Kasus Kekerasan Massa di Gowa Kembali Jadi Sorotan Publik

Kasus
Kasus Kekerasan Massa di Gowa Kembali Jadi Sorotan Publik.

Manyala.co – Sejumlah insiden kekerasan massal di Kabupaten Gowa kembali mendapat perhatian setelah seorang pria terduga pelaku pencurian dan pemerkosaan tewas dianiaya warga di Kecamatan Tompobulu pada Rabu (3/12/2025).

Peristiwa terbaru melibatkan seorang pria bernama Ali, yang dituduh melakukan pencurian dan rudapaksa terhadap penyandang disabilitas. Warga menangkap Ali, mengikat, memukuli, dan menyeretnya dengan sepeda motor keliling kampung hingga meninggal dunia. Rekaman video yang menunjukkan aksi pengeroyokan tersebut tersebar luas di media sosial dan memicu kecaman publik. Polisi telah memeriksa sejumlah warga untuk mengidentifikasi pelaku penganiayaan.

Insiden ini bukan yang pertama di Gowa. Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah tersebut mencatat sejumlah kasus main hakim sendiri, pengeroyokan, hingga pembunuhan komunal yang berakhir fatal. Data polisi menunjukkan pola serupa: dugaan kejahatan yang diumumkan secara cepat di tingkat lokal, mobilisasi massa, dan tindakan represif spontan yang di luar prosedur hukum.

Salah satu kasus paling menonjol terjadi pada Desember 2018, ketika seorang mahasiswa bernama Muhammad Khaidir dipukuli warga di Kelurahan Mata Allo setelah dituduh mencuri. Tuduhan itu disebarkan lewat pengeras suara masjid, membuat warga berbondong-bondong datang. Khaidir dipukul dan dipukuli dengan kayu hingga tewas. Polisi kemudian menegaskan tidak ada bukti pencurian. Sebelas orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Pada Oktober 2023, Dusun Panjuang di Kecamatan Bajeng Barat diguncang pembunuhan satu keluarga yang menewaskan tiga orang: AB, FS, dan SU. Enam pelaku bersenjata tajam mendatangi rumah korban, dipicu kecemburuan dan konflik pribadi. Seluruh pelaku ditangkap. Kasus itu memperlihatkan bagaimana konflik horizontal di kawasan tersebut dapat meningkat menjadi kekerasan ekstrem.

Polisi Bongkar Sindikat STNK Palsu Lintas Provinsi

Agustus 2024 mencatat insiden lain ketika seorang pemuda, SY, tewas dikeroyok saat berniat mengklarifikasi konflik dengan seorang warga Barombong. Ia dipukul dan terkena anak panah dari busur sebelum meninggal dunia. Peristiwa itu kembali menunjukkan kerentanan eskalasi konflik lokal menjadi kekerasan kolektif.

Sepanjang 2025, serangkaian peristiwa kekerasan kembali menegaskan masalah serupa. Pada Januari, seorang remaja perempuan berinisial PI ditemukan meninggal di persawahan Pallangga setelah ditikam puluhan kali oleh kekasihnya, MJ. Pengadilan Negeri Sungguminasa menjatuhkan vonis 20 tahun penjara kepada pelaku pada September 2025 sesuai tuntutan jaksa berdasarkan pasal pembunuhan berencana.

Kasus lainnya terjadi pada November 2025, ketika mertua dan menantu tewas ditikam tetangganya setelah perselisihan mengenai suara musik. Pelaku, yang diduga mabuk, menyerahkan diri setelah peristiwa.

Para pengamat menilai rangkaian insiden tersebut menunjukkan pola kekerasan spontan yang masih berulang di Gowa, dipicu penyebaran informasi tidak terverifikasi, rendahnya penanganan konflik lokal, serta lemahnya kepercayaan sebagian masyarakat terhadap proses hukum formal. Hingga Kamis siang, polisi belum mengumumkan jumlah pasti tersangka dalam kasus Tompobulu dan menyatakan proses penyelidikan masih berjalan.

Dua Pria Bantaeng Curi Kuda untuk Beli Sabu

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Khamenei Gugur dalam Serangan Militer AS–Israel di Teheran

02

Buka Puasa Penuh Inovasi! RT 08 Permata Hijau Lestari Resmi Luncurkan Gerakan Wanita Tani 08

03

Bareng Daeng Guard, Story Gym Makassar Bagikan 1.000 Paket Takjil Ramadhan ke Masyarakat

04

KKG PJOK Tallo Jajaki Kolaborasi Program dengan Pemerintah Kecamatan

05

Libur Lebaran 2026: Cuti Bersama dan Potensi Libur Panjang Hingga Sepekan

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Kolom