Rupiah Menguat ke Rp16.888 Usai Kesepakatan RI-AS

Rupiah Menguat ke Rp16.787 per Dolar AS Pasca Keputusan Trump soal Tarif Barang Elektronik China -  - Gambar 2041
Ilustrasi - Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing, Jakarta. (dok.ANTARA FOTO/Fathul Habib Sholeh/Spt).

Manyala.co – Nilai tukar rupiah ditutup menguat 6 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.888 per dolar AS pada perdagangan Jumat di Jakarta, didorong sentimen positif dari penandatanganan perjanjian perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Pada penutupan sebelumnya, rupiah berada di level Rp16.894 per dolar AS. Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis Bank Indonesia juga menguat ke Rp16.885 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.925 per dolar AS.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi komitmen kerja sama ekonomi kedua negara. “Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat resmi menyepakati dokumen perjanjian perdagangan resiprokal bertajuk Implementation of the Agreement toward New Golden Age US-Indonesia Alliance, Jumat ini. Perjanjian tersebut diteken langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Perjanjian yang ditandatangani di Washington DC itu memuat 11 nota kesepahaman (MoU), pembentukan dewan ekonomi permanen, penurunan tarif ribuan pos produk, serta komitmen pembelian energi dan pesawat. Kesepakatan tersebut menandai babak baru hubungan ekonomi Indonesia–AS yang selama ini ditopang perdagangan, investasi, dan kerja sama strategis Indo-Pasifik.

“Prabowo dan Trump menginstruksikan jajaran menteri untuk segera menurunkan kesepakatan tersebut ke dalam kebijakan teknis dan regulasi pendukung agar implementasinya berdampak nyata terhadap perekonomian,” kata Ibrahim.

Menlu Sugiono Buka Sidang PBB dengan Salam Lintas Agama, Tegaskan Ketahanan Nasional dan Dukungan untuk Palestina

Selain sentimen domestik, pergerakan rupiah juga dipengaruhi dinamika global. Risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Januari menunjukkan sikap hati-hati namun cenderung hawkish, memperkuat ekspektasi bahwa pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat tidak mungkin terjadi.

Data ekonomi AS terbaru juga menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang relatif solid. Klaim pengangguran awal turun menjadi 206.000 untuk pekan yang berakhir 14 Februari, lebih rendah dari perkiraan 225.000 dan turun dari 229.000 pada periode sebelumnya. Survei Manufaktur Federal Reserve Philadelphia naik menjadi 16,3 pada Februari, melampaui ekspektasi 8,5 dan meningkat dari 12,6 pada Januari.

“Fokus pasar hari ini adalah pembacaan awal Produk Domestik Bruto (PDB) AS untuk kuartal keempat, Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE), dan data Indeks Manajer Pembelian Global S&P (PMI), yang akan dirilis malam nanti,” ujar Ibrahim.

Penguatan rupiah terjadi di tengah volatilitas mata uang regional yang sensitif terhadap arah kebijakan moneter AS dan perkembangan geopolitik. Mata uang negara berkembang umumnya tertekan ketika prospek suku bunga AS tetap tinggi dalam waktu lebih lama.

Perjanjian perdagangan RI–AS dinilai pelaku pasar sebagai sinyal positif terhadap arus investasi dan perdagangan bilateral. Namun, hingga Jumat sore belum ada rincian resmi mengenai nilai transaksi atau target peningkatan volume perdagangan dari pemerintah kedua negara.

Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia, Prabowo Tegaskan Kemitraan Strategis

Pelaku pasar masih mencermati implementasi teknis dari kesepakatan tersebut serta dampaknya terhadap neraca perdagangan dan arus modal Indonesia dalam jangka menengah.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Bantu Warga di Musim Kemarau, Pemkot Makassar Terus Salurkan Air Bersih untuk 26 Ribu KK di 9 Kecamatan

02

Wali Kota Makassar Sampaikan Aspirasi Pembangunan Makassar ke Komisi VII DPR RI

03

Wali Kota Makassar Munafri Paparkan Program Unggulan Kelurahan Gunung Sari untuk Penilaian Nasional 2026

04

Makassar Jadi Pilot Project Reformasi JKN, RSUD Daya Siapkan 24 Layanan Kompetensi

05

Pemkab Enrekang Siapkan Asuransi Gagal Panen untuk 1.500 Hektare Padi dan Jagung

06

DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Dasco: Aspirasi Buruh Ditunaikan

07

Krisis Air Bersih Enrekang, Pemkab Kerahkan OPD Salurkan Air ke Warga

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

Kolom

× Advertisement
× Advertisement