Greenland Menguat dalam Persaingan Geopolitik Global

Greenland
Peta Amerika Utara, Greenland, dan Rusia. (Dok.FT)

Manyala.co – Greenland, pulau terbesar di dunia yang secara administratif berada di bawah Kerajaan Denmark, semakin menonjol dalam peta geopolitik internasional. Kawasan ini tidak lagi dipandang sebagai wilayah terpencil di Kutub Utara, melainkan sebagai titik strategis dalam persaingan kekuatan besar di era perubahan iklim dan ketegangan global.

Sejumlah media internasional menyoroti posisi geografis Greenland yang berada di jalur penghubung antara Amerika Utara dan Eropa. Letaknya yang berdekatan dengan Samudra Arktik menjadikan wilayah ini semakin relevan seiring mencairnya lapisan es akibat pemanasan global. Perubahan tersebut membuka potensi jalur pelayaran baru yang dapat memangkas waktu dan biaya logistik lintas benua.

Kajian lembaga riset internasional menyebutkan bahwa kawasan sekitar Greenland berperan penting dalam sistem pertahanan dan peringatan dini Amerika Serikat. Keberadaan fasilitas militer di wilayah tersebut telah lama menjadi bagian dari arsitektur keamanan kawasan Atlantik Utara dan Arktik, terutama dalam konteks pengawasan udara dan rudal.

Selain faktor strategis militer, Greenland juga memiliki daya tarik ekonomi yang signifikan. Wilayah ini diketahui menyimpan cadangan mineral kritis dalam jumlah besar, termasuk rare earth elements yang menjadi bahan utama berbagai teknologi modern. Mineral tersebut dibutuhkan dalam pengembangan energi terbarukan, kendaraan listrik, hingga industri pertahanan.

Media internasional yang memantau sektor pertambangan menilai cadangan mineral Greenland berpotensi menjadi alternatif penting bagi negara-negara Barat untuk mengurangi ketergantungan pasokan dari China. Isu keamanan rantai pasok mineral kritis menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya rivalitas ekonomi dan teknologi global.

Bukan China atau Rusia, Negara Ini Rajai Emas Dunia 2026

Ketertarikan negara-negara besar terhadap Greenland juga memunculkan dinamika politik yang kompleks. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa meningkatnya perhatian Amerika Serikat dan sekutunya telah memicu respons dari pemimpin lokal Greenland. Otoritas setempat menekankan pentingnya menghormati aspirasi masyarakat Greenland dalam menentukan arah pembangunan dan masa depan politik wilayah tersebut.

Di tingkat Eropa, perhatian terhadap Greenland turut memunculkan diskusi mengenai stabilitas kawasan Arktik. Uni Eropa memandang tekanan politik berlebihan terhadap Greenland berpotensi menciptakan ketegangan baru, terutama jika tidak disertai dengan dialog yang menghormati kedaulatan dan kepentingan lokal.

Greenland sendiri berada di persimpangan antara kepentingan global dan dinamika domestik. Wilayah ini menghadapi tantangan untuk menyeimbangkan peluang ekonomi dari eksploitasi sumber daya alam dengan perlindungan lingkungan dan kepentingan masyarakat setempat, khususnya masyarakat adat Inuit.

Perubahan iklim menjadi faktor yang mempercepat relevansi Greenland dalam geopolitik global. Mencairnya es tidak hanya membuka akses ekonomi dan jalur pelayaran, tetapi juga meningkatkan persaingan negara-negara besar dalam memperebutkan pengaruh di kawasan Arktik.

Dengan kombinasi posisi strategis, kekayaan sumber daya alam, dan perubahan lingkungan yang cepat, Greenland diperkirakan akan tetap menjadi fokus perhatian global dalam jangka panjang. Dinamika ini menegaskan bahwa Greenland bukan sekadar objek persaingan, melainkan aktor penting dalam lanskap geopolitik abad ke-21.

Epstein Berulang Kali Upaya Bertemu Putin, Arsip AS Ungkap Fakta

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Deretan Calon Ketua IKA Teknik Sipil Unhas, 2 Dosen Siap Lanjutkan Tongkat Kepemimpinan

02

Prabowo Luncurkan Program Gentengnisasi Lewat Gerakan Indonesia ASRI

03

Indonesia Dukung Palestina lewat Board of Peace, Israel Tetap Menolak

04

Serangan Bersenjata di Balochistan Tewaskan 48 Orang

05

Tujuh Pangkalan Udara Terbesar Amerika Berdasarkan Populasi

PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
manyala-ads
Manyala.co

Olahraga

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Indonesia Usulkan Australia dan Selandia Baru Ikut SEA Games

Indonesia Juara Piala AFF Futsal U-16

Trucha Optimistis PSM Kejar Lima Besar Meski Tanpa Kemenangan

Indonesia U-16 Melaju ke Final AFF Futsal 2025

Ranking FIFA Terbaru: Indonesia Bertahan di Posisi 122

Futsal Competition 2025, KKG PJOK Tallo Tekankan Kolaborasi

Indonesia Melaju ke Final Voli Putra SEA Games 2025

Kolom