Inosentius Samsul Paparkan Tiga Misi Besar Demi MK Independen dalam Uji Kelayakan di DPR

Inosentius Samsul Paparkan Tiga Misi Besar Demi MK Independen dalam Uji Kelayakan di DPR - Inosentius - Gambar 97
Kepala Badan Keahlian DPR RI, Dr Inosentius Samsul, SH, MH.

Manyala.co – Proses pencarian pengganti hakim konstitusi Arief Hidayat yang akan memasuki masa pensiun pada Februari 2026 mulai mengerucut. Satu nama yang kini menjadi sorotan adalah Inosentius Samsul, Kepala Badan Keahlian DPR, yang tampil sebagai calon tunggal dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi III DPR pada Rabu (20/8/2025).

Dalam paparannya di hadapan para legislator, Inosentius menegaskan tekad utamanya: memastikan Mahkamah Konstitusi (MK) berdiri sebagai lembaga peradilan yang independen, bebas intervensi, dan tetap dipercaya publik. Menurutnya, independensi merupakan syarat mutlak agar MK tidak hanya dipandang sebagai benteng terakhir konstitusi, melainkan juga sebagai institusi yang benar-benar merdeka.

“Harapan saya, MK harus tetap menjadi bagian dari kekuasaan kehakiman yang merdeka, akuntabel, dan terpercaya. Merdeka yang saya maksud adalah bebas dari pengaruh atau intervensi pihak tertentu, termasuk kelompok politik manapun,” tegas Inosentius. Ia menambahkan, pengalaman panjangnya di DPR membuatnya memahami betul dinamika legislasi, namun hal itu tak boleh membatasi kebebasan MK dalam menguji undang-undang.

Tiga Misi Utama untuk MK

Lebih lanjut, pria kelahiran Manggarai, Nusa Tenggara Timur, 10 Juli 1965 itu, merinci sejumlah misi yang akan diusung bila dirinya dipercaya menduduki kursi hakim MK. Pertama, menjaga integritas lembaga dengan konsistensi penegakan aturan. Ia menekankan pentingnya memberi sanksi kepada pihak yang melanggar, sekaligus siap menerima konsekuensi jika dirinya sendiri melakukan kesalahan.

Misi kedua adalah memperkuat kemandirian hakim MK. Menurutnya, hakim konstitusi harus memiliki posisi independen dalam mengambil keputusan, tanpa tekanan dari pihak eksternal. Adapun misi ketiga ialah meningkatkan kualitas putusan MK, dengan memastikan setiap keputusan lebih mudah dipahami publik, aplikatif, solutif, serta meminimalisasi kontroversi berkepanjangan. Selain itu, ia juga menyinggung perlunya menciptakan sistem peradilan yang transparan agar masyarakat dapat melihat langsung proses persidangan secara jernih.

Kemendikdasmen Prioritaskan Peningkatan Mutu SLB Indonesia Timur

Latar Belakang Panjang di Dunia Legislasi

Nama Inosentius tidak asing di kalangan parlemen. Sejak 1990, ia mengabdikan diri di Sekretariat Jenderal DPR sebagai Penata Muda. Kariernya kemudian menanjak hingga akhirnya dipercaya menjabat Kepala Badan Keahlian DPR. Dalam perjalanannya, ia terlibat langsung dalam berbagai proses penyusunan dan pembahasan undang-undang, mulai dari revisi UU MD3, UU MK, hingga rancangan kontroversial seperti RUU Cipta Kerja.

Tidak hanya di lingkup pemerintahan, Inosentius juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Semen Baturaja Tbk, jabatan yang diembannya sejak keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 27 Mei 2025.

Riwayat Pendidikan dan Akademik

Perjalanan pendidikannya dimulai di Nusa Tenggara Timur, tempat ia menghabiskan masa sekolah dasar hingga menengah. Setelah itu, ia melanjutkan studi hukum di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan meraih gelar sarjana pada 1989. Gelar magister hukum diperolehnya dari Universitas Tarumanegara pada 1997, sementara gelar doktor (S3) hukum diraihnya di Universitas Indonesia pada 2003.

Dengan rekam jejak akademik dan birokrasi yang panjang, Inosentius diyakini memiliki modal besar untuk memahami kompleksitas hukum dan tata negara.

Meski hanya satu nama yang diajukan dalam uji kelayakan ini, sejumlah anggota dewan tetap menyoroti pentingnya menjaga tradisi seleksi yang transparan. Namun, bagi sebagian pihak, kehadiran Inosentius dianggap dapat memberikan warna baru di MK, mengingat keterlibatannya yang lama di dunia legislasi sekaligus tekadnya untuk membangun peradilan konstitusi yang lebih kredibel.

Polemik Relokasi PLTSa Makassar Picu Sorotan DPRD

Kini, publik menanti bagaimana hasil akhir keputusan DPR terhadap pencalonan Inosentius. Jika disetujui, ia akan segera mengemban tanggung jawab besar menggantikan Arief Hidayat, dan menjadi bagian penting dari sejarah perjalanan Mahkamah Konstitusi Indonesia.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Deretan Calon Ketua IKA Teknik Sipil Unhas, 2 Dosen Siap Lanjutkan Tongkat Kepemimpinan

02

Indonesia Dukung Palestina lewat Board of Peace, Israel Tetap Menolak

03

Prabowo Luncurkan Program Gentengnisasi Lewat Gerakan Indonesia ASRI

04

Serangan Bersenjata di Balochistan Tewaskan 48 Orang

05

Tujuh Pangkalan Udara Terbesar Amerika Berdasarkan Populasi

PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Indonesia Usulkan Australia dan Selandia Baru Ikut SEA Games

Indonesia Juara Piala AFF Futsal U-16

Kolom