Manyala.co – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia merombak 32 jabatan tinggi di Kementerian ESDM, termasuk di lingkungan SKK Migas, sebagai langkah penataan organisasi dan peningkatan kinerja sektor energi nasional.
Kementerian ESDM mengonfirmasi bahwa perombakan meliputi sejumlah posisi eselon II setingkat direktur di berbagai direktorat, serta jabatan strategis di Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas). Perubahan struktur ini ditetapkan pada Senin, 24 November 2025, sebagai bagian dari evaluasi internal yang dilakukan menyeluruh terhadap unit kerja kementerian.
Salah satu posisi yang mengalami pergantian adalah Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas yang diisi oleh Desti Melanti. Ia sebelumnya menjabat sebagai Tenaga Ahli SKK Migas dan menggantikan pejabat sebelumnya, Kurnia Chairi. Perubahan pada jabatan deputi ini menjadi salah satu rotasi penting mengingat peran strategisnya dalam pengelolaan pendapatan dan komersialisasi hulu migas nasional.
Selain di SKK Migas, perombakan juga menyasar sejumlah direktorat teknis di kementerian, termasuk Direktorat Minyak dan Gas Bumi (Migas), Direktorat Ketenagalistrikan, dan Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE). Hingga berita ini disusun, daftar lengkap pejabat yang mengalami rotasi telah dipublikasikan melalui kanal resmi kementerian.
Perubahan susunan pejabat eselon II kerap dilakukan kementerian untuk memperkuat tata kelola dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan program strategis. Kementerian ESDM saat ini mengelola sejumlah agenda nasional, termasuk pengembangan energi terbarukan, penguatan pasokan listrik, serta peningkatan investasi di sektor migas dan mineral. Restrukturisasi jabatan diyakini dapat mendukung percepatan program-program tersebut.
Indonesia tengah menghadapi tantangan energi yang kompleks, mulai dari kebutuhan peningkatan produksi migas hingga akselerasi bauran energi baru terbarukan. Data Kementerian ESDM sebelumnya mencatat bahwa kontribusi energi terbarukan baru mencapai sekitar 13,1 persen dari bauran energi nasional pada tahun terakhir, sementara target pemerintah adalah 23 persen pada 2025. Dalam konteks itu, penyegaran pejabat di direktorat terkait EBTKE dinilai penting untuk menjaga konsistensi pelaksanaan program transisi energi.
Di sektor migas, SKK Migas terus mengejar peningkatan produksi untuk menjaga pasokan domestik. Total lifting minyak Indonesia dalam beberapa tahun terakhir cenderung stagnan, sementara konsumsi nasional meningkat. Penempatan pejabat baru di bidang keuangan dan komersialisasi diharapkan dapat memperkuat proses perencanaan, pengendalian pendapatan negara, serta menarik minat investor hulu migas.
Kementerian ESDM juga berperan besar dalam proyek ketenagalistrikan, termasuk perluasan jaringan listrik dan pengembangan pembangkit berbasis energi ramah lingkungan. Perombakan pada Direktorat Ketenagalistrikan dapat berdampak pada penguatan koordinasi antara pemerintah, PLN, dan pelaku industri dalam upaya meningkatkan akses serta keandalan pasokan listrik nasional.
Meski perombakan telah diumumkan, belum ada penjelasan rinci dari kementerian mengenai alasan individual pergantian pejabat atau evaluasi kinerja yang melatarbelakanginya. Hingga Senin malam, tidak ada keterangan tambahan mengenai apakah akan dilakukan tahap perombakan berikutnya.
Restrukturisasi birokrasi di Kementerian ESDM berlangsung pada saat pemerintah mempercepat berbagai agenda strategis energi, termasuk penetapan kebijakan harga energi, hilirisasi mineral, dan penataan regulasi sektor migas. Perubahan pejabat ini diharapkan mendukung kelancaran pelaksanaan program tersebut jelang tahun anggaran baru.































