Suami PM Transisi Nepal Ternyata Pernah Terlibat Pembajakan Pesawat

Pesawat
Suami PM Transisi Nepal Ternyata Pernah Terlibat Pembajakan Pesawat

Manyala.co – Sosok Sushila Karki kini tengah menjadi sorotan publik Nepal setelah dipilih oleh kelompok pemuda dalam gerakan demonstrasi Gen Z sebagai perdana menteri sementara di masa transisi politik. Perempuan berusia 73 tahun itu dikenal luas sebagai mantan ketua Mahkamah Agung dengan rekam jejak yang bersih, terutama dalam perjuangannya melawan korupsi di lembaga peradilan.

Namun, di balik reputasi yang dianggap positif, muncul catatan lama yang berkaitan dengan kehidupan pribadinya. Suaminya, Durga Prasad Subedi, ternyata pernah terlibat dalam salah satu peristiwa besar yang mengguncang Nepal pada awal 1970-an. Subedi tercatat ikut dalam pembajakan pesawat pada 10 Juni 1973, bersama dua rekannya yakni Nagendra Dhungel dan Basanta Bhattarai.

Peristiwa tersebut sempat diberitakan media internasional, termasuk The New York Times (NYT) edisi 11 Juni 1973. Media asal Amerika Serikat itu menulis, “Orang-orang itu ikut sebagai penumpang, setelah pesawat berangkat, mereka menodongkan pistol kepada pilot dan mengatakan ingin pergi ke Forbesganj.” Menurut laporan yang sama, pembajak memaksa pesawat twin-engine yang sedang membawa uang Bank Negara Nepal menuju Kathmandu untuk mendarat di Forbesganj, Bihar, India.

Dalam pesawat itu, kebetulan ada pula aktris film Hindi ternama, Mala Sinha. Meski menegangkan, tidak ada penumpang maupun awak yang terluka. Begitu pesawat mendarat, lima orang lain sudah menunggu untuk membantu para pelaku kabur. Mereka berhasil meloloskan diri ke hutan dengan membawa uang sekitar 400.000 dolar AS.

Dari catatan sejarah, operasi pembajakan itu sendiri bukanlah murni aksi kriminal, melainkan bagian dari upaya politik. Girija Prasad Koirala, tokoh besar Partai Kongres Nepal yang kelak empat kali menjabat perdana menteri, disebut sebagai dalang utama operasi. Tujuannya adalah menggalang dana untuk perjuangan bersenjata melawan monarki Nepal yang saat itu dipimpin Raja Mahendra.

Menlu Sugiono Buka Sidang PBB dengan Salam Lintas Agama, Tegaskan Ketahanan Nasional dan Dukungan untuk Palestina

Keterlibatan sejumlah tokoh penting dalam insiden itu cukup mencengangkan. Sushil Koirala, yang kemudian juga menjadi perdana menteri Nepal, berada di antara mereka yang menunggu di Forbesganj. Ia akhirnya dijatuhi hukuman penjara tiga tahun di India.

Sementara itu, Durga Prasad Subedi yang kelak menjadi suami Sushila Karki bersama dua rekannya divonis hukuman dua tahun. Setelah menjalani masa tahanan, mereka dibebaskan dengan jaminan, lalu kembali ke Nepal menjelang referendum politik pada 1980.

Subedi sendiri adalah mantan pemimpin organisasi pemuda Partai Kongres Nepal. Pertemuannya dengan Sushila Karki berawal saat keduanya menempuh pendidikan di Banaras Hindu University, Varanasi, India. Dari sanalah hubungan mereka berlanjut hingga pernikahan.

Kini, ketika nama Karki diangkat kembali ke panggung politik nasional sebagai pemimpin transisi, kisah lama yang melibatkan suaminya kembali diperbincangkan. Meski begitu, banyak kalangan menilai rekam jejak pribadi Karki tetap bersih, sementara peristiwa kelam yang melibatkan Subedi hanyalah bagian dari dinamika politik Nepal setengah abad silam.

Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia, Prabowo Tegaskan Kemitraan Strategis

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

TP PKK Makassar Bentuk Koperasi Konsumen Keluarga Sejahtera, Dorong Kemandirian Kader

02

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

03

UMKM di Era AI: Jangan Sekadar Go Digital, Jadilah Go Intelligent

04

Setahun Menjabat, Wali Kota Makassar Munafri Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah, Kinerja Jadi Penentu

05

Resmi Pimpin HKTI Enrekang, Yusuf Ritangnga Dorong Kemajuan Sektor Pertanian

06

Wali Kota Munafri Dampingi Mensos RI Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga di Makassar

07

Wali Kota Munafri Lepas Kontingen Makassar ke Porprov Sulsel 2026, Target Pertahankan Gelar Juara

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

Kolom

× Advertisement
× Advertisement