Manyala.co – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di New York mengimbau warga negara Indonesia (WNI) di wilayah Rhode Island dan sekitarnya untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul insiden penembakan di sekitar kampus Brown University, Providence, Amerika Serikat, Sabtu waktu setempat.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui akun media sosial @indonesiainnewyork pada Minggu, KJRI menyampaikan duka mendalam atas insiden yang terjadi di sekitar Gedung Barus dan Holley Engineering, yang merupakan bagian dari kawasan Fakultas Teknik dan Fisika Brown University. Insiden tersebut dilaporkan mengguncang lingkungan kampus dan masyarakat sekitar.
“KJRI New York menyampaikan belasungkawa kepada para korban, keluarga korban, serta seluruh komunitas Brown University,” tulis KJRI dalam pernyataan tersebut.
KJRI menegaskan bahwa keselamatan WNI menjadi prioritas utama di tengah situasi keamanan yang masih berkembang. Sehubungan dengan itu, diaspora Indonesia dan WNI yang berada di Providence diminta untuk mengikuti arahan otoritas setempat, memantau perkembangan informasi dari sumber resmi, serta meningkatkan kehati-hatian saat berada di ruang publik.
Dalam imbauannya, KJRI meminta WNI untuk membatasi aktivitas di luar rumah hingga situasi dinyatakan aman. KJRI juga mengingatkan agar WNI segera menghubungi layanan darurat Amerika Serikat melalui nomor 911 apabila menghadapi kondisi darurat.
Selain itu, WNI yang membutuhkan bantuan atau pendampingan konsuler diminta menghubungi hotline KJRI New York di nomor +1 (347) 806-9279. Hingga Minggu, KJRI menyatakan belum menerima laporan adanya WNI yang menjadi korban dalam insiden tersebut.
Menurut laporan NBC News yang dikutip otoritas setempat, penembakan tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia dan sembilan lainnya mengalami luka-luka. Dari korban luka, satu orang dilaporkan dalam kondisi kritis, enam orang dalam kondisi kritis namun stabil, serta dua lainnya berada dalam kondisi stabil, berdasarkan keterangan juru bicara Brown University Health.
Aparat penegak hukum setempat masih melakukan penyelidikan intensif. Hingga laporan terakhir, belum ada tersangka yang ditangkap. Pihak kampus sebelumnya sempat menyampaikan bahwa satu orang telah diamankan, namun informasi tersebut kemudian dikoreksi oleh otoritas berwenang.
Pelaku penembakan digambarkan sebagai seorang pria berpakaian serba hitam yang melarikan diri dari lokasi melalui sisi Hope Street. Aparat keamanan masih melakukan pengejaran dan penyisiran di area sekitar kampus.
Menanggapi situasi tersebut, Brown University mengeluarkan instruksi kepada seluruh mahasiswa, staf, dan warga di sekitar kampus untuk tetap berlindung di tempat masing-masing atau shelter in place hingga ada pemberitahuan lebih lanjut. Kepolisian setempat bersama otoritas kampus terus berkoordinasi untuk memastikan keamanan kawasan pendidikan tersebut.
KJRI New York menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pihak berwenang Amerika Serikat guna memastikan perlindungan dan keselamatan WNI di wilayah kerjanya. Hingga Minggu malam waktu setempat, situasi keamanan masih dinyatakan belum sepenuhnya kondusif dan penyelidikan masih berlangsung.
































