tarif tetap pada angka 19 persen adalah hasil dari diplomasi ekonomi yang solid dan koordinasi yang intensif antar instansi pemerintah.

Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh 21 Maret

“Kita tidak hanya bicara tentang perdagangan, tapi soal bagaimana mempertahankan kehidupan rakyat. Ini bukan kemenangan satu institusi, tapi kemenangan seluruh bangsa,” tutup Airlangga.

Dengan demikian, Indonesia tidak hanya berhasil menekan potensi kerugian ekonomi akibat PHK besar-besaran, namun juga tetap mampu menjaga daya saingnya di tengah ketatnya persaingan pasar internasional dan tekanan geopolitik yang semakin meningkat.

Baca Juga: Trump Kirim Surat ke Prabowo: Mulai Agustus, Produk Indonesia Kena Tarif 32%

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Khamenei Gugur dalam Serangan Militer AS–Israel di Teheran

02

Pererat Silaturahmi Alumni, IKA Teknik Sipil Unhas Gelar Halal Bi Halal 2026

03

Buka Puasa Penuh Inovasi! RT 08 Permata Hijau Lestari Resmi Luncurkan Gerakan Wanita Tani 08

04

Bareng Daeng Guard, Story Gym Makassar Bagikan 1.000 Paket Takjil Ramadhan ke Masyarakat

05

Lantik Pengurus IKATSI Periode 2025-2029, DPP IKATEK Unhas: Regenerasi Kunci Keberlanjutan Organisasi

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Kolom